MANISNYA KESABARAN

MANISNYA KESABARAN
part 8


__ADS_3

" Rabu 20 sebtember .


cerahnya sinar matahari pagi ini , menambah semangat Jihan untuk pergi ke kampus , kali ini Jihan tampil sedikit beda kelihatan lebih cantik dari biasanya .


wajah yang kelihatan lebih ceria di tambah kacamata yang di pakainya yang menambah kecantikannya , kali ini pertama kali Jihan ke kampus dengan memakai kaca mata ,karena sebelumnya tidak pernah sama sekali .


lain halnya dengan Dela sahabatnya Jihan yang kelihatan galau dan tidak ada semangat untuk menjalani hidup , yang namanya hidup pasti ada turun naiknya bukan hanya semangat dalam menjalani hidup , iman seseorang pun bisa naik turun ,Dela hanya duduk di kursi dalam kelas , dengan menyandarkan kepalanya ke dinding kelas dekat jendela dengan pandangan yang kosong .


Jihan yang baru masuk ke dalam kelas , matanya langsung tertuju pada Dela yang lagi ngelamun seperti ada masalah yang di hadapinya hari ini .


dengan cepat Jihan berjalan ke arah Dela , untuk menyadarkan lamunannya ,namun sayang langkah nya terhenti seketika di karenakan dosen Adam sudah datang ,sontak Jihan berbalik arah menuju tempat duduknya yang ada di barisan depan .


pembelajaran pun di mulai , namun selama dosen Adam menjelaskan di depan Jihan kurang memperhatikan , karena Jihan kepikiran dengan Dela yang duduk di belakangnya yang dari tadi lihatnya hanya ngelamun saja beda dengan Dela sebelumnya yang dia kenal yang selalu ceria dan selalu ada hal aneh yang dia lakukan agar bisa jadi bahan candaan dan tawaan semua temannya di kampus .


tanpa Jihan sadari ternyata Dosen Adam memperhatikannya dari tadi .


" Jihan kamu kenapa ? , ada masalah "


" eh , tidak pak .


" coba kamu lanjutkan apa yang bapa terangkan barusan .


" baiklah pak , hmmm jadi klo kita pengen jadi seorang dokter kita harus berani dengan darah , ucap Jihan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal .


" Jihan ketahuan kan kalo kamu tadi tidak fokus memperhatikan penjelasan dari saya .

__ADS_1


" iya pak maaf , ucap Jihan sambil menundukkan kepalanya karena malu .


" iya gak papa , kali ini saya maafkan lain kali jangan di ulang ya .


" iya pak .


tiga jam berlalu akhirnya mereka pulang .


Dela pun langsung mengejar Jihan yang sudah berjalan duluan dengan temannya yang lain .


dengan cepat Dela melangkahkan kakinya agar bisa menyusul Jihan di depan yang berjalan keluar menuruni tangga kampus .


" Jihan tunggu "


" udah jangan banyak omong , ada hal penting yang ingin aku bicarakan sama kamu , ayo ikut aku ke taman dekat kampus sebentar .


" baiklah Del .


di perjalanan menuju taman Dela tidak banyak bicara , kali ini dia hanya diam di sepanjang jalan , Jihan yang melihat perubahan sikap Dela pun semakin penasaran sebenarnya apa yang akan Dela curhat kan padanya .


sesampainya di taman , di bawah pohon yang rindang Dela langsung menangis sejadi jadinya sepertinya sudah dari tadi Dela menahan air mata itu namun baru sekarang bisa iya keluarkan , Jihan yang melihatnya langsung memeluk Dela dengan mengusap kepalanya seakan memberikan kekuatan dan rasa sabar kepada Dela .


" Del kalo kamu mau meluapkan semua rasa sedih kamu selama ini yang semua orang mungkin tidak tau termasuk aku , maka keluarkan lah sekarang dengan begitu akan mengurangi sedikit beban di dalam hatimu Del .


tanpa Jihan sadari air matanya pun ikut menetes , namun segera dia hapus agar Dela tidak melihat , dan biyar Dela taunya Jihan baik - baik saja selama ini , padahal ada kesedihan yang Jihan sembunyikan dari semua orang selama ini .

