
3 HARI BERLALU. . .
Sudah 3 hari jisung tinggal di dorm ilichil, untung saja dream tidak sedang melakukan comeback, jadi mereka bisa bergantian menjaga jisung.
jisung yang sekarang sangat pendiam dia bahkan tidak melakukan apa apa hanya diam saja di kamar duduk lalu menangis begitu saja sepanjang hari.
Tidak ada yang meninggalkan jisung sedetikpun sesuai pesan noona haeun, barang-barang berbahaya juga di jauhkan dari jangkauan jisung.
Karena ilichil hari ini ada jadwal hari ini, jadi dream di suruh ke dorm mereka untuk menjaga jisung sementara.
"Jisung makan ya, hyung sudah buatkan makanan kesukaan mu" kata renjun.
Jisung hanya diam menatap kosong ke arah jendela
"Renjun hyung, apa jisung sudah mau makan?" tanya jaemin yang baru masuk ke kamar
"Dia belum makan satu suap pun jaemin, menatapku saja dia tidak" jawab renjun
"Jisung... aku bawakan bunggompamg untuk mu" teriak chenle yang menghampiri jisung
"ini untuk mu semuanya, kau mau kan?"
Jisung hanya menatapnya datar apa yang dibawa chenle lalu kembali menatap jendela
"Apa kau masih marah pada kami? Maaf kan kami jisungah" tutur jeno
Jisung terus saja diam
"Kau boleh pukul hyung jisungie, kau boleh tampar hyung, ayo lakukan saja asal jangan mendiami kami begini saeng" kata jaemin lirih, dia benar benar tidak tahan jisung terus mendiami mereka seperti ini.
Jisung hanya menatap jaemin dingin "kalian tidak perlu seperti ini, hyung ilichil tidak ada di sini, kamera cctv juga telah ku cabut, jadi bersikap lah seperti biasanya" tutur jisung lalu kembali lagi menatap jendela
DEG
Renjun menggeleng "jisung kami tidak bersandiwara, kami benar-benar menyesal" kata renjun sedih
"Aku akan tidur" ucap jisung lalu merebahkan dirinya "pergi dan jangan menggangguku"
"Apa dia tidak mempercayai kita? Apa dia masih berfikir kita bersandiwara hyung?" kata chenle
"Dia masih butuh waktu chenle, kita mengabaikannya 1 tahun wajar jika dia bersikap seperti ini, aku akan ke dapur dulu" kata jeno keluar kamar jisung
"Kau temani jisung jaem, aku akan menyiapkan air hangat untuknya mandi, ayo chenle" ajak renjun lalu keluar bersama chenle
Jaemin mengusap kepala jising, lalu dia ikut berbaring di samping jisung.
Jisung yg belum tidur sepenuhnya kini menatap jaemin, begitupun sebaliknya.
"Kemarilah" jaemin membuat jisung agar tidur memeluknya
Tapi Jisung menghindar dan menatap jaemin sengit.
"Kau sudah lama tidak tidur nyenyak bukan? Biarkan kali ini hyung membuat tidurmu nyenyak saeng" kata jaemin
Jisung mendengus dan mebalikan badannya memunggungi jaemin
Jaemin menghela nafasnya dan tersenyum tulus "tidur lah aegy boy" jaemin memeluk jisung dari belakang dan mengelus lembut kepala jisung
__ADS_1
Jisung ingin menolak tapi, usapan jaemin seolah menghipnotisnya, rasa kantuk pun benar-benar menghampirinya samapai dia benar-benar terlelap.
Jaemin yang mendengar dengkuran halus dari jisung pun membalikan jisung dengan pelan agar jisung menghadapnya, lalu ia menidurkan jisung di dadanya.
"Maafkan hyung nee, hyung janji tidak akan mengabaikan mu lagi, maaf kau begini karna hyung kan saeng, maafkan hyung" tutur jaemin
Sementara di tempat lain, yuta yang terus gelisah dan terkesan terburu-buru sekali dalam pemotretannya, dia melakukannya dengan cepat, dia ingin segera pulang dan menemui jisung, dia juga masih tidak suka dengan anak dream lainnya karena masalah itu.
"Hyung, apa aku boleh pulang duluan?" tanya yuta pada manager
"Kenapa? Apa kau sudah selesai pemotretannya?" tanya manager
"Sudah hyung, aku sudah menyelesaikan semuanya" jawab yuta
"Kenapa kau terburu buru sekali yuta? Ada apa?" tanya teil
"Aku ingin segera pulang hyung, aku mau menjaga jisung" jawab yuta
"Jisung kan ada anak dream yang menjaga yuta hyung" kata jungwoo
"Aku tidak percaya mereka! Hyung jebal boleh ya" pinta yuta
"Baiklah, tapi kau pulang bersama bodyguard ya, tidak boleh sendiri" kata manager
"Baik hyung, guys aku pulang duluan ya" pamitnya pergi
"Aaaah aku juga mau pulang, hyungnim aku ingin lebih dulu di foto" teriak haechan rusuh.
