
"Asiana...,ayo kita ke Sekolah" Teriak Alena dari luar rumah kost.
Asiana keluar rumah kost,dia melihat Alena memakai jaket kulit,dengan di dalamnya seragam sekolah,dan celana panjang kulit, siap menaik motor sport, melihat mamanya pakaian seperti itu, telah terbiasa, karena dia tahu,mama itu tomboy, beda dengan dia yang gerly dan lemah lembut.
"Alena, kamu pakai celana ke Sekolah ? kata Asiana yang menunjukan expresi heran.
"Ya enggak lah, celana nanti ku ganti rok, biar enggak ribet , naik motor, ayo kita berangkat" kata Asiana.
"ayo, tapi jangan ngebut," kata Alena.
Di rooftop sekolah, ada lima orang, satu Jubah Hoodie hitam, pakai masker, sering di panggil X ,dan di depannya ada murid tiga cowok, di panggil M, IA, dan satu cewek, di panggil SA
"Tugas matimatika kamu, bagaimana ?" kata X
"Aman, Master x , semua masih dalam rumusnya" kata M
"Bagus, tapi ingat sang kimia, akan ada terus, dan kemungkinan sekarang sudah ada, peringatan dari Master T," kata X.
" Siap Master X," kata empat orang tersebut.
" Sekarang kita bubar, ingat jangan sampai ada yang tahu kita turun dari rooftop," kata X
Mereka bubar, mereka pun turun, tapi hanya sampai lantai empat, dan mereka masuk ke gudang, ada lemari besar, ternyata lemari tersebut bisa di geser, dan sebagai pintu ke lorong yang luasnya hanya bisa satu sepada motor, jalur lorong tersebut mengelilingi gedung sekolah, bisa di pakai untuk naik turun sekolah tersebut, namun lorong tembus rumah kosong, di balik hutan buatan, di belakang Sekolah.
Mereka adalah konplotan jaringan nakorba di Sekolah itu, mereka memakai istilah mata pelajaran, sebagai kode pengedaran narkoba, mereka menyebut diri mereka adalah Lima Mawar Hitam .
Sedangkan di Sekolah, Alena pergi ke toilet,keluar toilet, dia melihat seorang pria berpakain seragam guru, berjalan menuju dia, terkejutnya dia, itu mantan suaminya yang tiba- tiba hilang, ketika Asiana berusia satu tahun.
__ADS_1
Alena sadar tidak mungkin dia menyapa, dan mengobrol banyak kerena tugas penyamaran, karena itu dia hanya diam, ketika mau berselisihan hanya berkata
"Permisi pak," Alena langsung berjalan lagi,
Akan tetapi dia,kembali terkejut ketika pria atau Pak guru Rangga, berkata
" Manggis jatuh dari pohon,"
itu kode mereka berdua, hanya mereka aja tahu jawabannya.
Alena paham kode tersebut, tapi dia berkata
" Bapak bicara sama saya? "
" Iya, kamu mencari manggis jatuh dari pohon?" kata Rangga
Jawaban Alena tersebut, membuat yakin Rangga bahwa Alena mantan istrinya, dan dia tahu Elena lagi penyamaran, tapi dia bingung kenapa mantan istrinya bisa nampak seperti usia enam belas tahun.
Asiana, dan Alina, kini beristirahat di kantin bersama Sera dan Kaiala, yang lagi duduk di meja pojok kantin, tiba-tiba Heru cowok ganteng, tapi si tulang lunak, datang ke meja mereka, langsung berkata,
"Besti, Ronal si cowok super duper ganteng, dan tim bansketnya telah kembec," kata Heru gaya tulang lunaknya.
Sara, Asiana dan Kaila serta cewek- cewek yang lain, langsung berdiri, pada berlarian keluar Kantin, menuju lapangan basket, untuk melihat Ronal latihan.
Sedangkan Alena, masih makan, dia tidak tertarik dengan Ronal, tapi dia ingat bahwa Ronal, juga salah satu lima orang terduga penyebar narkoba di Sekolah ini, infomasi ini dia dapat dari data kepolisian, tapi belum bisa dibuktikan, oleh karena itu dia juga pergi, untuk menyelidiki Ronal.
Asiana dan cewek-cewek berteriak-teriak memberi semangat sama Ronal, idola mereka, yang cowo ganteng Atlet basket yang sudah masuk timnas.
__ADS_1
Asiana yang salah satu penggemar Ronal, akan tetapi dia kaget dan replek berteriak, dan menutup mata dengan ketelapak tanganya, ketika melihat bola mengarah ke wajah dia, beberapa detik membuka telapak tangan dari wajah dia, dan melihat bola sudah di tangkap oleh Alena.
Alena menatap tajam ke arah Ronal, yang terlihat oleh Alena seperti sengaja melempar bola ke arah Asiana, Asiana langsung, berteriak
" Hai you, Ronal, mengapa sengaja melempar bola ke Asiana? "
Ronal tesenyum songong, berjalan sambil berkata
" Gue, bukan mau melempar Asiana, tapi mau melempar ke Roman di belakang Asiana."
Semua murid langsung melihat ke arah Roman, yang berdiri di belakang dari Asiana, Alena langsung berkata
" Ronal , You pembasket yang bodo,"
Semua orang kaget mendengar perkataan Alena tersebut, begitu dengan Ronal.
" Kalau You, bukan pembasket bodo, tidak lakukan tindakan yang membahayakan," lanjut kata Alena sambil terus menatap Ronal.
" What, pembasket bodo, kata lu , gue ini sudah jadi kapten timnas," kata Ronal juga menatap tajam ke Alena.
Alena mendekat ke Ronal, sampai jarak mereka hanya lima puluh centi meter aja, lalu berkata
" I challenge you, one on one,"
" Siapa takut, lu siapa, gue jabani lu, tapi nanti pulang sekolah,karena ini jam masuk kelas" kata Ronal.
Alena dan Ronal saling menatap mata.
__ADS_1
BERSAMBUNG.