
Long Feng pun terhisap ke portal, portal tersebut berwarna putih ke emasan.
tidak lama kemudian sayup-sayup dia mendengar suara ibunya..
"fen'er mengapa kamu menutup mata?" tanya ibu long feng dengan pakaian dan aksesoris yang berbeda seperti di dunia sebelumnya.
long Feng pun bingung melihat keadaan disekitarnya yang terasa asing.
" bibi..bibi dimana kah engkau" ucap lirih long Feng..
walaupun suara kecilnya terdengar pelan tapi ibunya mendengar
"bibi tadi telah pergi dan menitipkan ini pada ibu" ibu long Feng pun menunjukan permen warna-warni, permen tersebut ada lima buah.
"jangan di habiskan sekaligus nanti gigimu berlubang, kalau sudah berlubang nanti sakit, kalau sakit ibu lagi yang repot" cercau ibunya.
"iya ibu... fen'er dengar" ucapnya.
...****...
...sekilas info...
pada awal kehadirannya DIBUMI long Feng sangat takjub bagaimana tidak takjub benua yg sekarang ia tempati walaupun tidak ada kultivator tetapi teknologinya sangat canggih dan mumpuni.
kotak besar seperti kereta kuda bisa jalan sendiri walaupun tidak di tarik kuda.
belum lagi burung besi bisa mengangkut manusia banyak di dalamnya dan bisa terbang tinggi dan menempuh perjalanan jauh dengan waktu yang sangat singkat dan saat malam pun masih bisa beroperasi dengan adanya cahaya di matanya.
__ADS_1
belum lagi kotak kecil sebesar kotak rokok bisa menghasilkan suara dan berbicara pada orang lain walaupun orang itu jauh sekalipun dan ada pula permainannya sehingga orang-orang itu mempunyai dunianya sendiri, kotak kecil tersebut di sebut handphone.
mungkin ini batu komunikasi seperti di benua langit tengah tempat dia berada sebelum menuju kebumi.
setelah terus bertanya-tanya pada ibu dan ayahnya long Feng tahu bahwa dia sekarang berada di bumi tepatnya berada di jin Jiang, jin Jiang sendir berada di kota kabupaten yang terletak di perfektur quanzhou, provinsi Fujian.
rumahnya yang sekarang berbeda dengan rumah yg ada di benua lainnya. di rumah yang di tempatnya sekarang ada tiga tingkat di setiap tingkatnya ada tiga kamar di sisi kiri dan kanan. rumah tersebut bisa disebut apartemen, tetapi dalam bentuk versi sederhana.
rumahnya long Feng berada di tingkat dua, dan di paling pojok, bila dia kerumahnya harus melewati dua kamar. pada kamar yang dekat tangga di huni oleh dua bersaudari yang bernama ling geisya dan Ling Meisya.
long Feng memanggil nya kak gei dan kak Mei Meraka sangat ramah. mereka berdua disini sebagai penghuni rumah sewa tidak seperti ayahku yang membeli satu petak rumah sewaan ini.
kak mei sudah berada di pendidikan tingkat lanjut yaitu kuliah di universitas swasta les roches college, pada tingkat empat sedangkan adiknya kak gei sekolah menegah pertama tingkat tiga di sekolah jiangsu jinjiang xieqio.
Meraka sudah menyewa disana saat kak mei mulai sekolah menengah atas disekolah jiangsu jinjiang xieqio. artinya sudah hampir enam tahun mereka disini. mengapa mereka betah disini selain biaya sewa yang murah lingkungannya aman dan nyaman. biaya sewa perbulan hanya seratus Lima puluh Yuan. rumah sewa hanya ada dua kamar tidur dengan ukuran 2 x 2 m², ruang tamu dapur dan kamar mandi. memang sangat sederhana tapi wajar dengan biaya sewa segitu.
orangtua mereka berada jauh di kota kecamatan di distrik jiangdu berjarak satu hari bila menggunakan angkutan bus, bila naik burung besi hanya dua jam perjalanan. tetapi harus naik lagi angkutan umum berjarak satu jam perjalanan baru sampai ke rumahnya.
di tambah lagi dengan rambutnya bergelombang sebahu dan berwarna hitam legam. tinggi tubuhnya 162 cm ukuran normal pada umumnya.
beda lagi dengan kak gei karena dia baru berusia 14 tahun lebih, ukuran tubuhnya mungil dengan tinggi hanya 150 cm tapi lekuk tubuh mungilnya akan mengembang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia
saat ini long Feng sudah berusia 10 tahun Dimana dia bersekolah yang sama dengan Ling geisya bedanya Ling geisya sekolah menegah pertama dan long Feng sekolah dasar tingkat 4,
jarak sekolahan dengan tempat tinggalnya hanya berjarak 1 Li.
mereka seringnya berangkat bersama dengan berjalan kaki.
__ADS_1
dan ditengah-tengah rumah antara rumah long Feng dan Ling geisya berpenghuni pria gendut bernama Chen young. long Feng memanggil nya kak Chen-chen. pria ini jorok dan suka merokok dia jarang sekali keluar rumah, setiap hari yang di kerjakannya hanya berada di depan komputer entah apanya di kerjakannya.
saat pulang sekolah long Feng suka mengintip apa yang di kerjakan kak Chen-chen karena pintu depan rumah Chen young dibiarkan terbuka sedikit.
disaat senggang Chen young suka memanggil long Feng untuk bermain kerumahnya. long Feng sangatlah senang karena di rumahnya belum ada komputer seperti di yang ada di rumah Chen young.
dirumah long Feng hanya ada radio tape, ayahnya belum sanggup membelikan perangkat televisi ataupun perangkat komputer karena dikehidupan ini ayahnya long Feng hanya buruh pabrik di pembuatan kapal. di jinjiang tempat tinggalnya sekarang di kelilingi dengan sungai Yangtze. dimana jarak tempat kerja Ayah long Feng hanya berjarak 6 Li. ayah long Feng bila berangkat kerja menggunakan sepeda kayuh.
dengan dibekali kecerdasannya dan IQ yang tinggi, dengan sekali lihat long Feng langsung mengerti tata cara pengoperasian komputer.
dari kecil long Feng suka membaca semua buku, bila hari libur dia akan mengajak ibunya ke perpustakaan daerah yang ada di jinjiang.
kalau anak-anak lain di usianya pada hari libur berwisata tetapi tidak dengan long Feng.
dia akan membaca semua buku tentang apa saja yang menurutnya berguna.
disekolah dasar pada tingkat 4 dia termasuk anak yang cerdas, apapun yang di tanya guru dia bisa menjawabnya. tetapi dia tidak sombong dia akan membantu teman-temanya bila kesusahan di pelajaran.
sifat long Feng adalah tipe riang dan dingin. dia akan riang pada orang yang dia kenal dan dingin kepada orang yang belum dia kenal.
makanya di daerah tempat dia tinggal orang-orang suka padanya selain riang dia suka membantu.
sifat ini warisan dari sifat ayahnya.
sekilas info di kehidupan long Feng sekarang yang berada di bumi.
...****...
__ADS_1
jangan lupa vote, komen dan likenya ya kakak-kakak sekalian.
...****...