
Keesokan harinya...
Jisung terbangun di tempat yang sangat indah. Banyak burung dan bunga bunga yang cantik.
"Wahhh tempat apa ini?" kagum jisung, dia mengedarkan matanya, hingga dia melihat 3 orang yang juga sedang menatapnya dengan tatapan sebal.
Tapi berbeda dengan jisung menatap mereka, Mata Jisung berbinar saat melihat mereka. "oemma, appa, hyung" jisung langsung berlari, tapi saat hendak memeluk eommanya mengehentikan langkah jisung.
"Berhenti!" perintah eomma nya
Jisung terdiam "kenapa eomma, aku ingin memeluk mu, jwi rindu eomma"
"Aku tidak mengenal jwi ku yang ini, jwi ku anak yang pintar, dia baik hati, tidak putus asa, dia selalu semangat menjalani hidupnya, tidak seperti ini kau tidak seperti anak kesayangan ku" kata oemma nya
"Benar, adikku sangat ceria dan tidak pantang menyerah, adikku akan mengejar cita cita nya dan sopan terhadap orang yang lebih tua darinya, tidak seperti dirimu" tukas jihwan
"pergi dan jangan dekati kami"
Jisung menangis "hiks hiks hiks bagaimana jwi bisa pergi hiks, jwi tidak bisa hidup tanpa kalian hiks hiks"
"Jwii... Kamu tidak sendiri putraku, masih banyak yang menyayangimu, hyung hyung mu disana menyayangimu sayang" kata appa mengelus pucuk rambut jisung
"Appaa hiks hiks" jisung memeluk appa nya
"Belajar berlapang dada dan memaafkan semua yang lalu sayang, anak appa anak yang baik kan? Appa yakin kau bisa sayang" kata appa
"Aku ingin ikut appa" isak jisung
"Jangan mulai keras kepala jisungie, wujudkan cita cita mu, wujudkan cita cita eomma yang ingin melihatmu menjadi bintang sukses" kata oemma
"Kau bisa jwi, hyung tau kau anak yang kuat, kami semua selalu ada di samping mu saeng, percayalahh" kata jihwan
"Kemarilah anak eomma tersayang" kata oemma yang merentangkan tangannya agar di peluk jisung.
Jisung memeluk oemma nya sambil terisak.
"Dengar oemma ya jwi, dimana pun dan kapanpun, kami akan selalu bersamamu, kami selalu ada di sini bersama jwi" oemma menunjuk dada jisung
"Tapi oemma hiks hiks"
"Hidup bahagialah demi kami semua jwi" kata oemma nya
"Jisunggggggggg" teriak seseorang
"Waktunya kami pergi putra ku, ingat pesan appa ya sayang.." kata appa
"Tidak appa, aku ingin ikut bersama kalian hiks" isak jisung
"eomma selalu mendukung mu sayang.." oemma mengelus rambut jisung
"Hyung akan menunggu bintang hyung bersinar paling terang saeng" kata jihwan
"Titip noona ya hihihi"
"Jisungg" teriak seseorang itu, jisung nengok ke belakangnya ternyata jaemin yang memanggilnya dari tadi, saat jisung menengok ke keluarga nya lagi mereka sudah menghilang
__ADS_1
"eomma, appa, hyung!! Tidakkkk jangan tinggalkan aku lagiii! Hiks hiks eommaaaaaa.."
"Jisung bangun!! Kau kenapa, jisungg!!" panik jaemin karena sedari tadi jisung menangis dalam tidurnya sambil memanggil keluarganya
"Eunghhhhh ssshh" jisung terbangun dia merasakan sakit di kepalanya.
"Syukurlah kau bangun juga, minum dulu" ucap jeno memberikan jisung minum
Jaemin membantu jisung agar duduk bersandar.
"Kau tak apa jisungie?" tanya jaemin khawatir ,matanya masih terlihat bekas air mata, dia menyekat keringat yang ada di wajah jisung dengan handuk.
"Jaemin hyung" gumam jisung, tapi masih terdengar oleh jaemin dan anak dream yang lain.
"iya... Hyung di sini saeng, kau mau apa hmmm?" tanya jaemin lembut
"Mianhe hyung hiks" lirih jisung
Jaemin menggeleng sambil meneteskan air mata
"Hyung yang salah, hyung yang minta maaf padamu nee, kau jangab menangis lagi" ucap jaemin menghapus air mata jisung
"Hyung juga" tutur jisung lalu menghapus air mata jaemin.
