
Hari ini adalah hari Senin,dimana semua kegiatan dilakukan seperti biasa.
Termasuk mas Ibram,hari ini dia akan berangkat ke kantor.
Namun,tak seperti biasa nya, Risa seolah tak peduli dengan kerepotan sang suami.
Dia tak menyiapkan kemeja dan jas suami nya. Begitu juga sarapan di atas meja yang kosong melompong.
Ibram mendengus kesal.
"RISAAA!! kamu gimana sih? Kemeja ku mana? Aku udah telat nih. Kok kamu jadi lelet gini ngelayanin suami? Belum lagi sarapan gak ada di meja makan!!."
Risa tersenyum getir,karena ini salah satu hukuman yang sengaja di buat untuk membuat suami nya jera.
"Yasudah,kamu pakai apa adanya saja mas. Sekarang,aku sedang malas bergelanyut dengan pekerjaan pembantu lagi. Kalau kamu mau setiap hari kemeja mu rapi,sarapan selalu tersedia di meja makan kamu cari saja pembantu,lagi pula gaji mu cukup kok untuk menyewa 1 orang pembantu."
"Kamu gak tau aja aku di kantor lagi banyak masalah,jangan kamu tambah-tambahin lagi,kamu gak usah aneh-aneh Ris!."
"Aneh kenapa? Masalah mu di kantor itu urusan mu. Lagi pula,sepeser pun aku gak pernah ya mas ngerasain gaji dari hasil kerja mu!! Yang paling pertama kan kamu mendahulukan ibu kesayangan mu,yang kedua adik mu,yang ketiga?? Entah lah, selingkuhan mu mungkin??upss." Ucap Risa ,seraya menutup mulutnya.
"Udah lah,aku capek sama kamu. Malah bikin mood ku berantakan aja!!."
Gegas Ibram mengambil setelan kemeja yang tidak matching,terlihat berantakan sekali penampilan nya hari ini.
Dengan cepat ia memacu kendaraan roda 4 nya untuk menuju ke rumah ibu Heni.
"Lho penampilan kamu kok kayak gini Bram?." Tanya Bu Heni,memang,tak biasanya penampilan Ibram berantakan.
"Risa Bu,dia sudah gak mau ngurus aku lagi. Kali ini dia sangat cuek dengan rutinitas nya setiap pagi."
"Aku numpang sarapan ya bu,di rumah gak sempat."
Lanjut Ibram.
"Benar-benar kurang ajar menantu mandul itu,ngelunjak kamu ya!! Awas akan ku beri perhitungan karena telah menyiksa anak ku." Ucap Bu Heni penuh emosi.
Setelah Ibram selesai dengan kegiatan sarapannya,gegas ia untuk berangkat ke kantor.
"Mas,Nanda nebeng ya pliss." Pinta adik Ibram
"Mas udah telat nan,kamu naik ojek aja ya." Jawab Ibram.
"Ih mas sekali sekali dong di anter pake mobil, biar di lihat teman Nanda. Kelihatan kita orang kaya,masa gitu aja mas gak ngerti sih?.,"
"Tapi nan.."
"Sudah-sudah, Ibram!! Kamu ngalah dong,bener kata adik kamu masa dia harus naik ojek setiap hari sih !!."
"Yaudah,ayoo.!"
Mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi karena Ibram sudah sangat terlambat.
Sesampainya di kantor..
"Kenapa terlambat Bram,tumben?." Kata Reno,teman dekat Bram di kantor.
Kenapa terlambat Bram,tumben?." Kata Reno,teman dekat Bram di kantor.
"Biasalah,ini gara gara bini gue udah males ngyelayanin gue. Jadinya gue kalang kabut sendirian."
"Mungkin gara-gara gak dapat jatah bulanan kali bro." Jawab Reno santai.
"Gak mungkin lah,uang gaji gue aja semuanya dia yang pegang." Ibram berbohong.
#
__ADS_1
Di tempat lain..
Risa yang sedang asyik dengan gawai nya,di sofa depan tv,tiba tiba terkejut mendengar gedoran pintu sangat kuat.
Brakk
Brakk
Brakk
"Hey wanita mandul!!keluar kau!."
Terdengar suara wanita berteriak dari arah luar rumah.
"Siapa sih?kenapa ada perempuan yang manggil aku mandul selain ibu? Batin Risa heran.
Gegas Selly membuka pintu,karena rasa penasaran.
Ceklekk
Terpampang lah wanita seksi,berambut pirang panjang dengan pakaian diatas lutut. Dengan kedua tangan di lipatkan di dada. Ya,dia adalah Selly.
"Maaf,anda siapa ya?." Tanya Risa heran.
"Kenalin,saya Selly Saputri. Istri nya mas Ibram." Jawab Selly seraya mengibas rambut ke belakang.
Degh
"Istri mas Ibram? maksud kamu?." Risa jelas terkejut.
"Iya,saya istri siri mas Ibram,lebih tepatnya istri ke dua. Kamu Risa kan? Istri pertama mas Ibram,yang mandul itu" Jawab Selly santai.
Risa berusaha bersikap tenang,padahal dalam hati banyak pertanyaan yang tiba-tiba muncul begitu saja.
"Ada perlu apa datang ke rumah saya?." Lanjut Risa.
"Masih gak ngerti juga kamu? Kamu gak liat aku udah bawa koper? Ya aku mau pindah ke rumah ini lah! Ini kan rumah suami ku." Ketus Selly dengan sombong nya.
"Rumah suami mu?dia bilang begitu?" Tanya Selly tertawa mengejek.
