Meluluhkan Hati Beku Nona Muda

Meluluhkan Hati Beku Nona Muda
3.Skripsi dan pekerjaan


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 7pagi,namun Chery masih tetap terlelap dalam mimpinya.Walaupun alarm di hp terus meraung raung memanggilnya bangun,namun si empunya tetap setia di dalam mimpinya.Chery sedang bermimpi bertemu kedua orang tuanya.Didalam mimpinya Chery begitu bahagia karena Ia bermain dengan mereka,ada beberapa hal dalam hidup yang jarang Chery tidak bisa dapatkan,kasih sayang orang tua,teman yang tulus,dan pria yang mencintai tanpa melihat statusnya sebagai pewaris dari perusahaan raksasa.Bagi Chery kebahagiaan dalam hidupnya hanya dengan seputar itu,untuk teman ataupun pria mungkin masih bisa didapatkan,sedangkan orang tua?ya mungkin memang hanya Paman Tio yang menjadi orang tua sambungnya,tetap saja berbeda dengan kasih sayang orang tua kandungnya.


Tok..tok..tok


"Nona Chery,Non,ini Bik Ina"sahut Bik Ina sambil membuka pintu kamar Chery.


"Ternyata Nona belum bangun"batin Bik Ina.


"Nona,Non,bangunlah sudah siang,nanti terlambat ke kampus sama perusahaan",sambil menepuk nepuk tangan Chery.


"Hmmmm,jam berapa Bik sekarang?"Jawab Chery sambil mengerjapkan mata.


"Sudah jam 7lewat Non,tadi Tuan Muda menyuruh Saya membangunkan Nona,Tuan Muda ada rapat dengan klien,karena Pak Tio sudah tidak bisa mewakili karena besok akan berangkat ke Paris"jawab Bi Ina sambil merapikan tempat tidur Chery.


"Baiklah Bi,aku akan mandi.oh iya Bi aku tidak sarapan,nanti sarapan di kampus saja."ujar Chery sambil mengambil kimono mandinya.


"Iya Non,Bibi keluar dulu ya Non".Jawab Bi Ina sambil mengambil pakian kotor Chery.


Setelah selesai mandi dan berpakaian Chery bergegas turun,dan segera menuju kampus.Dia berencana menyelesaikan skripsinya dan bisa segera terjun langsung ke Perusahaan.


"Bik aku buru buru,tidak usah menyiapkan sarapan atau apapun,nanti aku makan di kampus saja"ujar Chery sambil berlari menuju mobilnya.


"Baik Non,hati hati dijalan"jawab Bik Ina sambil merapikan meja makan.


Chery segera melajukan mobilnya menuju kampus.Sidang terakhir skripsinya membuat dia begitu panik,belum lagi kabar pekerjaan yang harus segera dia kerjakan,karena kakaknya sedang keluar kota untuk bertemu klien.


Sesampainya di kampus,Chery segera menuju ruang sidang dimana banyak mahasiswa yang sudah mengantri,termasuk sahabat Chery.


"Cher aku kira kamu lupa hari ini sidang!"ujar myesha.


"Wah mana mungkin lupa,kau paling tau aku sudah menunggu ini sangat lama,dan kau tau aku terlena dalam mimpiku sampai lupa untuk bangun,hahahaha..."jawab Chery sambil tertawa.


"Dasar kau ini,sudah kamu persiapkan semua Cher?"


"Sudah Mye,kamu tau kakakku sedang ke luar kota?Setelah dari sini aku harus langsung ke perusahaan,ah lelahnya!"jawab Chery sambil bersungut sungut


"Kamu harusnya senang Cher,tak perlu susah payah mencari pekerjaan sudah bisa bekerja,tidak seperti aku."ujar Myesha sambil menunduk.

__ADS_1


Ya myesha adalah salah satu mahasiswi beruntung yang mendapatkan beasisawa gratis sampai lulus kuliah,karena dia pandai,dia bahkan mendapatkan banyak beasiswa dari donatur kampus,keberuntungan yang hanya segelintir orang yang menadapatkannya.


"Tenanglah,kamu bisa masuk ke perusahaanku,kakakku pasti mengizinkan,karena kamu sahabat terbaikku."jawab Chery sambil menenangkan sahabatnya.


Saat giliran Chery memasuki ruang sidang,hatinya berdebar kencang,sangat sulit menyembunyikan kegugupan itu.


"Ya Tuhan semoga berhasil,Amin"ujar Chery


Setelah selesai melakukan sidang,Chery dinyatakan lulus,begitupun Myesha.Mereka berdua sangat bahagia.


"Cher akhirnya kita lulus!"sambil memeluk sahabatnya dan tertawa Myesha sampai menitikkan air mata.tidak sia sia perjuangan yang selama ini ia lakukan,akhirnya membuahkan hasil.


