
Keesokan hari, tibalah saatnya vano dan vania beserta
teman-temannya pergi liburan ke jepang yang kemarin direncanakan.
Pagi ini vania tengah membereskan semua perlengkapan nya
untuk dia bawa ke liburan di jepang. Tak lama kemudian datanglah seorang cowok
dengan membawa mobil sportnya yang tak lain adalah vano yang ingi menjemput
vania untuk pergi ke bandara.
TOK...TOK…TOK...
Vania pun membuka pintu rumahnya yang diketok oleh vano.
“Morning vania, gimana lu udah siap kan?” tanya vano ke
vania
“Sudah , ini aku baru siap membereskan perlengkapannya”
jawab vania ke vano
“Yaudah aku tunggu di depan ya, cepat selesaikannya karena
pesawat kita bentar lagi akan terbang dan teman-teman kita sudah tiba di
bandara” ucap vano ke vania dengan Panjang lebar
“Oke vano, bentar ya ni aku tinggal ngunciin pintu aja”
jawab vania
Kemudian kini vano dan vania sudah di dalam mobil dan menuju
bandara. Di perjalanan mereka tidak ada membuka suara dan hanya ada keheningan
di dalam mobil tersebut.
Tak lama kemudian mereka berdua pun sampai di bandara dan
menghampiri semua teman mereka untuk check in.
Kemudian vania pun duduk disamping vano di dalam pesawat.
Selama perjalanan, vania selalu memandangi suasana perjalanan melalui jendela yang
ada disampingnya. Setelah menempuh waktu yang lama, akhirnya mereka pun sampai
di tempat tujuan dengan selamat di villa keluarga vano yang ada di jepang.
*
*
Setelah sampai di villa, mereka pun pergi kekamarnya
masing-masing. Vania dengan tania sekamar, vano sendiri, haikal dengan rendi
sekamar, dan alex sendiri. Setelah beberapa waktu untuk membereskan barang
bawaan mereka di kamar. Mereka pun berkumpul di ruangan keluarga untuk membahas
__ADS_1
rencana liburan mereka akan kemana saja. Akhirnya vano pun memutuskan untuk
liburan ke gunung fuji dan akan mendaki gunung fuji pada sore hari besok.
Semua mereka pun akhirnya setuju dengan keputusan vano.
Setelah membahas rencana liburan, mereka pun bersiap siap untuk pergi
berbelanja kebutuhan untuk keperluan mendaki gunung tersebut. Dengan menaiki
mobil pribadi milik keluarga vano, mereka pun menuju supermarket terdekat di
villa dan membeli perlengkapan dari mulai stok makanan dan minuman, baju ,
sepatu, jas mantel dingin, tas mendaki, dan tenda praktis agar nanti mereka
bisa beristirahat di perjalanan Ketika Lelah.
“Oke guys, udah semuanya dibeli kan ?” tanya Vano
“Udah lengkap van, tinggal kita packing aja di villa dan
bersiap siap untuk pergi besok sore” ucap haikal ke vano
“Oke yuk kita pulang dan beristirahhat agar besok kita tidak
kelelahan untuk mendaki” ucap vano lagi.
Setelah membeli perlengkapan, mereka pun pulang ke villa.
*
*
Keeseokan harinya, mereka pun sudah siap untuk mendaki
dingin yang sudah mereka beli kemaren.
Mereka pun menaiki mobil untuk pergi menuju gunung fuji,
agar mereka nanti bisa mendaki gunung di sore hari.
Setelah beberapa waktu dalam perjalanan menuju gunung fuji,
mereka pun sampai di tempat pemberhentian. Mereka pun turun dari mobil dan
melanjutkan dengan berjalan kaki agar bisa mendaki gunung fuji dan sampai di
puncak tepat waktu.
“Woi guys yuk kita udah sampai ni, kita turun dan
melanjutkan dengan jalan kaki okey” ucap Alex dan memandu semua teman-temannya.
“Okey, semuanya jangan lupa tetap Bersama jangan ada yang
sampai terpisah karena kita akan mulai mendaki ya” ucap vano kepada temanya
“Siap vano” balas Vania
Mereka pun Kembali melanjutkan perjalanan untuk mendaki
gunung fuji. Setelah menempuh perjalanan yang lama, mereka pun beristirahat di
__ADS_1
tengah hutan tersebut dan membangun tenda karena berhubung cuaca mulai dingin dan
tidak bisa melanjutkan untuk jalan kaki.
“Guys sepertinya kita akan istirahat disini dan akan
membangun tenda kita untuk istirahat” ucap Vano
“Okey,kita mulai pasang tenda kita disinin agar kita tidak
kedinginan karena cuaca sudah mulai dingin” ucap Rendi
“Okey” balas Vania dan tania.
Kemudian mereka pun mulai memasang tendanya. Vania dan tania
satu tenda, vano dan rendi satu tenda dan terakhir haikal dengan alex satu
tenda.
Setelah memasang tenda mereka pun memasang api unggun agar
bisa menghangatkan diri dan memasak makanan yang mereka beli kemaren.
Tak lama dari itu vania pun izin untuk pergi mencari kayu api
unggun karena stok kayu pun sudah mulai menipis dan mereka pun mengizinkan
vania pergi sendiri. Tak lama dari itu Vano pun keluar ari tendanya dan
bertanya ke temannya apakah melihat vania.
“Woi kalian liat vania gak ? gua mau ngomong ama dia soalnya”
Ucap Vano
“Ohh tadi vania izin sama kami mau cari kayu untuk api
unggun diluar sana” ucap Haikal dengan santainya
“Hah!! Serius lu sama siapa dia pergi ? “ tanya vano lagi
yang mulai mengkhawatirkan vania
“Dia pergi sendiri aja katanya biar kalian bisa istirahat”ucap
Alex
“Astaga lo biarin dia pergi sendiri di hutan dan dimalam
hari!!” bentak Vano
“I-iya soalnya dia gak mau ditemanin katanya” ucap Haikal
“Lo gila semuanya, ini gak bisa dibiarin, gua haarus cari
dia karena ini cuaca udah mulai dingin dan bisa mati tu anak” ucap vano dan
mulai mengambil mantel jasnya dan mencari vania ke hutan.
Vano pun mulai pergi mencari vania dan membiarin temannya
tinggal di tenda karena masih kesal dengan mereak yang tidak menemani vania di
__ADS_1
hutan sana.
Bersambung………….