
"sungguh lemah"
"sungguh lemah"
terdengar suara tapi tak terlihat wujudnya.
"siapa itu...hei....heii....siapa itu...siapapun itu tolong jawab aku" ucap long Feng melihat kesana kemari, dan terasa sedikit takut. tengkuknya mulai terasa dingin.
"anak muda lemah sepertimu tak perlu tau siapa aku" jawab suara tersebut dengan nada serak-serak menandakan bahwa suara pria dan sepertinya sudah lanjut usia.
"baiklah klo kau tidak mau memberi tahu siapa dirimu tolong jawab dimana aku sekarang berada" tanya long Feng sedikit sombong.
"hahhaha....anak muda lemah sedikit sombong aku suka gayamu berbicara" lanjut suara pria tadi.
"baiklah..baiklah akan ku beritahu kau dimana berada sekarang"
"kau sekarang berada di alam jiwa dunia kecil WU TAO"
long Feng mengernyitkan dahinya dan mengulang kata-kata tersebut, sepertinya nama itu tidak asing tapi lupa dimana pernah mendengar nama itu.
"sudah tak usah terlalu kau pikirkan dimana kau berada sekarang, yang pasti kau akan menerima manfaatnya" imbuh suara itu lagi.
seketika ruangan tersebut berubah di gantikan dengan pepohonan ada gazebo yang asri dan aliran sungai yang sangat jernih. long Feng sangat mengenal tempat itu.
dia masih terduduk dan meraba-raba tubuhnya.
"hah..dimana ini" sambil melongo dan melihat sekitar...
__ADS_1
tak lama kemudian setelah sadar dia berada dimana lalu secepat kilat dia bangkit.
"hahahah....hahahah...aku telah kembali ke benua langit tengah..." ucapnya dengan girang.
tanpa sadar dia berlari kerumahnya yang dulu.
tidak perlu waktu yang lama dia pun sampai di rumahnya.
"ibu, ayah aku pulang" teriaknya sambil membuka pintu.
setengah berlari dia menuju dapur dilihatnya ibunya sedang mencuci piring bekas mereka sarapan tadi.
segera Long Feng memeluk ibunya dari belakang.
"ibu aku kangen" ucapnya sambil mempererat pelukannya.
"ohh iya katanya tadi fen'er pergi memancing di sungai, mana hasil tangkapannya nak ?" tanya ibu long Feng.
long Feng masih memeluk ibunya dan sedikit suara Isak tangis.
"lho..lho..kok nangis apa yang terjadi padamu? apakah ada orang yang mejahatimu, apa kamu terluka" serbu ibunya seraya melihat seluruh tubuh long Feng.
long Feng menggelengkan kepala beberapa kali, sambil menghapus air matanya.
"pokonya aku kangen sama ibu" jawabnya dengan nada manja.
"ya sudah lah klo kamu tidak mau memberitahu alasannya" Helanya kemudiaan.
__ADS_1
***
dua tahun sebelum menemukan cincin di pasar loak. Long Feng berumur sekitar 13 tahun.
terjadi pandemi virus H5NI di seluruh benua biru. banyak orang-orang terjangkit virus tersebut. membuat seluruh benua biru gempar.
terjadi penurunan ekonomi di berbagai sektor di berbagai negara termasuk negara yang ditinggali long Feng sekarang.
di perkirakan ratusan jiwa orang yang meninggal akibat virus tersebut termasuk keluarga long Feng.
kesedihan sangat di rasakan long Feng karena ayah dan ibunya termasuk kedalam korban meninggal dunia akibat virus tersebut.
***
pagi itu long Feng seharian tidak kemana-mana hanya di rumah saja. kerjanya melihat kegiatan ibunya sambil tersenyum bahagia. sesekali dia membantu pekerjaan ibunya yang dianggap mudah.
"Bu..ayah kemana kok tumben ga ada" tanya Long Feng.
"ayahmu ke kebun obat mengajari anak-anak klan kita cara bercocok tanam tumbuhan obat" jawab ibunya.
di klan long hanya anaknya saja yang tidak mau belajar tentang tanaman obat, meracik obat. kerajaan long Feng setiap harinya hanya memancing, selain itu berenang di sungai.
kalau tidak itu dia ke gerbang depan klan long belajar ilmu beladiri pada penjaga-penjaga yang berasal dari sekte di sekitar klan long.
menanam tumbuhan obat tidak sembarangan asal tanam saja, pertama-tama pengolah tanahnya harus baik, kadar keasaman tanah harus di cek agar tanaman obat tumbuh subur.
bersambung...
__ADS_1
...****...