"Iya Mye,akhirnya,kamu jangan pergi kemana mana,kamu harus bekerja di perusahaanku bagaimanapun caranya!"ujar Chery penuh penekanan.Chery tau bagaimana lika liku kehidupan sahabatnya itu,kedua orang tuanya telah meninggal,rumah peninggalan orang tuanya diambil paksa oleh paman dan bibinya,sehingga Myesha hidup sebatang kara.tidak mempunyai saudara,dan hanya sendirian.Maka dari itu Chery merasa dia dan Myesha bisa bersahabat baik,karena mungkin bernasib sama,tidak punya orang tua.Mungkin Chery lebih beruntung daripada Myesha,ia terlahir dari keluarga kaya dan masih mempunyai seorang kakak yang sangat menyayanginya.Berbeda dengan Myesha,walaupun ia bukan dari keluarga yang kaya raya,namun sebelum orang tuanya meninggal,ia hidup berkecukupan.Orang tua Myesha sangat memanjakan anak tunggalnya itu.


Flash back on


"Myesha,Ayah sama Bunda segera berangkat,kamu berhati hatilah dirumah,kami tidak lama,hanya akan bertemu dengan pembeli kemarin yang sudah sepakat dengan harga ayam yang kami tawarkan".ujar ibu Myesha.


"Iya Bun,Bunda sama Ayah berhati hatilah,dan segera pulang,ingat bawakan makanan kesukaan myesha".jawab Myesha sambil memeluk ayah dan bundanya.


Orang tua Myesha selalu mengumpulkan semua uang perhiasan dan aset aset berharga lainnya menjadi satu,dan hanya myesha yang tau dimana tempat itu.


"Iya Bun,Myesha tau,tapi Myesha tidak berharap itu semua terjadi Bun,Ayah dan Bunda akan baik baik saja."jawab Myesha sambil memeluk bundanya.


"Iya sayang,semoga kita kembali dengan selamat ya"


ternyata pelukan itu adalah pelukan terakhir Myesha dengan kedua orangtuanya.dalam perjalanan mereka mengalami kecelakaan tragis.Mobil yang ditumpangi jatuh kejurang,proses evakuasi pun memakan waktu yang lama.Myesha sangat terpukul atas kejadian itu.


flashback off


"Ayo ke kantin Mye,aku lapar belum makan"ajak Chery.


"Iya ayo Cher,aku juga dari semalam belum makan apapun."


Mereka berdua segera menuju kantin.Ada makan favorit mereka dikantin kampus,soto daging.mereka langsung memesan soto daging dan es jeruk kesukaan mereka.


Setelah selesai makan,Chery bergegas menuju perusahaan karena ada pekerjaan yang harus segera dia selesaikan.

__ADS_1


"Aku duluan ya Mye,ada pekerjaan yang harus aku selesaikan"


"Iya Cher,kalau butuh bantuan bilang ya"


"Oke Mye"jawab Chery sambil masuk ke mobil.


Sampai di kantor Lia segera memberikan berkas berkas yang perlu Chery tanda tangani dan masih ada beberapa klien yang sudah menunggu.


"Nona,Bapak Hermawan dan Nyonya Sinta sudah menunggu Nona,di ruangan Tuan Enzhi"ujar Lia sambil merapihkan berkas yang sudah Chery tanda tangani.


"Baiklah mari kita kesana,dimana Miko?"sambil celingukan mencari Miko.


"Miko sedang menemani Pak Hermawan dan Ibu Sinta Nona,jadi Nona tinggal ke ruangan Tuan Enzhi"jawab Lia.


"Mari kita ke ruangan Kak Enzhi supaya pekerjaan cepat selesai dan aku bisa segera pulang"


"Mari Nona"jawab Lia sambil menutup pintu ruangan.


"Bapak Hermawan dan Ibu Sinta maaf menunggu lama,saya baru saja mentelesaikan sidang skripsi saya"Chery sambil membungkuk dan bersalam kepada kedua kliennya


"Tidak apa apa Nona,saya belum terlalu lama kesini"jawab Ibu Sinta


"Jangan sungkan Bu,Pak,mari kita bahas rencana pembukaan hotel yang kita bahas kemarin,dan untuk kontraknya sekalian"ujar Chery.


Setelah 2jam pertemuan itu Chery bergegas menuju ruangannya dan mengistirahatkan tubuhnya.Hari yang sangat melelahkan buat Chery,dan besok adalah hari yang sangat ia tidak sukai,ya kepergian Paman Tio ke Paris.


"Nona Anda mau menjemput Tuan Muda?tanya Miko sambil membawa coklat hangat kesukaan Chery


"Tidak Miko,aku lelah sekali,antarkan aku pulang saja,dan belikan aku makanan,aku sangat lapar"jawab Chery sambil terus memejamkan mata.


"Baik Nona,makanan apa yang ingin Anda makan Nona?


"Emmm terserah kamu saja Miko"


"Baik Nona akan segera saya bawakan".


Beberapa saat kemudian Miko sudah membawa makanan yang ia pesan untuk Chery.Chery memakan itu dengan lahap karena dari pagi cuma makan soto daging di kantin kampus.Setelah selesai makan Chery segera pulang karena ia sudah sangat lelah

__ADS_1


__ADS_2