
"Asiana, kamu telah sadar?" kata Aliana, sambil tersenyum, melihat Asiana anaknya membuka mata, setelah pingsan sepuluh hari.
"Kamu, siapa? kata Asiana.
"aku... adik sepupu mu." kata Aliana
Aliana pun berkata hati
"Maafkan mama harus bohong, agar kejahatan di sekolah terhentikan"
Sebulan kemudian di Sekolah Anggara 1, dikagetkan dua suara motor sport, itu mencuri perhatian murid sekolah tersebut, setelah berhenti di pakiran sekolah, mereka penasaran siapa yang mengendarai motor sport tersebut.
Di Gea dan Gina kebetulan berada di pakiran motor tersebut penasaran dengan dua orang wanita yang naik motor sport, memkai helm Full face hitam, jaket hitam, rok seragam sekolah tersebut, betapa kagetnya ternyata adalah Asiana sahabat mereka, tapi mereka tak kenal dengan Aliana, yang datang bersama Asiana.
Sejenak Gea dan Gina terdiam, lalu berlari dengan senang menghampiri Asiana,
" Asiana, akhirnya lu sekolah?
"Kalian siapa ? gue tak kenal !!!" jawab Asiana dengan mata sinis, dan meninggalkan mereka berdua.
Aliana berbisik ke Gea
"Dia bukan Asiana yang dulu" sambil meninggalkan mereka berdua.
Gea dan Gina heran, Asiana yang mereka kenal, Asiana grily dan hanbel,sopan, tapi yang sekarang berbeda, itu membuat mereka bingung.
Di kelas 11 IPS 2, Pak Tio yang mengajar, di datangi guru lain, ternyata ada dua murid yang mau masuk, ketika murid itu masuk ternyata membuat Pak Tio kaget, Asiana kelas IPA 1, pindah ke kelas dia, lebih kaget lagi, melihat Aliana, yang mirip mantan istrinya.
__ADS_1
"Saya Asiana Mega, saya murid IPA, yang pindah kelas IPS, kerena kesehatan saya"
"Saya Kartika Aliana, panggil saja Aliana pindah sekolah, untuk menjaga sepupu saya."
Pak Tio kaget, Asiana Mega dan Kartika Aliana adalah nama anaknya dan mantan istrinya, dan Aliana memang mirip dengan istrinya, dia bingung tapi berusaha fokus, dangan dengan meminta keduanya duduk.
Aliana ternyata juga kaget, karena gurunya adalah mantan suami yang 17 tahun yang lalu meninggalkan tanpa alasan jelas, tapi Aliana harus tenang, ini demi putri dia, Aliana harus menyamar jadi murid sekolah tersebut.
Ternyata di pojok kelas ada pemuda berwajah tampan, melihat tajam ke Asiana. Aliana melihat ke pemuda tersebut, dia mengetahui pemuda itu bernama Roman, pemuda yang mengantar Asiana ke UGD, tapi Roman tidak tahu Asiana, di pindahkan ke ruang rawat rahasia, karena Aliana tidak mau satu orang pun tahu tentang kondisi Asiana saat itu.
Ternyata di sebuah ruangan, berbentuk kantor, ada guru yang duduk di meja kerja, dan di depanya ada dua murid cowok berdiri, sang guru berkata nada keras
" Pastikan Asiana tidak membongkar rahasia kita, sekarang!"
"Baik Pak, " kata kedua murid tersebut, lalu meninggalkan ruangan tersebut.
" Sial !!! Asiana memiliki data rahasia, bisa kacau bisnis ku ini, dia harus musnah."
Pak guru itu menahan marah dangan meremas kuat kertas.
Pak Tio yang sekarang di ruang guru, mengingat istrinya Aliana yang lagi melahirkan putrinya Asiana Mega, dan sebulan kemudian dia harus meninggalkan istri dan anaknya demi keselamatan keduanya, karena sebuah misi rahasia, bertapa kagetnya hari ini, dia melihat Aliana yang sama persis istrinya, tapi bedanya Aliana istrinya berambut pendek polwan, sedangkan ini, rambut panjang berponi, dan juga Aliana sekarang wajahnya, masih muda, tak ada tanda penuaan, itu membuatnya bingung.
Pak Tio, baru pindah sebulan ke sekolah ini, kerana itu baru tahu ada murid namanya sama persis dengan nama putrinya, itu juga membuat bingung, pada akhirnya, dia mengecek data di komputer sekolah untuk mengetahui tentang mereka berdua, tapi tak menemukan apa pun, dia pun memutuskan untuk pergi ke suatu tempat.
Menuju ke Kost Asiana dan Aliana yang motor sport di jalan dikejar sepuluh motor, aksi kejar- kejaran terjadi, pada akhirnya mereka berdua terpaksa berhenti, karena 10 motor tersebut berhasil mencegat.
Aliana dan Asiana turun, sepuluh orang langsung mengepung, Aliana sebagai polwan tentu mengusai bela diri, dia tahu Asiana juga bisa bela diri, namun membuat dia kewatir kondisi Asiana yang Amnisia, apakah bisa menghadapi mereka,
__ADS_1
" Tangkap Asiana," kata seseorang dari mereka yang masih memakai helm full face
salah satu dari mereka maju siap-siap tangkap Asiana, tanpa diduga, Asiana langsung menendang dada orang mau tangkap dia, dan orang itu terpental sejauh 3 meter, melihat itu dua orang lainnya, lansung mau menyerang, melihat anaknya mau di serang, Aliana mengelurkan tendangan sambil melompat, berahasil menjatuhkan salah satunya, begitu dengan Asiana memukul perut salah penyerang tersebut.
Tiba-tiba semua para penyerang ikut menyerang, terjadilah perkelahian sepuluh melawan dua wanita, satu persatu dapat di kalahkan oleh Aliana, namun ternyata Asiana terpojok karena harus menghadapi tiga orang sekaligus.
Dalam terdesak Asiana terkena tendangan tersungkur, tapi pada saat mau dipukul, tangan si penyerang ada menahan, ternyata ada pemuda menolong Asiana, terjadilah perkelahian tiga orang melawan pemuda tersebut.
Aliana yang melihat Asiana tersungkur, jadi lengah, dia pun terkena tendangan, membuat dia tersungkur juga, tapi dia di bantu oleh seorang bapak-bapak.
Aliana dan Asiana bangkit dan membantu kedua penolong mereka, para penyerang kewalahan mereka pun memutuskan untuk kabur.
Asiana dan Aliana kelelahan, ketika mereka melihat ke arah kedua penolong mereka, bertapa kagetnya ternyata Pak guru Tio dan Roman.
Secara bersama Roman dan Pak Tio berucap
" Kalian baik-baik saja,?
Alina dan Asiana hanya mengangguk, Asiana mengucapkan
" Terimakasih"
Tapi tiba-tiba tubuhnya doyong kebelang, Roman orang terdekat dia, langsung menagkap punggung Asiana, Roman mendekap Asiana dalam keadaan pingsan, melihat itu Aliana berlari menghampiri,sambil secara spontan berkata
" Asiana anakku,"
Mendengar perkataan Aliana, Roman dan Pak Tio, kaget menatap Aliana.
__ADS_1
BERSAMBUNG