
Pagi hari, di Jakarta, di kamar kost, yang tertata rapih, bersih, seperti tidak ada sebutir debu pun disana, tiba-tiba cewek cantik terbangun dan langsung melihat jam di hp, dia terkejut karena melihat jam enam lebih tiga puluh menit, padahal dia masuk sekolah jam tujuh pagi, dia langsung ke kamar mandi, setelah rapi pergi ke sekolah.
Sampailah Asiana di Sekolah jam tujuh lebih lima belas menit,ketika itu pintu gebang Sekolah yang sudah di tutup,dia dapat masuk ke Sekolah, jika sudah jam ke dua pelajaran, dia pun duduk di warung soto dekat Sekolah,sambil melihat hp lalu berkata dalam hati yang kesal,
"Kenapa sih, mama tiga hari ini tidak membangunkan aku melalui telepon, dihubungi enggak bisa, sibuk banget jadi polwan"
Asiana masih duduk di warung soto, ingat mulai kecil dia sudah terbiasa di tinggal pergi kerja oleh mamanya ,terkadang pagi pulang pagi, bisa juga tidak pulang, tapi walau pun sibuk tugas sebagai polwan di Polda Surabaya, mamanya Asiana sering berkomunikasi dengan melalui hand pone, atau sosial media, jadi walaupun dia jarang ketemu mamanya, tapi dia tahu mamanya sayang padanya.
Asiana kalau di tinggal pergi kerja oleh mamanya, dia bersama seorang nenek tetangga, yang menjadi asisten rumah tangga mereka. Asiana juga telah ditinggal oleh ayahnya sejak umur satu tahun.
Asiana tiga hari bingung kewatir, karena tiga hari ini mama dia tidak telepon, dan di telepon tidak bisa, keluarga lain tidak tahu mengapa, hati dia gelisah dan bingung harus bagaimana, tapi hari ini dia berniat setelah pulang Sekolah, menelepon kantor mamanya, untuk mencari info.
Bel Sekolah jam kedua pelajaran berbunyi, dan dia masuk ke Sekolah,dan dia dapat hukuman membersihkan toilet setelah pulang Sekolah, masuklah dia ke kelas, dia duduk bangku di barisan ke tiga tengah, guru pelajaran kedua pun datang bersama murid baru, Asiana tak perhatikan, dia asik dengan mengambil buku dalam tas, dan hati dia yang masih kesal dengan mama dia.
Tapi setelah murid itu mengenalkan diri, dan berkata
__ADS_1
"Nama ku Alena, berasal dari Surabaya, aku adik sepupu dari Asiana"
Asiana terdiam shok,bingung tapi dalam hati berkata
"Apa apa ini sih,kenapa ini,adik sepupu,tapi wajah dia mirip mama, tapi dia muda seperti umur enam belas tahun,kok namanya sama, dan sepupu dari mana,apakah mama dapat tugas?"
Asiana hanya bisa diam,Alena duduk di sebelah Asiana yang kebingungan,Asiana berbisik
"Apakah mama dapat tugas."
"Tugas apa,aku diberi tahu ayahku, kamu adalah sepupuku," kata Alina.
Sementara itu di sebuah rumah besar,seseorang duduk berbadan gemuk tinggi duduk di kursi bos, menelepon anak buah di Sekolah dan dia berkata,
"Ingat mata rantai jaringan, jangan sampai ke aku, dan kamu,biarkan si pemakai dan pengedar tertangkap"
__ADS_1
"Iya, bos, walau pun mereka sudah mengirim intelijen dari lima tahun lalu, tapi mata rantai kita aman, jangan kewatir itu bos." kata anak buah tersebut
Bos itu menutup telepon, berkata dalam hati dengan amarah dendam
"lima belas tahun telah menjalan bisnis ini, untuk anakku telah mati, dibully,dan cekokin narkoba, tapi para guru di sekolah itu hanya diam,padahal kalian tahu siapa pelaku ,bebas dengan alasan anak dibawah umur, sekarang sekolah kalian ku hancurkan pelan-pelan, sampai kapan pun,aku tak mau memaaf kalian semua."
Tiba-tiba ada mengetuk pintu,ternyata seketaris yang datang, dan berkata
"Pak ada tamu, Bapak Heru"
" ya persilahkan masuk" kata Bos
Heru pun masuk, duduk memberikan berkas laporan dan berkata
" ini laporan keungan,hasil dari anak murid, yang berasil menjual teman ceweknya."
__ADS_1
Mendengar perkataan Heru tersebut, Bos itu memukul meja dengan kedua telapak tangan dia yang besar, lalu berdiri, dengan wajah marah.
BERSAMBUNG.