
Fany berjalan dengan lesu. Ia diusir dari rumah Alena oleh Tante Riri-Mamahnya Alena, karna hari mulai malam takut Fany dicari oleh Ayahnya.
Tin Tin bunyi klakson membuat Fany tersentak kaget.
"Habis dari mana Fan?Mukanya kok kaya orang ilang" tanya Bagas cowok yang mengagetkan Fany. ia melepaskan helmnya.
"Gua abis diusir" sautnya dengan muka cemberut.
"Diusir siapa?"
"Sama Tante Riri...Katanya gua takut dicariin sama Ayah. Padahal, semalem apapun gua pulang nga akan dipeduliin" jelasnya.
"Lo capek?"
"Capek banget malah, coba lo bayangin gua jalan dari rumah Alena ke rumah gua. lo tau kan jaraknya tuh jauh banget"
Bagas memakai helmnya kembali lalu menyalakan mesin.
"Eh lo mau kemana?" tanya Fany menarik tangan Bagas. "Anterin gua..."
"Yaudah naik" saut Bagas tersenyum.
Fanypun menaiki motor sport Bagas.
"Ayo kita jalan jalan, Goo!" teriak Bagas yang mendapatkan cubitan ditangannya. "Eh sakit Fan"
"Anterin gua pulang, bukan jalan jalan!" bentak Fany.
"Iya iya tapi nga gratis" Bagas menaikan alisnya.
"Dasar Pelitt!"
_______
__ADS_1
Sesampainya di gerbang kediaman Resta.
"Mau mampir dulu?" tanya Fany turun dari motor sport Bagas.
"Emmmm Nga dulu, kapan kapan aja gua ada urusan" saut Bagas.
"Yaudah hati hati dijalan" Fany melambai lambaikan tanganya. "Hati hati ya"
"Cie kawathir sama gua"
"Dih ge'er..gua cuma takut sekarang kan malem jum'at nanti ada mbah Kunti yang bonceng di motor lo, nanti lo kira itu gua terus lo ngomong sendiri dijalan,haha" tawanya, Bagas hanya geleng geleng kepala.
"Gua kan tampan dan pemberani nga akan takut gituan"
"Iya iya gua percaya"
Bagas melajukan motornya, Fany merasa Bagas sudah jauh dari rumahnya ia masuk ke dalam rumah.
"Habis dari mana?" tanya Pria duduk di sofa.
"Emang anak yang ngatau diri!" bentak Ayahnya.
Ia berhenti berjalan. "Fany emang anak yang ngatau diri"
"Kamu lihat adikmu, dia bisa banggain Ayah! nga kaya kamu bisanya nyusahin orang!"
Fany menundukan kepalanya. "Banggain terus anak Ayah yang satu itu" saut Fany dengan suara pelan yang masih bisa Ayahnya dengar. "Asalkan Ayah tau...dia lebih buruk dari Fany"
"Kamu!"
"Yah, Fany capek mau tidur" ucap Fany menaiki tangga. Ia membuka pintu kamarnya lalu menutup dengan keras.
Stefany Aurora Klaresta cewek jutek yang tinggal bersama Ayahnya dan Adiknya-Karin. Umurnya dengan Karin hanya berbeda beberapa detik. Banyak yang mengira Fany dan Karin kembar beda ibu.
__ADS_1
Flassback On
"Mas aku hamil" gembira Santi. Resta hanya terdiam.
dilain sisi istri tersayangnya juga Hamil. ia bingung harus bagaimana.
"Mas...Kamu nga bahagia?" tanya Santi.
"Aku bahagia banget kok" sautnya tersenyum
9bulan kemudian Resta stres ia memilih menemani Santi atau Arini yang sekarang sudah waktunya melahirkan. Akhirnya ia meminta dokter supaya digabungkan.
Santi saat melihat Istri kedua Resta ia hanya tersenyum menahan tangisnya. Untungnya mereka melahirkan dengan selamat, sayangnya karna Arini mengalami pendarahan yang cukup hebat ia meninggal dunia.
"Arini"Resta meneteskan air matanya.
"Mas, sudahlah anaknya biar kita bersama yang rawat"
"Kalo boleh aku yang akan mengasihkannya nama gpp?" Resta hanya mengangguk paham.
"Nama anakku akan aku beri emmm Stefany Aurora Kalresta gimana bagus kan?" tanya Santi. Resta lagi lagi hanya mengangguk.
"Terus kalo anaknya, istri kamu yang satunya ini siapa namanya?" Santi terus memalingkan topik supaya Resta tidak menangis terus menerus.
"Arini"
"Owh Arini..kalo gitu nama yang bagus buat si gadis kecil ini emmm Karin iya Karin Aulia Klaresta." setelah mendengar pemberian nama dari Santi ia sangat gembira.
Resta langsung memeluk Istri pertamanya. "Terimakasih" Santi lagi lagi menahan tangisnya untuk menerima takdir yang ia alami. Suaminya berhubungan dengan wanita lain.
Flassback Off
🖤🖤🖤🖤
__ADS_1
Stay with cerita me^^
awokawok:v