Meluluhkan Hati Beku Nona Muda

Meluluhkan Hati Beku Nona Muda
4.Keberangkatan Paman Tio


__ADS_3

Matahari mulai menampakkan cahayanya.Hari yang paling tidak Chery dan Enzhi nantikan.Keberangkatan Paman Tio,orang yang paling dekat dengan mereka selama ini,yang menggantikan peran sebagai orang tua.Chery sudah bangun semenjak pagi,namun ia enggan untuk sekedar bangun dari tidurnya.Rasa berkecamuk dalam hatinya saat hari ini tiba.Entah apa yang akan diurus oleh Paman Tio di Paris,yang pasti ada rasa sakit dihatinya.Apa yang disembunyikan Paman Tio tentang kematian kedua orang tuanya sampai hari ini masih jadi pertanyaan dalam pikirannya.


"Cher kau sudah bangun?"tanya Enzhi sambil mengelus kepala Chery.


"Kak,kapan kamu pulang?Aku tidak bisa menjemputmu,aku sangat lelah,hatiku sakit Kak!"sambil menangis Chery meluapkan semua amarahnya.


"Aku sampai jam 11malam tadi Cher,tenanglah,Paman hanya sebentar disana"


"Tapi Kak,aku merasa tidak tenang"


"Sudahlah,nanti juga Paman akan segera kembali,ayo kita siap siap!"


Sesampai mereka di bandara Paman Tio sudah menunggu disana.Keberangkatan yang sudah dipersiapkan Enzhi menggunakan jet pribadi dibatalkan langsung oleh Paman Tio,akhirnya Enzhi dan Chery mengalah,tapi menempatkan di business class dan tidak ada penolakan lagi.Paman Tio berangkat pukul 11 wib,karena penerbangan Internasional maka harus check in 2jam sebelum keberangkatan.


"Paman hati hati ya,tolong kabari kami sesampai Paman disana,jaga kesehatan Paman"ujar Enzhi sambil memeluk Paman Tio.


"Iya Zhi,jaga adikmu,dan perusahaan,kamu pasti bisa Zhi,Cher kamu tidak mau memeluk Pamanmu ini?"


"Paman,jaga diri Paman baik baik,dan jangan lupakan aku"jawab Chery sambil menangis


"Tenanglah 2 bulan waktu yang sangat sebentar,dan nanti kalau Paman pulang,Paman akan membawakan hadiah yang paling bagus untukmu"sambil tersenyum dan memeluk Chery penuh semangat


"Benar ya Paman,jangan bohong!"jawab Chery sambil sesenggukan


"Iya,baiklah Paman masuk dulu,kalian berdua berhati hatilah!"

__ADS_1


"Iya Paman,sampai jumpa"jawab mereka berdua


Setelah dari bandara Enzhi pergi ke perusahaan,tapi tidak Chery.Ia pergi ke cafe langganannya.Tanpa ia sadari,seseorang memandanginya dari kejauhan.Ya seorang Arkhan yang sangat memuja Chery,walaupun belum pernah bertemu.CEO dari perusahaan raksasa dream corp,ia dikenal sebagai laki laki yang baik sopan dan ramah,walaupun banyak wanita yang mendekatinya untuk menjeratmya,tapi rasa obsesi untuk memiliki Nona Muda Agro group sangat besar.Bagi Arkhan,Chery memiliki aura yang sangat besar.


"Nona Muda Chery?bolehkah saya duduk disini?"tanya Arkhan sambil menyapa Chery


Chery hanya diam dengan sorot mata yang berkata bahwa jangan menggangguku,aku muak denganmu.


"Hmm baiklah kalo tidak menjawab,saya akan tetap disini"Arkhan menimpali tatapan mata Chery.


"Mbak minta tolong Mbak"Ujar Chery mencari cari pelayan.


"Iya Nona ada yang bisa saya bantu?"jawab pelayan itu


"Minta struk pembayaran makanan saya,saya sudah selesai"


"Ini nona,bisa dibayar dikasir"


"Tidak,kamu bawa kekasir dan kembaliannya untukmu,terimaksih mbak"


"Trimakasih Nona"


Chery segera pergi dari cafe tersebut.Di dalam cafe,Arkhan terkekeh dengan semua yang Chery lakukan.Ya orang yang hanya terobsesi akan Chery tersebut seperti sudah hilang akal.Akhirnya Arkhan pun ikut keluar dari cafe,namun Chery sudah tidak ditemukan keberadaannya.


Chery merasa sangat kesal,kesedihannya ditinggal Paman Tio malah menjadikannya hilang gegara orang tidak tau malu itu.Ia segera melajukan mobilnya menuju rumah,ia butuh istirahat.

__ADS_1


sesampai dirumah Chery segera menelfon Enzhi


"Tut...tut...tut"suara sambungan telfon Chery


"Halo Cher,ada apa?"jawab Enzhi dari seberang


"Kak kau tau pria bernama Arkhan?dia selalu mengganguku,aku muak!"ujar Chery meluapkan amarahnya


"Oh arkhan ya,kakak tau,tapi tidak terlalu kenal,coba kamu tanya saja apa mau dia"Enzhi memberi nasehat


"Ah lupakan,kakak tidak memberikan solusi terbaik,sudahlah aku tutup telfonnya"sambil menutup telfon Chery bersungut sungut.


Chery segera pulang ke rumah.Rumah yang tampak lengang,sepi,semenjak kepergian kedua orang tuanya.karakter yang terbentuk dalam diri Chery saat ini hanyalah efek dari tragedi besar yang menimpanya.Semua orang terdekatnya hanya ingin ada kehangatan dan keceriaan dalam diri Chery.Semenjak hari naas itu,Ia begitu sulit tersentuh oleh orang lain yang tidak ada dalam kesehariannya,hanya orang orang tertentu yang bisa melihat sisi lain dari seorang Chery.


Sementara di depan cafe tadi Arkhan bergumam bagaimana cara dia mendapatkan perhatian gadis cantik itu,sudah semenjak lama ia mengamatinya,memperhatikannya tapi nihil,tidak satupun yang ia dapatkan mengenai seorang Chery


"Ah,sial,bagaimana mendekatinya,sepertinya akan terlalu sulit."batin Arkhan,kemudian menelpon asistennya


"Arfa,tolong cari tau ada kejadian besar apa di Agro group,cari sedetail mungkin,dari semenjak dulu hingga sekarang!"


"Baik Tuan,akan segera saya kirim semunya di kantor"jawab Arfa asisten Arkhan yang paling bisa diandalkan.


"Aku minta hari ini Arfa!"


"Baik Tuan"

__ADS_1


Arkhan segera menutup telpon,menunggu Arfa mencari tau detail keluarga Chery.


__ADS_2