MANISNYA KESABARAN

MANISNYA KESABARAN
part 9


__ADS_3

angin malam kini menjadi teman sepi Jihan yang duduk di dalam kamarnya dekat Jendela yang terbuka , dan Jihan memandang ke langit yang tidak ada bintangnya sama sekali , Jihan berkata dalam hati sepertinya Alam tau kalo aku lagi berpisah dengan sahabat ku Dela .


hmmm , begini ya rasanya berpisah dengan orang yang kita sayang ,sakit nyesek di dada .


aku gak bayangin gimana sedihnya Ayah dan Ibuk nanti kalo kehilangan aku dan tidak bisa bertemu lagi selamanya , dan betapa sok nya nanti Ayah Ibuk tau kalo aku terkena penyakit kangker darah selama ini , tapi aku gak tega ngasih tau mereka sekarang , selagi aku bisa melewatinya sendiri dan aku yakin aku pasti bisa melawan penyakit ini dan suatu saat nanti pasti sembuh , tanpa Ayah Ibuk tau kalo anak nya selama ini sedang melawan penyakit yang parah .


tanpa jihan sadari ternyata Ibuk nya masuk ke dalam kamar dan melihat Jihan yang sedang menangis sesegukkan di dekat Jendela .


dengan perlahan Ibuk Erna melangkah mendekati anaknya yang sedang menangis dan memegang bahu Jihan dari arah belakang , berusaha menenangkan anaknya .


Jihan kaget dengan kehadiran Ibuk nya dan berusaha menutupi kesedihannya , dengan cepat Jihan menghapus air matannya .


seakan - akan dia baik - baik saja sekarang , dan ketika di tanya Ibuk nya kenapa dia menangis , Jihan tidak mengatakan yang sejujurnya , Jihan beralasan kenapa dia menangis tadi itu karena baru selesai membaca novel yang sangat sedih , untung nya Ibuk nya percaya dengan apa yang Jihan katakan .


ketika Ibuk nya keluar dari kamar , air mata itu jatuh lagi , karena Jihan sedih sampai kapan dia membohongi Ibuk nya dan merasa bersalah dengan Ibuk nya tapi Jihan tidak ada pilihan lain selain itu .

__ADS_1


setelah menangis Jihan ketiduran ,dan kebangun jam tiga subuh , Jihan


pun melaksanakan sholat sunah tahajut dan menunggu azan subuh Jihan menyempatkan membaca Al Qur'an dan zikir pagi .


lain halnya dengan Elena yang kesiangan bangun ,sholat subuh pun ketinggalan ,karena tadi malam Elena begadang nonton derakor .


dengan cepat Elena mandi dan bersiap - siap untuk pergi ke kampus ,sangking terburu - burunya sarapan pagi pun tidak sempat .


di perjalanan menuju kampus tidak sengaja Elena melihat dosen Adam yang sedang duduk di bengkel pinggir jalan .


" Dam , motor kamu kenapa , ucap Elena dari jendela mobil yang terbuka .


" Elena , itu ban motor aku bocor Len , ucap Adam sambil berdiri dari duduk nya "


" oh , gimana nebeng aja sama aku Dam , nanti bisa telat loh ngajarnya .

__ADS_1


" hmmm . Ucap Adam sambil berpikir .


" tidak usah banyak mikir Dam , ayo cepat naik .


" iya , makasih ya Len .


" sama - sama Dam .


di perjalanan Elena berusaha mendekati Adam dengan berbagai cara , namun Adam risih dengan sikap Elena dan berusaha menghindar dari Elena .


beberapa menit kemudian mereka sampai di kampus , Adam yang berjalan duluan masuk ke dalam kampus di kejar Elena dari belakang dan menggandeng tangan Adam , namun adam berusaha melepasnya tapi tidak bisa .


Jihan yang baru sampai di kampus melihat dosen Adam yang di gandeng Elena , entah mengapa ada rasa cemburu di dalam hatinnya .


Jihan berusaha menghilang kan rasa cemburu itu , dan mengiklaskan dosen Adam dengan Ibuk Elena , dan Jihan sadar diri dia siapa dan dosen Adam siapa , Jihan menduga mana mungkin Dosen Adam suka padannya .

__ADS_1


Jihan pum masuk ke kampus dengan wajah yang tersenyum berusaha menutupi kesedihan nya .


__ADS_2