Max Level:Hidup Santuy [Administrator System]

Max Level:Hidup Santuy [Administrator System]
14.menjadi kaya


__ADS_3

"hey mas Joko,bisa antar kami ke sebuah penginapan atau tempat membeli rumah??,oh tidak bisakah aku membeli lahan untuk membuat rumah dan kalau bisa aku ingin lahan untuk berkebun!"ucapku saat mengikuti mas Joko berjalan jalan mengelilingi desa.


"oh itu,ya ada letaknya ada di pinggir desa dekat tembok pembatas,aku mengenal orang yang akan menjualnya"ucap Joko menuntun ke tempat yang dia maksud.


"oh tunggu aku belum punya uang!,mas kalau boleh tau apakah di sini ada guild atau tempat penjualan senjata??"yah aku sekarang miskin dan aku berencana menjual bahan bahan monster yang ku dapat sewaktu di hutan.


"ya di desa ini ada sebuah guild yang di buat oleh kepala desa,kau tau desa ini bukan desa biasa desa ini bahkan menyaingi kota kota di kerajaan akan sumber dayanya!"kata Joko dengan semangat.


"oh begitu?,pasti kepala desa kalian sangat kuat ya?"tanyaku penasaran tentang kekuatan sang wibu Jawa itu.


"yahh dia bisa melawan monster rank b sendirian dengan melahapnya,dia juga sangat pintar dalam urusan politik yang aku tidak mengerti"Joko menggaruk garuk kepala botak nya dengan bodo*.


"oh begitu,pantas desa ini makmur ternyata begitu ya!"ucapku sambil terus mengikuti nya ke arah sebuah guild.


setelah 40 menit berjalan kami(aku,Joko ,dan Jeny plus Ririn)akhirnya sampai di depan sebuah bangunan bergaya Eropa,gedung itu kira kira memiliki 3 lantai dan seluas hotel.


lalu kami pun masuk dan di sambut oleh resepsionis wanita yang cantik memiliki rambut biru,dia dengan ramah menyapa kami.


"halo nama saya eiriya,apa yang bisa ku bantu??"ucap nya tersenyum melihat kedatangan kami.


"hmm aku ingin menjual senjata dan bahan bahan yang di dapat dari monster"ucap ku dengan tenang tidak tergoda oleh eiriya aku tidak ingin membuat istriku cemburu haha meskipun dia pasti mengizinkan aku untuk membuat Harem.


"oh boleh,kalau begitu kalian bisa itu aku ke ruangan transaksi"lalu dia membawa kami ke sebuah ruangan kosong di sana terdapat meja yang kemungkinan tempat transaksi.


lalu datanglah seorang lelaki berotot dan botak duduk di sana menunggu kami.


"jadi apa yang ingin kalian jual?"ucap pria itu kepada kami.


lalu aku melangkah dan mengeluarkan semua tubuh monster yang menumpuk di ruang penyimpanan ku,dan itu langsung hampir mengisi penuh satu ruangan dengan tubuh monster apalagi monster yang mereka lihat itu monster rank c dan rank b.


mereka sangat terkejut kecuali istriku karena aku sudah memberitahunya kalau aku sempat berburu monster rank b.


"ba bagaiman? kau.."ucap ria botak itu.


"tentu aku membunuhnya"ucap ku dengan tenang.


"jadi apakah bisa menghasilkan transaksi??"aku sedikit ragu kalau mereka bisa membayar semua nya karena menurut istriku monster c rank saja sangat mahal apalagi monster yang kuburu hanya memiliki sedikit kerusakan.

__ADS_1


yah tubuh monster di hargai dengan seberapa bagus kualitas tubuhnya atau seberapa baik setelah di buru.


"tentu saja bisa namun untuk membayar semuanya kita harus menghubungi markas pusat dahulu,jadi kami hanya bisa membayar 200.000 koin emas dahulu"ucapnya membuat ku sangat senang,ternyata guild ini lebih kaya dari sebuah kota.


"baiklah kalau begitu aku menerima transaksi ini!"ucapku menjabat tangan si botak.


"ya terimakasih dan maaf aku belum memberitahu nama ku,namaku adalah roge pemilik jabang guild mentari pagi.


