Masa Putih Biru

Masa Putih Biru
15


__ADS_3

(Faizi)


"Itu sudah pasti bro,"Ucap Faizi sambil mengajukan jempol nya.


(Faizi)


"Yuk,bro kita kekantin sambil ngumpulin ini kertas kedepan,"Ajak Faizi kepada Satrio,yang langsung didapatkan anggukan oleh Satrio.


Dan mereka pun pergi menuju meja Pak Zul.


(Faizi)


"Nih,pak nama-nama kelompok kami,dan saya juga sekalian permisi pak ke WC,"Ucap Faizi dan Satrio sambil berjalan keluar pintu.


(Vioni)


"Emang nya boleh ya keluar disaat jam pelajaran Pak Zul?"Tanya Vioni kepada teman kelompok nya.


(Tasya)


"Ngak tau juga,soal nya gue belum nyoba,"Ucap nya sambil memainkan pena nya.


(Vioni)


"Tu si Faizi kok santai banget ya kalau minta izin?"Tanya Vioni sambil melihat kepintu.


(Natasha)


"Yaelah Vio,nama nya juga cowok,melakukan sesuka hati nya saja,"Ucap Natasha sambil menjitak jidat Vioni.


(Vioni)


"Aww,sakit tau Tas,"Ucap Vioni sambil mengusap-ngusap kening nya.


Dan tak berapa lama pun Faizi dan Satrio datang.


(Enggel)


"Mana minum buat gue?"Ucap nya sambil mengulurkan tangan nya kearah Faizi.


(Faizi)


"Masalah yang gratisan kencang loe,"Sambil menyerahkan teh gelas ke Enggel.


Vioni yang sedang sibuk mengobrol dengan Tasya dan Natasha tiba-tiba ada sebuah teh pucuk didepan.


(Vioni)


"Ini punya siapa?kok ada dimeja gue?"Tanya Vioni sambil mengangkat teh pucuk.


(Faizi)


"Punya gue,buat loe,"Jawab Faizi sambil menyeruput Teh gelas nya.


(Vioni)


"Gue ngak pesan sama sekali tadi,"Sambil memutar balikan tah pucuk yang ditanggan nya.


(Faizi)


"Itu inisiatif gue aja buat beliin loe,gue tau loe haus, "Jawab Faizi sambil menaik turunkan alisnya.


(Enggel)


"Yaelah,giliran Vioni dibeliin yang pakai botol yang harga lima ribuan,giliran gue dibeliin yang harga seribuan".


(Satrio)


"Loe ngak tau aja bro masa pendekatan,"Ucap Satrio sambil senyum-senyum.


(Faizi)


"Udah minum aja,ngak gue kasih jampi-jampi kok,masih murni kok,masih ada label nya,"Ucap Faizi sambil melihat Vioni yang sadari tadi memutar-mutar kan minuman tersebut.


(Vioni)


"Ya benar,ntar loe ngerjain gue lagi,"Ucap Vioni sambil menunjuk Faizi.


(Natasha)


"Yaudah kalau ngak mau sini buat gue,kebetulan gue haus juga nih,"Ucap nya sambil menyodorkan tanggan nya.


(Tasya)


"Iya nih,lagian loe beliin nya buat Vio aja nih?buat kita-kita mana?"Ucap Tasya sambil melihat Faizi.


(Faizi)


"Oh buat kalian?ada kok"Ucap Faizi.


(Tasya)


"Mana?".

__ADS_1


(Faizi)


"Ituh dikantin banyak,"Ucap nya sambil ketawa dan diikuti oleh Enggel dan Satrio.


(Vioni)


"Yaudah nih,buat kalian aja,"Ucap Vioni sambil menyerahkan teh pucuk nya ke Tasya dan Natasha.


(Tasya)


"Uuchh makasih Vio sayang,loe pengertian deh,"Ucap Tasya sambil mengambil minuman yang ditanggan Vioni.


(Faizi)


"Lah,kok loe kasih mereka sih kan gue beliin nya buat loe".


(Vioni)


"Ya karna gue belum haus sama sekali,dan untuk minuman itu makasih ,"Ucap Vioni sambil tersenyum.


(Satrio&Enggel)


"Sabar bro, ini ujian mohon bersabar,"Sambil mengusap-ngusap bahu Faizi.


"Astaga senyuman nya manis sekali,kan jadi ngak bisa marah gue,tapi tak apa-apa lah gue kerjain juga loe,"Batin Faizi.


(Faizi)


"Loe ya ngak ngehargai pemberian orang banget sih,"Ucap Faizi sambil menatap tajam Vioni.


(Vioni)


"Gue kan udah bilang makasih,"Ucap Vioni pantang kalah.


Tasya dan Natasha yang melihat itu seketika mengembalikan minuman yang hanya tinggal setenggah ke Vioni.


(Tasya)


"Ini Vio,ngak jadi,haus gue hilang,"Ucap nya sambil menyodorkan minuman yang tinggal setenggah itu ke Vio.


(Vioni)


"Ngak usah sya,buat loe aja lagian udah tinggal setengah dan gue juga TIDAK HAUS SAMA SEKALI,"Ucap Vioni sambil menyerahkan minuman itu ke Tasya lagi.


