Max Level:Hidup Santuy [Administrator System]

Max Level:Hidup Santuy [Administrator System]
48.masih debut jeny


__ADS_3

"mustahil!,bagaimana kau bisa menggunakan sihir tanpa rapalan mantra!!"


toge berteriak ngeri,dia tidak pernah menyangka bahwa hari ini dia akan melihat sesuatu yang tidak masuk akal seperti ini,wanita di depan nya saat ini,memb.u.n.u.h dua rekan nya dengan mudah!!


dan yang membuatnya takut adalah,wanita ini melakukan sihir tanpa mantra!,yang memang mustahil dalam pengetahuan nya!.


"ah!!"


"iblis!,ya! kenapa aku lupa!,hanya iblis dan monster yang bisa mengeluarkan teknik sihir tanpa rapalan!"


beberapa saat kemudian seolah mengingat sesuatu,toge langsung berseru dan menatap Jeny dengan tatapan pasti dan berkata seperti itu.


"hahaha kebetulan sekali,tuan kita sepertinya menyukai wanita iblis,ayo kalian semua,bahkan jika kita mati,kita harus mengalahkan wanita ini dan membawanya pada tuan!"


kemudian, toge tertawa keras dan menginstruksi kan bawahan nya untuk menyerang Jeny dengan putus asa.

__ADS_1


bawahan nya mengangguk dengan datar dan hanya menerima dengan patuh,mungkin orang orang ini sudah di cuci otak menerima misi apapun.


"sungguh kejam untuk membiarkan rekan rekan nya mati untuknya!"


alis Jeny mengkerut,sambil menghindari beberapa pukulan,dia menatap toge yang dia di belakang dan menggunakan bawahan nya sebagai tameng untuk melakukan sesuatu.


"tidak peduli apa yang kau rencanakan,aku tidak akan takut!, bagaimanapun suami sudah melatihku dan aku sudah kuat!"


Jeny mendengus pelan dan mengalihkan perhatian nya kepada pertarungan,orang orang ini memiliki kekuatan yang cukup kuat bagi para petarung dunia ini,tapi baginya mereka hanya bisa di jadikan pengalaman!


"sungguh,hanya dalam satu Minggu,kakak Jeny sudah begitu kuat, sepertinya darling sudah memberi kita dan Jeny sesuatu untuk meningkatkan bakat bertarung kita?"Eiriya yang menonton Jeny,mengagumi nya dan berkata dengan ragu.


"oh kasihan,mengapa coba orang orang ini malah menyerang kami?,sungguh tidak beruntung bagi mereka untuk bertemu dengan kami, lihatlah kakak Jeny menggunakan mereka sebagai batu asahan!"


Megumi melanjutkan,meski kata kata yang dia ucapkan terdengar seperti dia sedang kasihan,tapi seringai di bibirnya meng hianati segalanya,jelas dia tidak sedikitpun bersimpati pada orang orang bodoh yang mencari ribut ini.

__ADS_1


"seringai mu agak menakutkan,Megumi,jika darling melihat ini,aku tidak tahu berapa kali pukulan p.a.n.t.a.t yang akan kau dapat?"


melihat seringai bodoh Megumi,Eiriya langsung menggoda Megumi,dia berkata seperti itu karena sifat Megumi yang cukup nakal dan sering di hukum oleh Jaka dengan tamparan p.a.n.t.a.t seperti anak kecil.


"a.apa yang kau katakan di depan seorang anak,Eiriya bodoh!"


wajah Megumi memerah seperti pantat monyet lalu menegur Eiriya sambil menutup telinga kecil Ririn dalam pelukan nya.


"Ara,wajahmu sangat imut Megumi,pantas saja darling selalu mencubitnya saat kita "bertengkar"dengan darling"


Eiriya terkekeh dan mulai menggoda Megumi lagi,tapi kali ini wajahnya juga memerah karena beberapa adegan tak senonoh terlintas dalam benaknya.


"kau cabul diam!,lihatlah,pertarungan kakak Jeny hampir berakhir!"


seperti yang di katakan Megumi,saat ini pertarungan sepihak antara Jeny dan anggota umpan meriam guild"spider night"sudah hampir berakhir.

__ADS_1


"huh akhirnya selesai,sekarang tinggal kau saja!"


jubah kucing berkibar dengan anggun,Jeny menatap orang orang yang terkapar dengan ringan lalu menatap toge dengan dingin!


__ADS_2