
Alena dan yang lain, meninggalkan lapangan, Tapi Asiana melihat ke Roman, yang tadi berada di belakang dia, dan mendekati Roman,
"Apa kabar?" kata Asiana sambil tersenyum.
"Baik, kamu sendiri bagaimana?" kata Roman dengan tatapan dingin.
"Baik juga, kenapa kamu di sini, bukanya kamu tak suka keramaian?" kata Asiana.
" Itu tak penting, siapa wanita yang menatang Ronal?" kata Roman.
" Alena, adik sepupu ku, kenapa?" kata Asiana.
Roman hanya diam, dan langsung meninggalkan Asiana,
"Hai manusia es batu, langsung pergi aja, kebiasaan buruk !" kata Asiana yang kesal.
" Siapa manusia es batu ?" kata orang di belakang Asiana.
Asiana tahu, suara itu, sambil takut dia berbalik, dan melihat orang tersebut, ternyata benar, itu suara Bapak guru Rangga, dia pun tersenyum,
"Itu Roman pak, permisi saya mau ke kelas," kata Asiana.
Bapak Rangga pun hanya ngaguk, tanda mempersilahka Asiana,untuk keluar lapangan.
Alena dan Ronal, setelah pulang Sekolah, berada di lapangan basket, siap bertanding, disaksikan oleh Asiana dan murid yang lain, di sana pun ada Roman.
Ronal dan Alena saling tatap mata, berkata
"Lu, pasti kalah, kalau gue menang, lu harus menuruti semua perkataan gue selama setahun."
__ADS_1
" Oke, You kalah, maka you harus teraktir makan selama setahun," kata Alena.
" Kita lakuakan sepuluh poin," kata Ronal.
" Oke," kata Asiana
Karena Alena memenangkan Free Throw, maka mulai duluan, Alena melihat jarak cukup Ronal dengan dia, juga kaki Ronal sudah sedikit ke kanan, maka dia melakukan langsung shooting, dan masuk.
Ronal sedkit terkejut, serangan itu, tapi sekarang giliran dia, saat Alena menberikan bola ke dia, Ronal mudur beberapa langakah, melihat Alena tidak mengikuti dia ,ada jarak cukup jauh , dia serang dengan croosover lalu double jab, setelah Alena dapat di lewati, maka dia langsung shooting dan masuk.
Alena tersenyum, lalu Ronal trasisi, maka Alena melihat Ronal sudah mau dekati dia, maka dia pro croos, dan berasil melawati Ronal, langsung shooting dan masuk.
Pertandingan sangat sengit,sudah berjalan cukup lama,mereka lakukan bebagai trik, sekarang nilai mereka sembilan sama, ini giliran Alena, dia menyerang dengan croosover, tapi melihat Ronal melakukan gerakan mundur, dan ada jarak cukup jauh, maka dia putuskan untuk shooting langsung, dan masuk.
Bola kini di tangan Ronal, dia harus memasukan, karena kalau gagal , maka dia kalah, Ronal pun mulai serangan dengan pro cros, dia melakukan kesalahan Pro cros dengan dua tangan, maka Alena melihat itu, langsung bisa mencuri bola, maka Ronal gagal, Alena menjadi pemenang.
"Gue kalah, lu hebat, gua akan teraktir lu selama setahun."
"Terimakasih Ronal," kata Alena.
Ronal pun pergi, meninggalkan lapangan, dengan rasa marah dan malu, begitu juga penggemar dia, mereka langsung meninggalkan lapangan.
Asiana dan teman-teman, pun menyampirin Alena, mereka tak sangka, Alena bisa mengalahkan Ronal, seorang pembasket, yang sudah masuk Timnas Basket.
Kini Ronal berada di toilet Sekolah, untuk ganti pakaian, tapi tiba-tiba di balik pintu toilet, ada berkata
" Ini tugas matimatika untuk mu, gue letakan di depan pintu, ingat setelah lima menit, baru kamu ambil."
" Oke," kata Ronal.
__ADS_1
Setelah lima menit, Ronal membuka pintu toilet, ternyata ada buku Matamatika, terus dia ambil, lalu dia masukan dalam tas.
Asiana dan Alena, sekarang sudah di kost, mereka berdua, asik ngobrol tentang pertandingan tadi, tapi tengah-tengah percakapan mereka, Alena berucap
" I lihat you, ngobrol dengan Roman, waktu kita kembali ke kelas, siapa Roman?"
Asiana terdiam sesaat, lalu menjawab
" Roman sehabat Asiana."
" Sahabat atau Pacar ?" kata Alena.
" bukan , dia itu sahabat Asiana aja, mana mungkin aku pacaran dengan manusia es itu," kata Asiana.
" Manusia es,?," kata Alena expresi bingung.
" Iya, karena dia itu super kaku, super dingin, dulu dia bersabat juga dengan Ronal, tapi entah mengapa kini bermusuhan, Asiana nggak tau," kata Asiana.
" apa... dia dulu sahabat Ronal !!! " kata Alena yang kaget.
" Iya," kata Asiana
Alena pun berkata dalam hati
" Kalau Roman, dulunya sahabat Ronal, aku harus dapatkan info tentang Ronal, dari dia,"
Sedangkan Ronal di kamar rumahnya, dia buka buku Matimatika, yang ternyata bukan sebuah buku, tapi sebuah kotak, dan isinya paket sabu.
BERSAMBUNG.
__ADS_1