(Faizi)


"Ha itu ngak ngehargai pemberian orang,"Ucap Faizi sambil tersenyum kecut.


(Vioni)


(Faizi)


"Ya loe hargaiin dong usaha gue yang berjalan membeliin loe minuman supaya loe ngak kekurangan ION,"Sambil mengerutkan kening nya.


(Vioni)


"Gue kan udah bilang,bahwa gue ngak mintain loe beliin,"Ucap Vioni sambil menunjuk Faizi.


(Faizi)


"Loe pikir jalan ngak pakai tenaga apa".


(Enggel)


"Udah zii,dia cewek jangan dilawan,"Ucap nya sambil menenangin Faizi.


(Satrio)


"Iya bro,sabar saja".


(Vioni)


"Kalau gue cewek kenapa?"Tanya Vioni sambil melototkan mata nya.


(Tasya)


"Udah Vio,"Sambil menenangkan Vioni.


(Natasha)


"Udah Vio,janggan dilawan ntar loe kena marah sama Pak Zul,"Ucap Natasha sambil melihat Pak Zul yang sibuk denggan buku nya.


Dan suasana kembali diam.


----------


cerita bersambung dibawah


Setelah beberapa lama mendiam akhirnya jam pelajaran Pak Zul pun selesai dan bertepatan dengan itu pula bel istirahat berbunyi.


(Tasya)


"Akh..akhirnya selesai juga nih udah lapar banget nih perut gue,"Sambil meregang-regangkan tangannya.

__ADS_1


(Vioni)


"Hah,iya nih lagian gue udah bosan duduk disini bersama orang yang CAPER,"Ucap Vioni sambil menekankan kata Caper.


Faizi yang diam dari tadi dan sekarang angkat bicara,karna dirinya merasa tersinggung.


(Faizi)


"Loe nyindir gue?"Sambil menunjuk dirinya sendiri.


(Satrio)


" Alah mak mulai lagi nih,"Ucap nya sambil memukul jidat nya sendiri.


(Enggel)


" Brumm...Brumm...perang perang dunia mulai,"Sambil mengeleng-gelengkan kepala nya.


(Vioni)


"Hah...Loe tersindir?"Sambil menunjuk Faizi dan tersenyum sinis.


(Faizi)


"Yaiyalah gue tersindir,karna arah dari suara loe itu kekuping gue,"Ucap Faizi sambil menunjuk kupingnya.


(Vioni)


"Hah...Loe bodoh apa ngak tau sih?"Ucap Vioni sambil menatap Faizi Remeh, "Kuping guna nya untuk apa sih?untuk mendengarkan,yakali mata digunakan untuk mendengar,"Sambung Vioni.


(Faizi)


"Tapi arah suara loe itu seakan-akan mengarah ke gue,"Ucap Faizi sambil nunjuk dirinya sendiri.


(Vioni)


"Dasar BAPERAN,"Ucap Vioni sambil menekak kata BAPER.


Faizi yang mendengar itu seketika mengarah ke depan alias keteman-teman nya.


(Faizi)


"Kalian tadi dengarkan arah pembicaan dia itu ke gue?"Ucap Faizi menunjuk Vioni dengan jari telunjuk nya tanpa menoleh ke Vioni.


(Satrio)


"Haha,coba deh loe lihat kesamping,"Ucap Satrio sambil ketawa kecut.


(Faizi)


"Kenapa?melihat kesamping yang ada gue darah tinggi,"Ucap Faizi sambil menoleh kesamping.


Dan......


(Faizi)


"Dasar tuh ya cewek gue belum selesai bicara udah ngilang aja,sumpah tuh cewek cantik-cantik bikin tensi naik,"Ucap Faizi sambil melihatkan muka kesal nya.


(Satrio)


"Loe dari tadi bicara sendiri aja bro,tuh Vio sudah pergi kekantin dari tadi,"Ucap Satrio sambil mukul-mukul pundak Faizi.


(Enggel)


"Walaupun dia bikin tensi loe tinggi tapi tetap juga bikin cinta loe ke dia semakin tinggi,"Ucap Enggel sambil ketawa yang diikuti oleh teman-teman nya.


(Satrio)


"Betul tuh bro,"Ucap Satrio sambil senyum-senyum.


Faizi yang sadari tadi diam yang hanya nendengarkan percakapan teman-teman nya seketika menoleh kekursi Vioni.


(Faizi)


"Eh itu tas nya Vioni kan?"Tanya Faizi kepada Teman-teman nya sambil menunjuk tas Warna hati ayam tersebut.


(Satrio)


"Iya bro,kenapa?" tanya Satrio sambil mengerutkan keningnya.


Seketika muncul sebuah ide dikepala Faizi,dan Faizi pun tersenyum kicut.


(Enggel)


"Jangan bilang loe mau,"Ucap Enggel sambil menunjuk tas Vioni.


(Satrio)


"Aisss...sudah bakalan perang lagi nih"Ucap nya sambil geleng-geleng kepala.


-----


Halo semua nya jangan lupa Like,Vote, favoritkan juga ya,oh ya coment nya jangan lupa juga.

__ADS_1


Dukung aku terus nya biar aku bersemangat untuk update cerita ini lagi.


__ADS_2