"namaku Jaka tsubasa,dan dia Jeny Tsubasa istriku"ucapku tersenyum memperkenalkan diri.


setelah itu dia memanggil bawahan nya untuk mengambil uang pembayaran.


setelah beberapa menit bawahan itu kembali dengan 2 kotak kayu penuh emas membuat mataku berbinar bahagia.


lalu aku menyedot emas itu ke dalam ruang penyimpanan dan tersenyum bahagia.


toge yang melihat Jaka tersenyum dia terkekeh dan berkata


"itu cuma 30% pembayaran,sisanya kami akan membayarnya besok"


mendengar ini aku sangat bahagia dan membayangkan tumpukan uang dan aku tidak tau kenapa aku jadi mata duitan mungkin karena dulu aku bekerja keras untuk menghasilkan uang namun sekarang aku tinggal menjentikan jari untuk memburu binatang dan bom uang di dapatkan.


setelah itu aku,Jeny dan Joko pergi dari gedung guild menuju tanah kosong di pinggiran desa.


setelah satu jam kami akhirnya sampai di pinggir danau besar yang hampir terlihat seperti lautan dengan gunung di sebrang danau itu membuat pemandangan yang indah.


"di sini tuan Jaka"ucap Joko dengan sopan.


lalu aku mengeluarkan 10 koin emas yang cukup untuk petani hidup selama 2 bulan.


dia tampak senang dan berterima kasih kepadaku dan dia pun pamit dia ingin kembali bertugas menjaga gerbang.


"jadi dimana kita tinggal,kenapa kita malah sampai ketanah kosong?"ucap Jeny sedikit kesal.


"tenang lah aku ingin membuat rumah dengan skil ku saja"ucapku lalu aku maju di mempersiapkan sihirku.


lalu aku merentangkan tangan ku dan berkata sambil berimajinasi.

__ADS_1


"elemen kayu:penciptaan rumah"


"elemen batu:lantai marmer"


"elemen besi:pagar besi"


aku mengeluarkan sihir dengan berbeda elemen untuk membentuk sebuah rumah modern dengan dinding kayu dan lantai marmer.


rumah itu memiliki 4 kamar,1 dapur dan ruang makan,dan kamar mandi.


rumah itu kita kira memiliki luar sebesar 100 m persegi dan menghadap ke ke danau yang tenang.


aku tidak membuat rumah yang mewah karena bagaimanapun aku hanya akan tinggal di desa ini untuk sementara waktu,mungkin beberapa Minggu.


"wahh hebat sekali,apakah ini sihir ciptaanmu hebat aku baru tau kalau ada elemen kayu dan besi!"ucapnya dengan mata berbinar.


'maafkan aku hasirama senju!'aku diam diam meminta maaf pada karakter anime yang membuatku kagum dengan kekuatan nya.


yah aku meniru hasirama namun bedanya aku menggunakan mana bukan chakra.


aku menggabungkan elemen air dan tanah seperti yang di jelaskan Yamato pada Naruto.


setelah mengagumi rumah baru,Jeny menariku Maruk ke rumah dan melihat lihat dalam rumah masih kosong sehingga kita perlu belanja atau aku menciptakan nya.


namun yah setiap wanita pasti suka berbelanja jadi seharian ini aku di ajak berbelanja oleh Jeny di pasar desa.


kami membeli peralatan rumah seperti kursi dan tempat tidur.


aku sudah mengatakan kalau aku bisa menciptakan yang lebih bagus namun dia malah menyebutku bodoh.


"bodoh,terus buat apa kau menghasilkan uang kalau bukan untuk di belanjakan??"ucap Jeny membuatku sadar aku baru saka mengahilkan uang.


"oh iya ya hehe"aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal dan melanjutkan berbelanja.


"pa pa ba ka!"


tiba tiba suara imut dan terbata bata Ririn datang dari pelukan Jeny yang membuatku terkena damege yang sangat kuat.

__ADS_1


"awawawa putri ayah bisa saja!,ayah cuma sayang saja sama emas emas ini,jika ayah menggunakan emas ini untuk membuat setelan iron man kan lebih berfaedah!"


Jaka menyeringai lalu memainkan pipi Ririn dengan geli,dia sangat menyukai keimutan tertinggi yang di miliki putrinya ini!


__ADS_2