__ADS_1


" Han , aku pengen curhat sama kamu , ucap Dela sambil melepaskan pelukkan Jihan dan memegang kedua belah bahu Jihan .


" boleh Del silahkan , aku siap jadi pendengar kamu hari ini .


Dela pun mengambil nafas panjang , untuk memulai curhattannya , seakan memikul beban yang begitu berat .


" Jadi gini Han , ucap Dela dengan suara yang bergetar dan serak karena habis nangis , mungkin hari ini hari terakhir kita bertemu Han , karena aku mau di nikahkan dengan kedua orang tuaku dengan orang pilihan mereka dan acara pernikahan itu di Bandung Han , rummah nenek aku ,karena nenek tidak memungkinkan untuk ke Jakarta karena kesehatan nenek sekarang , jujur ya Han sebenarnya aku belum siap untuk menikah sekarang , aku masih ingin melanjutkan kuliah aku ,dan mewujutkan mimpi aku sejak kecil ingin menjadi seorang dokter Han , tapi sekarang mimipi itu musnah dan semua rencana yang aku susun sebelum lulus SMA itu kayanya tidak terujut Han .


" Del , aku kaya di sambar petir di siang bolong mendengar cerita dari kamu tadi , aku gak nyangka hari ini hari terakhir kita bertemu Del , jujur dari hati aku paling dalam aku begitu berat dengan perpisahan kita hari ini Del , kamu tau sendirikan hanya kamu teman dekatku sekarang , kalo kamu ke Bandung aku tidak punya sahabat seperti kamu lagi Del , yang selalu menghibur ku di kala aku sedih dan kamu selalu ada di kala aku susah senang , bukan hanya teman yang ada di kala senangnya saja , di jaman sekarang semakin susah mencari sahabat seperti kamu , sahabat dunia akhirat Del in syaa Allah , kamu juga sering mengingatkan ku tentang kebaikkan dan semua itu akan ku ingat selalu Del .


" iya Han , dan aku kepikiran han setelah menikah nanti akan seperti apa kehidupan ku , pasti banyak yang berubah Han , dan sedikit cemas gimana kedepannya nanti .


" Dela dengerin aku , yakin aja sama rencana Allah Del , karena rencana Allah adalah yang terbaik , terkadang kita terlalu berlebihan memikirkan sesuatu yang jelas - jelas sudah Allah atur , padahal cukup di jalani , yakini dan syukuri bahwa rencana Allah adalah yang terbaik , dan jangan hawatir kedepannya seperti apa ,jalani yang sekarang intinya ridho dengan ketetapannya , dan jangan lupa berdoa dan selalu ikhtiar ya Del.


" iya Han makasih ya nasehatnya , makasih juga udah dengerin curhat aku tadi .


" iya Del , sama - sama , udang dong sedihnya senyumnya mana , ucap Jihan dan tersenyum pada Dela .


" hehe kamu bisa aja Han , ucap Dela dan tersenyum manis pada Jihan .


hampir dua jam mereka di taman , karena itu adalah pertemuan terakhir mereka , yang sama - sama merasa berat untuk berpisah , karena mereka ingin selalu bisa sama - sama hingga tua nanti tapi takdir berkata lain , persahabatan mereka harus berpisah pada hari itu juga , hari Rabu 20 sebtember 2023 .


sebelum mereka benar - benar berpisah Jihan mengasihkan gelang kesayanganya dengan Dela , begitu juga dengan Dela sebagai tanda perpisahan persahabatan mereka , dan mereka berpelukkan sekali lagi sebelum akhirnya mereka pulang ke rumah masing masing .


di perjalanan pulang Jihan begitu sedih dengan apa yang terjadi dengan persahabatan mereka , begitu Juga dengan Dela yang hanya duduk terdiam di dalam mobil dan sesekali melihat gelang pemberian dari Jihan di taman tadi , air matanya pun menetes melihat gelang itu .

__ADS_1


__ADS_2