Madu Ku Licik

Madu Ku Licik
Eps 4. Ulah adik madu


__ADS_3

"Kecil banget kamar nya mas,kenapa gak di kamar tamu aja sih lebih besar." Protes Selly.


"Udah,ini cuma sementara kok sel. Mas gak bakalan biarin Risa seolah ratu di rumah ini."


"Janji ya mas." Ucap Selly seraya memeluk lengan suami nya.


"Iya janji sayang." Balas Ibram.


Pagi hari nya..


Huamhh,,


Risa bangun pagi-pagi sekali. Rencana nya,ingin mengunjungi cafe milik nya yang ada di pusat kota. Karena,sudah lama sekali dia tak pernah datang ke sana.


Segera dia mandi,dan langsung menuju ke dapur untuk sarapan.


Hari ini dia hanya sarapan roti,karena rencana nya dia akan makan siang di luar.


Di lihat nya,suami dan madu nya keluar dari kamar pembantu.


"Kamu masak apa Ris? Tanya mas Ibram.


"Gak ada sarapan buat kita?." Kita maksudnya adalah dia dan Selly.


Risa hanya mengangkat bahu dan memutar bola mata nya malas.


"Minta saja sama istri baru mu itu." Jawab Risa dengan santai.


"Apa salah nya sih Ris sekalian bikin buat kami? Lagian,aku kan juga masih suami kamu." Ujar mas Ibram.


"Aku gak ada waktu,aku mau pergi. Kalo mau makan,minta sama istri baru mu itu!" Ujar Selly sembari berlalu meninggalkan piring kotor di meja.


"Mau makan aja ribet!!" Lanjutnya.


"Kamu mau kemana Ris? Kok gak izin dulu kalo mau pergi?." Tanya Ibram.


"Aku gak perlu izin dari kamu mas,semisal kamu gak ngizinin pun aku akan tetap pergi." Bantah Risa, kemudian ia berlalu masuk ke kamar nya.


Ibram hanya terdiam,ada rasa sakit ketika mendengar Risa berbicara seperti itu.


"Risa sudah sangat berubah,dulu ia ku kenal dengan segala kelemah lembutan nya. Kenapa dalam sekejap berubah menjadi wanita pembangkang." Batin Ibram


"Benar-benar kurang ajar istri kamu ya mas,pantas aja kamu mau nikahin aku. Itu definisi istri gak tau diri." Ujar Selly memanasi,hingga membuyar kan lamunan Ibram.


"Sel aku laper,kamu masak sarapan ya." Pinta Ibram pada Selly.


"Lho kok aku mas? Kamu kan tau sendiri aku gak bisa masak." Tolak Selly.


"Lagi pula,aku pindah ke sini bukan untuk jadi pembantu mas!!" Lanjutnya.


"Sel,kalo bukan kamu siapa lagi?" Tanya mas Ibram.


"Kamu lupa mas? Istri kamu kan bukan cuma aku!! Apa guna nya istri mu itu? Jika sudah gak berguna kenapa gak di usir aja? Atau kamu mau aku yang ngusir Risa dari rumah ini mas?" Tanya Selly penuh emosi.


"Ja-jangan sel,ini bukan waktu yang tepat." Elak Ibram.

__ADS_1


"Yaudah,kita sarapan pesen online aja. Aku udah lapar banget dari semalam belum makan" Ujar Selly


Mau tak mau,Ibram pun meng-iyakan.


Setelah pesanan mereka datang,dan selesai makan. Ibram pun hendak berangkat ke kantor. Akan tetap,,


"Sel,kamu lihat kunci mobil mas gak?." Tanya Ibram sembari membuka laci nakas di kamar nya.


Selly yang sibuk dengan gawai nya pun seketika menoleh ke arah sang suami.


"Gak ada tuh mas,emang nya kamu taro dimana?"


"Rasa nya mas taro di atas nakas semalam sel,kok bisa hilang ya?." Tanya Ibram heran.


"Mungkin kuncinya masih ada di mobil mas,kamu lupa kali gak kamu cabut semalam."


Ibram pun mengangguk,


"Iya juga ya,ya sudah mas langsung berangkat ke kantor." Ibram pamit seraya mencium pucuk rambut sang istri.


Sesampai nya di garasi,mata Ibram terbelalak.


"Lho mobil nya kok gak ada." Pekik Ibram.


Kemudian ia menelusuri sekitaran garasi,ya memang benar mobil nya sudah tak ada di garasi.


Hanya ada motor Risa yang terparkir di sana,itu pun Ibram tak tahu kunci nya Risa simpan dimana.


Bergegas ia berlari kecil ke dalam rumah.


