Marischa

Marischa
01


__ADS_3

Hari ini hari paling bahagia untuk Karin, tidak untuk Fany.


Stefany Aurora Timoty anak pertama dari Arini mempunyai adik bernama Kania Aulia Klaresta. namun, ketika mereka berulang tahun hanya Karin yang akan dirayakan oleh Ayahnya. Karna Fany bukanlah anak kandung Resta.


Fany berlari menuruni bukit yang tidak jauh dari rumahnya, beberapa kali ia terjatuh tetap saja berusaha untuk berdiri.


Fany menghapus air matanya. "Ayah jahat sama Fany" ucapnya.


Ia terjatuh lagi kesekian kalinya.


'Sial gaun ini susah banget buat lari sih' gumannya.


"Lo kuat banget" ucap seseorang Laki laki dihadapannya.


"Auwg kaki gua"


"Tuh kan makanya jangan lari lari di bukit" Laki laki itu membantu Fany untuk duduk


Ia meluruskan kaki Fany. "Lo mau ngapain?"


Tanpa basa basi ia membersihkan luka Fany dengan kapas yang ia bawa. "Woy pelan pelan perih"


Tanpa meperdulikan rintihan Fany, Laki laki itu memasangkan hansaplas ke lututnya.


Fany ingin tertawa tetapi ditahan. "Prfttt"


"Lo jangan ke ge'eran ini punya adik gua makanya gambarnya Hello Kitty" ucapnya


"Iya iya gua percaya"


"Oh ya kenalin gua Stefany" Fany mengulurkan tangannya


"Argara panggil aja Arga" Arga menerima uluran tangan Fany.


"Lo kenapa?" tanyanya.


"Gua hari ini ulang tahun" jelasnya terang terangan.


"Hbd kalo gitu" sautnya tersenyum.


"Makasih, btw lo yang pertama kali ngucapin"


Arga terkejud, hari sudahlah malam nga mungkin sehari ini ngada yang ngucapin dia.

__ADS_1


"Maksud lo?"


"Iya...lo pasti nga percaya kan?gua itu sebenernya anak yang tidak diinginkan" jelasnya menahan tangisnya


"Nangis aja gpp mungkin bisa membuat lo lega dikit" Arga memeluk Fany tanpa minta izin.


Fany yang merasa nyaman dalam pelukan Arga mengungkap semuanya.


"Dia jahat"


"Dia benci Fany"


"Fany nga akan benci Ayah Fany."


"Katanya Fany anak yang ngatau diri"


ungkapnya dengan tangis yang ia pendam sedari pagi.


"Udah lah lo sekarang ada gua" Arga mengelus kepala Fany.


"Eh lo apa apaan meluk gua" sadar Fany mendorong Arga lalu menghapus air matanya.


"Ye lo harusnya berterima kasih bisa ada sandaran buat beban lo"


"Ngabutuh"


"Lo mau kemana?ikut" mohonya.


"Lo kenal Kania?" tanya Arga melirik Fany.


"Dia adik gua, eh kok lo tau" bingung Fany berusaha berdiri.


"Kalian lumayan mirip"


"Hah?mananya?dia mirip Ayah kalo gua mirip Bunda"


Arga hanya mendengarkan ucapan Fany lau pergi meninggalkannya. "Woy..lo mau kemana?gua ikut" Fany menarik tangan Arga sebelum ia pergi.


"Ke ulang tahun adik lo, beneran mau ikut?"


Ia terdiam, tanpa memikir panjang lebar Fany mengangguk.


Mereka berdua pun pergi bersama.

__ADS_1


diperjalanan.


"Eh lo ngapain di bukit?"tanya Fany yang masih mengenggam tangan Arga.


"Nyari angin"


"Owh"


Fany pun sampai di gerbang kediaman Resta.


"Ayo" ajak Arga. Fany masih terdiam memandang rumah besarnya.


"Berubah pikiran nih ceritanya" ucap Arga


"Ya ngalah ayo masuk" ucapnya percaya diri. Fany memasuki rumahnya yang banyak tamu undangan keluarganya.


"Arga lo lama banget" ucap laki laki yang seumuran dengannya.


"Iya sampe Om Resta nungguin lo lumutan tuh, dari tadi dia nyariin lo"


Fany terheran karna tidak pernah melihat mereka berdua sepertinya teman Arga.


"Selamat malem semuanya terima kasih sudah datang diacara ulang tahun gue" ucap Kania memakai mic.


"Pertama tama kita akan mengundang tamu spesial kita"


"Argara Gibran Alexsandara"


Arga yang mendengar panggilannya lalu menyerahkan Fany kepada teman temannya.


"Tolong jagain dia" ucapnya. "Jangan diapa apain inget"


"Iya iya" mereka mengangguk bersama.


"Lo mau kemana lagi Ga?" tanya Fany.


"Lo mau ikut?"


"Ehhh lo mau ke sana ya" Fany menunjuk panggung yang tidak cukup tinggi. "Kalo kesana gua nga ikut dulu hehe"


"Yadah lo disini dulu, ada dua teman teman gua mereka pasti jagain lo" jelasnya lalu meninggalkan Fany menuju ke arah panggung.


🖤🖤🖤🖤

__ADS_1


Stay with cerita me^^


Awokawok:v


__ADS_2