Sesampainya di dorm yuta langsung pergi ke kamar jisung, dia melihat jisung yang tengah tertidur di pelukan jaemin.
"Apa dia sudah makan?" tanya yuta dingin
"Aishh" yuta langsung keluar lalu kembali lagi dengan semangkuk bubur di tangannya.
"Saeng.... Bangun yuk" yuta membangunkan jisung dengan lembut
Perlahan jisung membuka matanya, tapi bukannya bangun dia malah memeluk jaemin erat
"eomma" lirih jisung "hiks hiks hikss" jisung kembali menangis
"Sssstt tak apa, oemma sudah bahagia jisungiee" tutur jaemin mengelus kepala jisung.
"Hiks hiks hiks"
Yuta perlahan melepaskan pelukan jisung dari jaemin
"Makan dulu ya saeng" kata yuta
Jisung menggeleng dan terus menangis.
"Ayolahh jisung, kau belum makan dari semalam, apa kau ingin terus terus makan lewat infus" tutur yuta
Jisung mengeratkan pelukannya pada jaeminn
"eomma hiks hiks" lirihnya
"Jisungiee, eomma mu tidak akan senang melihat jisungnya seperti ini, kau mau membuat eomma appa mu sedih hm?" kata jaemin
__ADS_1
Jisung menatap jaemin dengan air mata yang terus mengalir.
"Bukan hanya eomma mu, tapi jihwan hyung, noona haeun, dan kami semua sedih, sijeuni juga sedih jika mereka melihat ini" kata jaemin
Jaemin pun mendudukan dirinya, begitu juga jisung.
"Biar aku yang suapi hyung" kata jaemin
Jisung menahan tangan jaemin, lalu dia memberikan sendok itu pada yuta.
"Kau mau hyung yang suapi?" tanya yuta, dan jisung mengangguk
Yuta tersenyum "baiklah, buka mulutmu aaaaaaaa" kata yuta
Jaemin senang akhirnya jisung mau makan meski bukan dia yang menyuapi setidaknya jisung mau makan.
"Kau tau tidak,hyung buru buru menyelesaikan pemotretan hyung, agar bisa bertemu dengan mu, kalau haechan lihat ini dia juga pasti akan iri pada hyung" kata yuta sambil tersenyum
Jisung hanya diam sambil mengunyah
"Jisungiiieeeeee" teriak chenleee ia langsung lompat ke kasur
"Yak!! Chenle ya!" omel jaemin
"Chenle bisa kah kau pelan pelan! Untung saja makanan jisung tidak jatuh" tegur yuta
"Mianhe hyung" cengir chenle "jisungie kau tau, sijeuni sangat merindukanmu, aku live tadi dan banyak sekali yang menanyakan mu, apa kau mau live bersama ku untuk memberi tau sijeuni bahwa kau baik baik saja" antusias chenle sambil memegang tangan jisung
Jisung melepas genggaman chenle perlahan, lalu menatap yuta lagi
"Aku ingin minum" kata jisung datar
Yuta segera memberikannya, setelahnya ia suapi lagi jisung.
"Kau masih marah padaku ya?" nunduk chenle
"Chenle biarkan jisung makan dulu ya.." kata jaemin lembut sambil mengelus punggung chenle, dia tidak mau jika mood jisung akan turun lagi dan berakhir tidak ingin lanjut makan.
"Ini sangat lucu, Dulu aku pernah bilang kalau aku tidak akan memeluk jisung, tapi skarang aku sangat ingin memeluk mu jisungie hiks hiks" tangis chenle sambil mengucek matanya
"Hey... Kau menangiss, apa kau tidak malu di lihat oleh dongsaeng mu?" kata yuta
"Lihat lah jisungie, hyung so keren mu ini menangis di depan mu sekarang" ledek yuta
"Chenle ya, sudah jangan menangis seperti ini" kata jaemin
"Jisung apa kamu tidak kasihan melihatnya? Dia jadi cengeng sekarang bukan" kata jaemin
"Aku juga dulu menangis, tapi tidak ada yang mengasihaniku, kau beruntung, kau tidak sendiri" tutur jisung
Mereka bertiga malah terdiam mendengar ucapan jisung.
"Jisungahh.."
*
*
__ADS_1
*
Jangan lupa like, comment dan follow 💚🥰