"Kenapa mas? Kunci nya ada gak?." Tanya Selly santai.


"Jangan kan kunci,mobil nya juga gak ada sel." Jawab Ibram terengah-engah.


"Kok bisa mas? Bisa-bisa nya mobil kamu kemalingan!!" Pekik Selly terkejut.


"Gak mungkin sel,apa mungkin Risa yang pakai mobil nya ya?."


"Risa? Kok bisa mas?." Tanya Selly.


"Risa kan pergi,motor nya ada di garasi. Kalo maling,kenapa gak sekalian maling motor Risa juga?." Jawab Ibram.


"Benar juga ya mas,coba mas telepon perempuan mandul itu." Suruh Selly.


Tuutt


Tuutt


Tuutt


"[Ada apa?.]" Langsung Risa membuka pertanyaan dari seberang sana.


"[Kamu bawa mobil mas ya Ris?.]" Tanya Ibram to the point.


"[Mobil kamu? Ini mobil ku mas. Memang nya kenapa kalo aku bawa mobil ku sendiri? Ada masalah mas?.]" Jawab Risa santai.

__ADS_1


"[Kok kamu tega,jadi nya mas kerja pake apa?.]" Tanya Ibram tak menjawab pertanyaan Risa.


"[Kamu punya HP kan? Yaudah,kamu pesan ojek online saja. Gampang kan?.]" Jawab Risa


"[Aku matiin ya,aku sibuk ada urusan. Jangan telepon aku dulu.]"


Tuutt


Risa memutus sepihak telepon nya.


"Gimana mas? Bener dia yang bawa?." Tanya Selly.


"Iya sel,mas mau pesen ojek online dulu,mas udah telat banget ini." Ujar Ibram berlalu ke halaman depan rumah.


Sesampai nya di kantor..


"Ibram,ini jam berapa?." Tanya bos Ibrahim, pak Wijaya nama nya.


"Ja-jam 9.12 pak. Maaf pak saya telat,ini yang terakhir pak." Ibram memohon kepada pak Wijaya.


"Ini bukan sekali dua kali lho kamu telat,kali ini kamu saya kasih kesempatan,jika sekali lagi kamu terlambat,maka tidak segan-segan saya akan memecat kamu!!." Ancam pak Wijaya.


#


Di rumah Risa,sekarang hanya ada Selly sendiri. Karena,semenjak dia menikah dengan Ibram,dia sekarang berhenti bekerja,dan memilih untuk menikmati hasil kerja suami nya saja.


"Aku penasaran sama Risa,kata mas Ibram,dia gak pernah kasih nafkah ke Risa. Tapi kenapa perhiasan Risa begitu banyak? Pakaian Risa juga bagus-bagus. Apa aku harus lihat dalam kamar nya,mungkin ada barang bagus." Ucap Selly dengan senyum.


Kemudian Selly berjalan menuju kamar Risa.


Ternyata,kamar Risa tak di kunci.


"Pucuk di cinta,ulam pun tiba." Selly bergumam pelan.


Begitu masuk,dia sangat terpesona dengan dekorasi kamar Risa yang luas dan begitu elegan dengan design yang aesthetic. Hingga dia ternganga.


"Pokok nya aku harus bisa tidur di kamar ini." Ucap Risa sambil mengusap sprei di ranjang itu.


Karena begitu terpesona dengan keindahan kamar Risa,ia lupa tujuan awal nya masuk ker kamar itu.


Bergegas dia membuka laci nakas,namun nihil,ia tak menemukan apa-apa.


Kemudian beralih ke lemari,dan benar saja. Ada kotak merah sebesar kepala bayi. Ketika Selly membuka kotak itu..


"Wahh,kalo aku yang make ini pasti cantik." Ucap Selly seraya membawa kotak merah tersebut ke dalam kamar pembantu.


Di ruangan khusus di cafe nya, Risa tersenyum penuh kemenangan.


Ya,Risa memang sudah memasang cctv di kamar nya itu. Untuk melihat mangsa nya, ternyata sangat tepat sasaran.


Risa sengaja membeli emas imitasi untuk mengelabuhui adik madu nya itu. Ternyata adik madu nya tertarik juga dengan umpan nya.


Untuk emas asli milik nya,tentu saja dia tidak sembarang menaruh nya.


"Ini baru permulaan adik madu ku." Gumam Risa dengan senyum sinis.

__ADS_1


Jam menunjukkan pukul 3 sore, setelah selesai mengecek laporan keuangan cafe. Risa menghampiri Bastian,orang kepercayaan nya untuk berbincang sebentar, kemudian ia pamit untuk pulang.


__ADS_2