Menaklukkan Hati Sang Cowok Arogan

Menaklukkan Hati Sang Cowok Arogan
Chapter 6


__ADS_3

Kemudian Vania pun telah tiba di


tempat ruangan pribadi Vano dan Vania memasuki ruangan itu. Setelah memasuki


ruangan pribadi vano , vania pun melihat vano yang sedang duduk di kursinya dan


lalu vania pun memanggil vano agar menanyai tentang apa maksud vano menyuruh


dia datang ke ruangan pribadinya.


“ekhem , vano aku udah sampai ni btw


kamu nelpon aku tadi karna apa ya?” (Tanya vania dengan hati-hati)


“ohhhh, lo udah sampai ya, jadi gini


gua nyuruh lo datang kesini itu karna gua mau lo besok datang ke taman kota


pada jam 3 sore dan on time datangnya karna gua mau lo besok ngedate ama gua


seperti kita pacaran ni” (jawab vano)


“tapi kan vano kita hanyalah pacar


diam-diam, jadi gak mungkin kan kita ngedate” (ucap vania dengan ragu)


“bodoamat, pokoknya gua mau lo besok


harus temanin gua seharian seperti orang pacaran ,ngerti” (jawab vano dengan


tegas)


“mmm… oke deh, aku turutin permintaan


kamu” (jawab vania dengan hati-hati)


Setelah itu vano pun menyuruh vania


untuk keluar dari ruangan pribadinya dan sekaligus menyuruh pulang kerumahnya.


“oke vania berhubung permintaan gua


udah gua sampaikan tadi , So lo boleh pulang sekarang dan ingat besok jam 3


sore di taman kota ya” (ucap vano )


“oke vano aku ingat kok, baik aku


pulang dulu” ( jawab vania )


“mmm” (respon vano dengan dingin)


Setelah itu vania pun langsung keluar


dari ruangan pribadi vano dan menuju kerumahnya . kemudian vano pun langsung


menuju rumahnya karna pertama kalinya dia mengajak seorang cewek untuk ngedate


dengannya. Jadi disini vano walaupun pria yang tampan dan kaya tapi dia tidak

__ADS_1


cowok playboy hanya menjadi cowok dingin an suka ngebully orang miskin makanya


vano merasa gugup untuk ngedate pertamanya.


Sementara itu Rendi dan 2 temannya pun


sedang berada di rumah pribadi vano untuk menunggu vano pulang. Rendi pun


menyibukkan dirinya dengan bermain alat music yaitu piano yang ada di rumah


vano. Berbeda dengan dua temannya lagi yaitu alex dan haikal yang menyibukkan


diri dengan bermain kartu dirumah vano.


Tak lama kemudian vano pun tiba di


rumahnya dan langsung menuju ruangan pribadinya yang dimana tempat itu adalah


tempat nongkrong vano dan temannya.  Setelah itu muncullah seorang pria tampan dibalik pintu yaitu vano.


Kemudian vano pun duduk dikursinya dan berbicara tentang rencananya untuk


ngedate dengan vania.


Kemudian semua temannya yang mendengar


pun terkejut dengan rencana vano karna jarang banget seorang vano yang ngedate


dengan seorang gadis. Dan vano pun menceritakan niatnya untuk mengajak vania


ngedate itulah adalah rencana untuk mengerjai vania hingga vania itu ketakutan.


membahayakan vania .


“lo gila ya vano, ngapain lo harus


ngedate sama vania” (ucap rendi karna tak suka dengan rencana vano)


“ya terserah gua dong, gua mau bikin


tu cewek jadi takut dan penurut ama gua ngerti lo” (jawab vano dengan cuek )


“tapi gak gini juga vano , rencana lo


itu bisa bikin vania bahaya nanti” (ucap rendi)


“ ah bodoamat gak akan bahaya kok ,


gua cuma pengen bikin lelah dengan permintaan gua itu aja” (jawab vano)


“yaudah terserah lo lah vano,awas


nanti lo cinta beneran ama vania ya” (ucap rendi)


“ah gak akan gua cinta ama tu cewek”


(ketus vano karna sudah muak dengan perkataan rendi)


Setelah perdebatan tadi,vano pun pergi

__ADS_1


ke kamarnya untuk membersihkan diri dan tidur karna besok dia akan pergi


ngedate sama vania.


-


-


Kemudian esok hari pun tiba dan


sekarang sudah menunjukan pukul setengah tiga sore menandakan sebentar lagi


vania harus datang ke tempat yang sudah mereka janjikan. Namun berbeda dengan


vania yang masih dirumah , dia masih takut dan ragu dengan rencana ngedate vano


ini karna nanti vano akan membuat dia menjadi pusing karna permintaannya itu.


“apakah aku harus pergi ke tempat itu


ya?” (batin vania)


“ihhhh mana sih vania nih, gua udah


nunggu lama disini  mana hari bentar lagi


mau turun hujan” (batin vano)


“aduhh kayaknya bentar lagi mau turun


hujan deh, apakah vano masih menungguku disana ya?” (batin vania)


Kemudian vania pun mencoba menghubungi


vano dengan handphone nya karna bentar lagi akan turun hujan. Tetapi karna


baterai handphone vano habis makanya vania tidak bisa menghubungi vano dan


membuat vania khawatir dengan keadaan vano itu.


“apa aku coba telpon dia dulu ya biar


dibatalin aja acaranya” (batin vania yang tengah menelpon vano tapi tidak bisa)


“isshh kenapa gak bisa ya apa jangan-jangan


baterai hp nya habis ya” (batin vania)


“kalo gitu aku harus susul dia dulu


takutnya nanti dia masih menungguku di keadaan hujan begini” (batin vania dan


langsung pergi ke taman kota dengan membawa payungnya)


Kemudian vania pun pergi menyusul vano


ke taman kota yang tengah hujan lebat dengan payungnya. Berbeda dengan vano


yang masih menunggu vania di taman kota dengan berdiri dalam keadaan hujan itu.

__ADS_1


********


__ADS_2