"Iya lah,kamu kan cuma numpang di rumah suami ku. Kamu istri mandul yang gak berguna, sebentar lagi juga mas Ibram akan mendepak mu dari rumah ini." Jawab Selly dengan santai nya.
"Ya sudah,sekarang kalau benar mas Ibram suami mu,kita tunggu dia pulang dari kantor."
Ucap Risa sembari menutup pintu dengan keras.
"Heii perempuan mandul ! Kenapa aku di biarin di luar!! Ini juga bakalan jadi rumah ku,biarkan aku masuk." Ucap Selly dengan emosi.
"Berisik sekali." Batin Risa.
Hampir setengah jam berlalu,tidak terdengar aku mau menemui perempuan gila itu!!." Ucap Risa.
Jujur dia sedikit tak percaya jika mas Ibram sudah menikah lagi,tanpa izin dari nya.
Karena mas Ibram orang nya sangat romantis,sangat menyayangi Risa. Hanya saja satu bulan terakhir ini,mas Ibram sedikit berubah. Jika benar dia menikah lagi,apakah secepat itu?.
#
Sudah pukul 4 sore,sekarang waktu nya jam pulang kantor.
Bergegas mas Ibram pulang, karena sudah di beritahu Selly bahwa dia ada di rumah Risa.
Sudah mas Ibram suruh pulang, Selly tetap ngotot ingin tinggal di rumah Risa.
Mas Ibram khawatir, Selly akan membongkar semua nya di hadapan Selly.
__ADS_1
"Bisa habis aku setelah ini." Batin Ibram.
Sesampai nya di rumah Risa..
Benar saja, Selly sedang duduk di kursi rotan teras rumah nya. Sedang sibuk memainkan gawai nya.
Melihat mobil mas Ibram memasuki halaman depan rumah,gegas Selly bangkit untuk mengadu kan sikap Risa terhadap nya.
"Mas, istri kamu kasar banget sama aku. Masa aku datang baik-baik ke sini,dia malah dorong aku,terus aku di kunciin pintu,gak di suruh masuk." Ujar Selly berbohong.
"Memang nya kamu ngomong apa sama Risa? Dia gak mungkin kasar kalo orang gak mulai duluan Sel." Ibram bertanya penuh selidik.
"Aku cuma bilang aku istri kedua kamu,gak salah kan mas?." Jawab Selly.
"Jelas salah Sel, Risa gak mungkin dorong kamu duluan kalo kamu gak memulai itu. Dan kenapa juga kamu bilang kamu itu istri aku di hadapan Risa!!.", Bentak mas Ibram.
"Kamu nyalahin aku mas? Kok kamu jadi bentak aku gini sih?. Tanya Selly dengan mata berkaca-kaca. Karena jujur, Ibram tak pernah membentak nya.
"Bukan gitu maksud aku sel,kenapa kamu gegabah banget,gak bilang aku dulu kalo mau ke sini,aku tu belum...."
"Udah debat nya? Pengantin baru kok debat mulu." Ucap Risa tiba-tiba memotong pembicaraan Ibram. Ternyata,ia sedari tadi mendengar percakapan suami dan madu nya.
"Aku mau bicara sama kamu mas!!." Tatap Risa dengan tajam ke arah Ibram.
Ibram menelan saliva nya kasar,habis sudah dia hari ini.
"Jadi benar,kalau kalian berdua sudah menikah? Tanpa sepengetahuan ku.?." Tanya Risa seraya mengangkat alis sebelah.
"I-iya Ris."
Jawab Ibram gugup.
"Apa kamu yang mengajak istri siri mu itu untuk tinggal dirumah ku?." Tanya Risa dengan menekan kata siri.
"Rumah mu kata mu? Ini rumah suami ku!." Sahut Selly yang sedari tadi hanya diam.
"Saya tidak berbicara dengan anda,pelakor!!." Ucap Risa geram.
"Terserah kalian mau tinggal di sini,tapi jangan harap istri mu itu bisa menjadi ratu dirumah ku!!." Lanjut Risa.
Risa memang ingin mengizinkan suami dan adik madu nya tinggal di rumah nya. Karena hanya ingin melihat, bagaimana Selly melayani Ibram. Jika ingin,nanti dia tinggal mengusir dua benalu itu.
"Ris,kamu beneran ngizinin Selly tinggal di sini? Makasih ya Ris." Ucap Ibram seraya memegang tangan Risa,akan tetapi secepat nya Risa tepis.
Jangan senang dulu,kalian tidur di kamar pembantu !! Jangan sekali-kali masuk ke dalam kamar ku dan kamar tamu!."
"Dan kamu mas,kamu gak boleh lagi tidur sekamar dengan ku, paham?."
"Kamar pembantu? Yang benar saja!! Aku ini juga istri pemilik rumah ini,bukan pembantu!!." Sahut Selly.
"Sebentar lagi juga bakalan jadi pembantu." Ucap Risa santai.
"Iihh mas." Protes Selly seraya memanyunkan bibir nya.
"Sudah-sudah,lebih baik sekarang kitak mengalah."
Ibram dan Selly pun masuk ke dalam,karena sedari tadi Risa sudah masuk duluan.
"Kecil banget kamar nya mas,kenapa gak di kamar tamu aja sih lebih besar." Protes Selly.
"Udah,ini cuma sementara kok sel. Mas gak bakalan biarin Risa seolah ratu di rumah ini."
"Janji ya mas." Ucap Selly seraya memeluk lengan suami nya.
"Iya janji sayang." Balas Ibram.
__ADS_1