
Fany berdiri di tengah pesta. ia memegang segelas air putih hanya melihat kanan kiri seperti orang ilang. Kedua teman Arga katanya lagi ada urusan jadi mereka meninggalkan Fany sendirian.
"Dor!" seseorang mengagetkannnya.
"Arga!Astaga lo ngagetin gua" Fany berteriak kesal.
"Untung jantung gua nga copot"
"Yahhhhh" Arga cemberut. "Padahal gua maunya jantung lo beneran copot haha"
"Jangan bercanda deh, dah lah gua mau ke kamar" Fany berjalan ke arah tangga.
"Ikut"
"Ngaboleh!" Fany berdesis.
"Lah kenapa?padahal lo tadi mau ikut kesini dibolehin di gua" ucapnya memasang muka melasnya
"Argara kalo yang ini beda"
"Lo sekolah dimana?" tanya Arga yang ingin menanyakan sadari tadi.
"Di Erlangga" jawab Fany
"Gua besok baru sekolah disana"
"Owh pantes nga pernah lihat"
Fany tidak mengerti. "Lihat siapa?"
"Lihat bintang dilangit yang indah terang bagaikan cahaya-"
"Dasar Aneh" Fany meninggalkan Arga sendirian.
__ADS_1
Fany membuka pintunya. Ia terkejud ketika ruangan kamarnya sudah berubah menjadi pink.
"Bi Inah kamar Fany kok jadi gini" tanyanya kepada pembantu di rumahnya yang sedang beres beres.
"Emm itu Non"
"Kamu sekarang pindah ke kamar Kania ya nak, barang barangmu juga udah diberesin di kamar Kania" ucap Ayahnya datang tiba tiba di belakangnya. "Kamar Kania yang dulu katanya udah kecil"
"Okeh" sautnya berjalan menuju kamar sebelah.
'Cih anak manja, padahal kan semua kamar sama ukurannya' Fany membantin tidak trima.
Ia membuka pintu kamar yang masih bertulis Kania Chan yang sekarang sudah kamarnya.
"Huft" Fany menghela nafas berat ketika melihat barang barangnya yang masih berada di kardus. Ia lalu mulai membereskan semuanya setelah berganti pakaian memakai baju tidurnya.
"Okeh mari mulai bersih bersihnya...Lets go!" semangatnya 46.
"Ayo Goo!" teriak seseorang berjalan memasuki kamarnya.
"Eh kok ngusir sih?gua udah minta ijin sama Ayah lo" ucapnya mengambil sapu.
"Aduh, sinih gua aja yang bersih bersih lo nanti capek" Fany merebut sapu dai tangan Arga.
"Biar gua aja yang nyapu gua bisa kok"
"Ngausah sinih beriin ke gua"
"gpp"
"Sinih!"
"Ngamau"
__ADS_1
"Arga sinih"
"Gua aja yang nyapu"
Mereka merebutkan satu sapu, padahal di tempat itu ada 2 sapu.
"Arga lo ngapain disini" ucap Kania yang ingin melihat kegaduhan disebelah kamarnya, ia masuk ke dalam kamar dengan berjinjit.
Arga dan Fany melirik Kania yang susah payah memakai gaun untuk sebisa mungkin tidak terkena debu dilantai.
"Mau bersih bersih bantuin Fany, yanga" Arga melirik Fany sekilas.
Fany pasrah lalu melepaskan sapu dari tanganya. "Terserah lo"
"Gua boleh bantu?" ucap Kania.
"Emang pestanya udah selesai?" tanya Fany melirik Kania malas.
"Udah Kak tenang aja"
'Dih panggil gua kakak paling bisar kelihatan baik didepan Arga, sebenernya Arga ini siapa sih?' batin Fany bertanya tanya.
"Lo ganti pakaian dulu kalo gitu" suruh Fany kepada Kania.
Kania pun mengangguk lalu keluar dari kamar lamanya yang sekarang ditempati oleh Fany.
Fany melirik Arga yang hanya terdiam. Ia tiba tiba langsung merebut kembali sapu ditangan Arga. Akhirnya, ia mendapatkannya.
"Makanya jangan ngelamun, haha" tawanya memulai menyapu kamar.
Kania merasa geram diluar kamar, ingin sekali memukul Fany karna bisa tertawa bersama Arga. Lalu ia pergi menuju kamarnya dengan cepat karna tidak ingin Arga direbut oleh Fany.
🖤🖤🖤🖤
__ADS_1
Stay with cerita me^^
Awokawok:v