
"Gaga" tangis Fany menjadi jadi.
Arga tersenyum. "Eh jangan nangis terus"
"Gua nanti dimarahin sama Ayah lo, nanti dikira gua yang buat lo nangis"
"Lo emang yang buat gua nangis!"
"Gua udah nyari lo dimana mana"
"10 tahun gua nyari lo!"
Arga terdiam. "Lo ngapain nyari gua" tanyanya bingung.
"Karna lo satu satunya yang buat gua nga ingin kehilangan lo lagi!" Fany secara tiba tiba memeluk Arga. Arga membalas pelukannya.
"Eh btw sekarang jam berapa?" tanya Arga mengalihkan topik pembicaraan.
"Jam 7.30" jawab Fany melepaskan pelukannya lalu menuju ke kamar mandi untuk menghapus tangisnya.
Seketika mereka berdua terkejut bersamaan.
"Wait?setengah 7?Pagi?"
"Astaga Fan gua telat"Arga menerobos Fany sebelum masuk ke kamar mandi.
"Eh gua dulu, gua juga terlambat"
"Lo sih nangis terus dasar cengeng!"
__ADS_1
"Apa?lo nyalahin gua? yang salah tuh elo! bangunnya kelamaan..awas gua dulu. Ini kamar gua!" Fany membetak membuat Arga menyerah pasrah.
"Yadah lo dulu, abis itu gantian"
"Gua kasih lo 5 menit dihitung dari sekarang 1...2...3" hitungnya menuju ke sofa untuk menunggu Fany. Fany yang tidak terima tetapi juga tidak ingin ribut terus dengan Arga ia buru buru masuk ke dalam kamar mandi.
####
10menit kemudian Fany keluar dari kamar mandi yang sudah memakai pakaian SMAnya dengan rambut yang digulung. Ia melempar handuk ke arah Arga.
"Cepetan mandi gua kasih waktu 2 menit lo harus udah selese, titik!"
"Eh maksud lo?gua tadi kasih waktu 5 menit lo keluar 20 menit kemudian, kok lo malah ngasih gua-"
"Udah jangan protes! nanti terlambat" Fany mengeringkan rambutnya yang setengah basah. Tanpa basa basi Arga masuk ke dalam kamar mandi lalu menutupnya dengan keras
Brugh. Fany yang mendengar suara itu langsung tersentak kaget. "Astaga Arga"
Beberapa menit kemudian Arga keluar dengan memakai kaos oblong yang ia temukan di dalam kamar mandi. Entah gadis itu dapat dari mana baju itu pas untuknya. Ia melirik seisi ruangan tidak melihat Fany.
Arga pun langsung menuruni tangga dengan tergesa gesa. "Pagi om Resta" panggilnya kepada Pria separuh baya yang sedang duduk di meja makan.
"Arga?kok kamu bisa disini?" tanya Resta bingung.
"Ceritanya panjang" Arga mengambil roti di piring entah punya siapa. "Buat Arga ya om Arga laper" Resta hanya mengangguk.
Ia keluar dari rumah Fany. Fany yang sudah menunggunya lama langsung menarik tangan Arga.
"Mobil lo yang mana?" tanya Fany melirik dua mobil di depan rumah.
__ADS_1
"Tuh" Arga menunjuk ke arah motor sportnya.
"Okeh, Ayo kita ke rumah lo buat ganti baju terus anterin gua ke SMA Erlangga" tanpa basa basi Fany langsung menaiki motor Arga.
Arga mengambil kunci di sakunya tidak ada.
"Astaga kunci motor gua ketinggalan di atas laci lo"
"Yaudah cepet ambil!"
Arga tersentak kaget ketika melihat ekspresi Fany yang mulai marah. "Iya iya lo tunggu dulu 5 menit gua balik"
"Ngabisa, harus 1 menit!"
"Iya iya" sautnya berlari menuju ke kamar Fany lagi. Setelah Arga menemukan kunci itu ia berlari lagi menuruni tangga.
"ARGA CEPET AMBIL KUNCINYA NANTI TERLAMBAT!" pnaggil Fany dari luar.
"Iya iya ini juga udah cepet" akhirnya Arga sampai di luar rumah.
"Punya rumah jangan ke gedean dong jadi nga susah balik ke kamar lo lagi" gumannya menyalakan mesin motor.
Fanya hanya terdiam cemberut.
gua terus sih yang salah!huft
🖤🖤🖤🖤
Stay with cerita me^^
__ADS_1
Awokawok:v