Jaemin kembali memeluk jisung, "hyung sangat merindukamu saeng"
"Jisung maafkan hyung juga nee, hyung selalu kasar padamu" kata jeno
"Hyung juga, maaf jika perkataan hyung menyakiti mu" timpal renjun
"Aku juga jisung, aku tidak mau kita perang dingin lagi, aku tidak suka!" kata chenle
"Aku tidak di maafkan?!" pekik chenle
"Kau juga chenle, kau juga hyung ku kan" kata jisung
"Aiigoooooo kau menganggap ku hyung sekarang?" teriak chenle tak percaya
"Chenle ya, apa kau tidak bisa kecilkan suara lumba lumpa mu itu hah" kesal renjun
"Hehehe mian hyung" kekeh chenle
"hyung" panggil jisung
Semua mata pun tertuju pada jisung
"Jangan mengabaikan ku lagi.." cicit jisung
Semuanya tersenyum mengangguk lalu memeluk jisung sama sama.
1 MINGGU KEMUDIAN. jisung sudah di periksa oleh noona haeun, dia sudah rajin makan dan minum obat, sifat temprament nya terkadang masih datang saat dia mengingat hal buruk, tapi para hyung nya selalu berusaha menenangkan jisung dengan sabar sesuai saran haeun.
Seperti pagi ini, jaemin harus pergi ke agensi karena ada jadwal, tapi jisung terus menempel padanya dan tidak mau di tinggal jaemin, dia terus duduk di pangkuan jaemin sambil memeluknya seperti koala.
Para hyung dream yang lain sudah membujuk nya, bahkan sampai manager dream ikut membujuk jisung, tapi jisung kukuh tidak mau melepaskan jisung.
__ADS_1
"Jisungie sudah ya... Kau bersama hyung yang lain dulu, jaemin hyung harus segera pergi, ini sudah hampir telat saeng jika macet nanti hyungmu bisa kena marah" kata manager
"tidak mau, jaemin hyung tidak boleh pergi" tukas jisung memeluk jaeminnya lebih erat
"Heiii, jaemin hyung harus kerja kau mau nanti jaemin di marahi hemmm?" ucap ranjun
"Iyaa, apa kau tega jisungie?" kata jeno
"Aku tidak mau jaemin hyung pergi" lirih nya seperti menahan tangis
"Heii dengar hyung, hyung akan segera kembali sungie, hyung tidak akan lama okeee" kata jaemin
Jisung menggeleng
"Jen.." renjun mengkode jeno agar menarik jisung dari jaemin
"Nah ayooooo saeng ikut hyung ya" jeno berusaha melepaskan pelukan jisung dari jaemin
"Aaaah tidak hiks hiks, hyung hiks hiks" jisung malah menangis kejer sambil memepererat pelukannya pada jaemin
"Ayoo jisung ini sudah telat loh jaeminn nyaa" kata renjun membantu jeno juga
"Hiks tidak mau hyung tidak mau hiks hikss" tangis jisung
Mereka sudah kewalahan jisung sama sekali tidak mau melepaskan jaemin, tapi ini sudah telat sekali, jaemin harus segera pergi.
"Astaga park jisung, ayoooo kau tidak boleh seperti ini anak nakalll" jeno kini menarik jisung lebih memaksa hingga tangan jisung benar benar lepas dari jaemin
"Aaaaah andwee adweeee, hiks hyungggg, aku tidak mauuuuuu, hyung hikss hiks" jeno mencoba menahan jisung yg terus berontak
"Berangkat jaemin sekarang! " printah jeno
"Tapi jen, jisung. . ." jaemin tidak tega melihat jisung meraung seperti itu.
"Hyung jangan pergi hiks , jaemin hyung aaaaah lepassss hiks hiks" isak jisung
"Jaemin ayo cepat, kita sudah telat" kata manager
Jaemin mengangguk "hyung akan kembali secepatnya saeng" kata jaemin lalu pergi
"Aaahhhh andweee hyungggggg jangan pergi hiks hiks, lepasss hiks lepasssss" berontak jisung
"Heiii jangan marah marah gini dongg, kan ada hyung yang lain" kata jeno lalu menggendong nya ala koala
Jisung memukul mukul pundak jeno "aku tidak mau! Turun kan aku! Aku mau sama jaemin hyung aku tidak mau! "
"Renjun hyung tolong ambilkan makanan dan obatnya ya" ucap jeno
Akhirnya pun jisung makan dan minum obat dgn mereka, meski mereka harus membujuknya mati matian.
*
*
*
__ADS_1
Jangan lupa like, comment dan follow 💚🥰
thank you 🙏💚