
(Pak Zul)
"Baik lah anak-anak silahkan kalian duduk sesuai dengan kelompok kalian,"Perintah Pak Zul
Dan semua murid-murid pun menarik kursi mereka masing-masing untuk pindah kekelompok mereka
(Tasya)
"Ayok Vio,"Ucap Tasya sambil menarik narik tanggan Vioni
(Vioni)
"Ck!gue malas sya,"Ucap Vioni sambil memasang muka malas nya
(Tasya)
"Loe mau dimarahi sama Pak Zul?"Tanya Tasya
Dan seketika Vioni melirik Pak Zul dan berpikir
(Vioni)
"Hmm iya -iya,"Ucap Vioni sambil menarik kursi nya dengan malas
(Vioni)
"Dimana sih tempat duduk kelompok kita?"Tanya Vioni
(Tasya)
"Hmm kayak nya disana deh,"Ucap Tasya sambil menujuk tempat duduk yang paling belakang
Dan mereka pun berjalan menuju tempat duduk kelompok nya
(Natasha)
"Tasya sini duduk sama gue,"Ucap Natasha sambil melambaikan tanggan
(Tasya)
"Oke,"Ucap Tasya sambil duduk disebelah Natasha
Vioni yang binggung mencari dimana dia akan duduk dan sama siapa dia akan duduk
(Tasya)
"Loe kenapa berdiri aja sini duduk disebelah gue,"Ucap Tasya sambil mengeserkan kursi nya
Dan Vioni yang mendapatkan tawaran langsung menaruh kursi nya disebelah Tasya dan mendudukan dirinya disebelah Tasya
Oke gays,jadi gini susunan tempat duduk mereka jadi meja mereka itu dibuat seperti persegi ,Vioni,Tasya,Natasha duduk bertiga,dan dihadapan Vioni ada si Faizi,dihadapan Tasya ada Satrio,dihadapan Natasha ada enggel
__ADS_1
(Pak Zul)
"Baik lah sekarang kalian catat nama kelompok kalian pakai double folio satu kelompok satu kertas."
(Natasha)
"Jadi siapa ni yang mau catat nama kelompok nya?"Tanya Natasha sambil melirik satu-satu teman kelompok nya
(Vioni)
"Hmm terserah saja sih,"Ucap Vioni dengan santai
(Tasya)
"Iya gue terserah aja."
(Natasha)
"Oke,kalau aku aja gimana?"Usul Natasha sambil menaik turunkan alis nya
(Tasya)
"Enggak apa-apa sih."
Dan Natasha pun menulis nama-nama masing-masing anggota kelompok nya
Vioni yang merasa dirinya sedang diperhatikan oleh seseorang merasa sangat risih
"Itu orang kenapa sih mandangin gue kayak gitu,iih kayak ngak ada kerjaan lain aja,"Ucap Vioni didalam hati
(Enggel)
"Kenapa loe senyum-senyum sendiri?"Tanya Enggel dengan curiga
(Satrio)
"Masa loe ngak tau sih Gel,"Ucap Satrio sambil melirik-lirik Vioni
(Vioni)
"Apa loe lihat-lihat?"Ucap Vioni sambil melototkan mata nya
(Satrio)
"Yaelah,sensian amat mbak."
(Tasya)
"Hahaha ternyata bukan gue aja yang bilang loe sensian Vio,"Ucap Tasya sambil meledek
Vioni yang mendengar itu hanya melototkan mata nya
__ADS_1
(Faizi)
"Ngak baik marah-marah terus ntar loe cepat tua,"Ucap Faizi sambil mengedipkan sebelah mata nya
(Vioni)
"Iih bodoh,suka-suka gue dong,"Ucap Vioni sambil memutarkan bola mata nya malas
(Natasha)
"Udah nih,sekarang giliran kalian yang ngasihin ini kertas kedepan,"Ucap Natasha sambil menyodorkan kertas
(Vioni)
"Itu suruh para cowok aja yang ngasihin nya,kan dari tadi mereka ngobrol terus yakan?"Ucap Vioni sambil tersenyum sinis
(Satrio)
"Oke,sini gue kasihin kedepan untuk Vio apa yang ngak,"Ucap Satrio sambil mengambil kertas tadi
(Faizi)
"Ekhhmm,"Sambil purak-purak batuk
Satrio yang mengerti akan maksud kode tersebut seketika menoleh ke Faizi
(Satrio)
"Aduh,lihat lah sama Vio ini udah marah pula babang Faizi kan,"Ucap Satrio dengan nada mengejek
(Vioni)
"Iikh apaan sih,ngak jelas amat."
(Natasha)
"Udah,ini ni mau dikumpulin apa ngak sih."
(Vioni)
"Sini gue kumpulin,"Ucap Vioni sambil mengambil kertas tadi
Vioni yang akan berdiri dari kursi nya seketika terhenti
(Faizi)
"Sini gue aja,ntar loe capek,"Ucap nya sambil merebut kertas yang ditanggan Vioni
(Satrio)
"Gas terus bro jangan kasih kendor,"Ucapnya sambil ketawa
__ADS_1
(Vioni)
"Berisik banget sih,"Ucap Vioni sambil melirik Satrio