
Jam menunjukkan pukul 3 sore, setelah selesai mengecek laporan keuangan cafe. Risa menghampiri Bastian,orang kepercayaan nya untuk berbincang sebentar, kemudian ia pamit untuk pulang.
#
Sesampai nya dirumah,Risa di sambut oleh kedatangan mertua nya.
Sengaja Risa tak menyapa Bu Heni,karena sudah pasti ia akan mendengar ocehan mertua nya itu.
"Hei menantu mandul!! Sini kamu !!." Panggil Bu Heni.
Risa memutar bola mata nya malas,kemudian berbalik badan.
"Ada apa ibu mertua?." Sahut Risa dengan senyum palsu nya. Padahal dalam hati ia malas sekali jika harus meladeni ibu mertua nya itu.
"Darimana saja kamu? Jam segini baru pulang!! Tau nya keluyuran saja. Rumah berantakan malah di biarin." Ujar Bu Heni.
"Gak penting aku darimana Bu,rumah ini berantakan juga bukan masalah besar buat ibu. Lagi pula ini juga rumah ku." Jawab Risa seadanya.
__ADS_1
Bukan maksud untuk durhaka kepada ibu mertua,tapi Risa sungguh muak jika harus berdebat dengan ibu mertua yang tak akan pernah ada ujung nya.
"Terserah kamu saja,aku kesini hanya ingin bertanya pada mu." Ujar ibu mertua.
"Apa benar kamu sudah tak melayani suami mu dengan baik? Bahkan kamu cuek tentang pakaian suami mu,kamu tak peduli jika suami mu kelaparan ketika bangun tidur,atau bahkan pulang kerja?." Lanjut nya. Dia bertanya seperti itu karena cerita dari Ibram dan juga menantu baru nya itu.
"Kalau iya,memang nya kenapa Bu? Lagi pula,masih ada istri yang satu nya lagi kan? Jadi mas Ibram tidak akan kerepotan seperti yang ibu bilang tadi." Jawab Risa santai.
"Selly belum terbiasa melakukan hal seperti itu,dia juga baru di rumah ini. Kamu harus menghormati adik madu mu,jangan mentang-mentang Selly tinggal dirumah ini,kamu lepas dari tanggung jawab mu!!." Ujar Bu Heni.
"Tanggung jawab?? tanggung jawab seperti apa maksud ibu? anak ibu saja dari dulu gak pernah ada tanggung jawab nya. Mungkin dulu aku terlalu bodoh jika harus menerima semua kekurangan anak ibu."
Sekarang giliran Selly yang berbicara.
"Bu,masa sih aku sama mas Ibram di suruh tidur di kamar pembantu." Adu Selly dengan memegang lengan Bu Heni
Bu Heni melotot sempurna.
__ADS_1
"Apa?? Kurang ajar kamu Risa bisa-bisanya anak dan menantu ku kamu suruh tidur di kamar pembantu!!" Ujar Bu Heni, di susul dengan menjambak rambut panjang milik Risa.
"Aduh sakit bu." teriak Risa
Sungguh,rasanya kulit kepala Risa akan terlepas dari tengkorak.
Dengan cepat ia mendorong tubuh Bu Heni yang pendek dan berisi.
"Bu,ibu gak apa-apa?." Ucap Selly seraya membantu ibu mertua nya bangkit.
Tiba-tiba mas Ibram datang dan menyaksikan hal yang baru saja terjadi.
"Risa !! apa-apaan kamu hah?? kenapa kamu mendorong ibu ku?" teriak Ibram dan menyusul Selly membantu ibu nya bangkit.
"Ibu mu dulu yang mulai mas,apa aku salah membela diri ku jika fisik ku di sakiti??."
"Tapi dia ibu ku,ibu mu juga!!!." jawab Ibram.
__ADS_1
"Kalau aku mau,aku bisa saja melaporkan mu ke polisi." Lanjut nya.