
Arga menuju ke kardus yang berisi foto foto sekaligus buku didalamnya. "Wow kyut" ucapnya mengambil satu foto yang membuatnya tertarik.
"Ini lo?"
Fany mengangguk sembari menyapu kamarnya.
Arga lagi lagi tertarik dengan satu buku. ketika Fany melihat Arga mengambil buku berwarna kuning ia langsung merebutnya dari tangan Arga. Arga secepat kilat langsung menaikan tangannya. "Lo kenapa?mukanya kaya takut banget gua baca isinya, emang isinya apaan sih" Arga melirik sampul depannya.
"Diary, owh ini buku harian lo?"
"Tolong jangan baca isi belakangnya" mohon Fany melompat lompat supaya mencapai buku itu.
"Ngaboleh lihat belakangnya ya?kalo gitu gua mau lihat depanya" Arga membuka buku Diary itu dengan menghadap ke atas.
"Senin 16 April, Waktu itu seseorang cowok menolongku" Arga memulai membaca.
Fany lemas ketika bukunya telah dibaca seseorang. "Huft, Sial" ia menghela nafas kesal.
Senin 16 April.
Waktu itu seseorang cowok menolongku ketika gua terjatuh dari sepeda.
Cowok itu sangat baik banget sampe Fany natap dia lekat lekat.
Jantung Fany juga sampe jedag jedug gitu gila kaya abis maraton.
"Gua cuma punya hansaplast gambar spidermen kamu mau?" gua masih inget banget dia bilang gitu.
Sampe terus terusan di mimpi gua' Arga berhenti membaca dipertengahan lalu melirik Fany yang masih berjinjit supaya mencapai buku Diarynya.
"Cowok itu namanya Gaga" ucap Fany membalas tatapan Arga. "Gua tau lo mau nanya nama dia kan?"
"Fafa" Arga tersenyum lalu memberikan buku Diary Fany.
"Hay Fafa" sapanya.
Fany terkejud ketika mendengar nama kecilnya yang diberikan Gaga diucapkan oleh Arga. "L-lo tau dari mana?"
"Kak Fany" teriak Kania membuyarkan suasana.
Fany menaruh buku diarynya dilaci.
"Em gua mulai dulu dari mana?" tanya Karin bingung.
__ADS_1
"Lo nyapu" suruh Arga menatap Kania tanpa ekspresi.
"G-gua ngabisa"
Arga menaikan satu alisnya. "Kenapa?"
Karin hanya terdiam.
"Dia nga pernah nyapu" Fany menjelaskan.
"Kasih aja sapu ke dia, suruh belajar" Arga melemparkan senyumannya.
Tanpa basa basi Karin langsung merebut sapu dari tangan Fany. "Biar gua aja"
"Beneran lo mau nyapu?"
"Gua bisa nyapu kok"
"Fa lo bantuin gua"
Fany menoleh ke arah Arga lalu mengangguk.
"Yaudah kalo gitu gua bantuin Arga beresin barang barang gua, lo nyapu dari ujung sana ke sana okeh" Fany tersenyum kecut ketika Kania akam menyapu ruangannya yang cukup luas.
"Fa bantu gua"
Fany mendekat ke arah Arga. "Jangan panggil gua nama itu!" bentak Fany pelan, supaya Kania tidak mendengar pembicaraan mereka.
Arga memajukan bibir bawahnya. "Kenapa?Lo ngasuka"
Fany memilih mengabaikan. Ia mengambil barang barang dari salah satu kardus yang lain.
Arga mengeluarkan boneka beruang berwarna putih yang belakangnya bertulis Ice bear. "Fa ini boneka mau ditaroh dimana?"
Karna Fany tidak ingin berbuat ribut dan membuat boneka itu sobek atau nanti terbelah jadi dua gara gara mereka perebutkan.
Akhirnya, ia menunjuk ke arah tempat tidurnya.
Setelah Arga paham, ia menuju tempat tidur lalu menaruh boneka itu disamping bantal.
Arga merasa ia capek membereskan barang barang Fany. sebenarnya malah Arga tidak melakukan apa pun hanya mengeluarkan barang barang yang menurutnya tidak tertarik.
Arga mulai berbaring di kamar Fany.
__ADS_1
####
"Woy bangun" Fany menepuk nepuk pipi Arga berulang kali tidak membuat laki laki itu terbangun.
"Arga" panggilnya memulai keras.
"ARGARA GARIN NGATAU LANJUTANNYA APA, BANGUN!!!" teriaknya.
Arga yang sedang bermimpi sedang bertemu bidadari terbangun oleh teriakan Fany yang membuatnya tidak nyaman. "Ngapain Bi pagi pagi bangunin gua" Ia berbalik membenarkan posisinya yang tidak nyaman.
Bi?dia kira gua pembantunya apa
Fany membuka korden dengan lebar lebar supaya cahaya matahari membuatnya silau.
"Bi Inah pagi pagi kok udah-" ucapnya berhenti ketika melihat Fany dengan muka kesal.
"Lo ngapain di kamar gua?" Arga terbangun melihat seisi rumah yang sudah berbeda. dindingnya berwarna biru tidak hitam seperti kamarnya. banyak sekali foto cewek dan ia memegang boneka yang tidak pernah ada dikamarnya.
ini kamar siapa?kok jadi biru semua?apa jangan jangan papah udah renovasiin?
"Lo dikamar gua!" bentak Fany masih kesal. Semalaman ia tidak bisa tidur karna sofa dikamarnya tidak terlalu panjang membuatnya sulit untuk bergerak. Fany memutuskan untuk tidur di kamar tamu karna kamarnya ditempati oleh Arga.
Sebelum pergi ia ingin mengambil bonekanya yang dipeluk erat oleh Arga. Tiba tiba tangannya yang ditarik.
"Fafa disini aja temenin Gaga" Arga berguman dengan matanya yang masih tertutup.
Tidak tau kenapa air mata Fany menetes satu persatu, Fany langsung mengusap kedua air matanya. Lalu ia duduk di bawah lantai dengan kepalanya yang bersandar di atas tempat tidurnya.
"Ga" panggil Fany lagi lagi ia meneteskan air matanya.
"Eh kok nangis" Arga mendekat ke arah Fany. "Kenapa?"
"L-lo jangan panggil nama itu lagi" ia menahan tangisnya.
"Nama?nama siapa?" "Oh ya btw nama gua Argara Gabrin, bukan Garin marga gua Alexsandra inget itu jangan sampe salah lagi"
Arga mengusap pipi Fany lembut.
"Gaga" tangisnya tidak bisa dibendung lagi.
🖤🖤🖤🖤
Stay with cerita me^^
__ADS_1
Awokawok:v