
Kemudian Vania pun telah tiba di
tempat ruangan pribadi Vano dan Vania memasuki ruangan itu. Setelah memasuki
ruangan pribadi vano , vania pun melihat vano yang sedang duduk di kursinya dan
lalu vania pun memanggil vano agar menanyai tentang apa maksud vano menyuruh
dia datang ke ruangan pribadinya.
“ekhem , vano aku udah sampai ni btw
kamu nelpon aku tadi karna apa ya?” (Tanya vania dengan hati-hati)
“ohhhh, lo udah sampai ya, jadi gini
gua nyuruh lo datang kesini itu karna gua mau lo besok datang ke taman kota
pada jam 3 sore dan on time datangnya karna gua mau lo besok ngedate ama gua
seperti kita pacaran ni” (jawab vano)
“tapi kan vano kita hanyalah pacar
diam-diam, jadi gak mungkin kan kita ngedate” (ucap vania dengan ragu)
“bodoamat, pokoknya gua mau lo besok
harus temanin gua seharian seperti orang pacaran ,ngerti” (jawab vano dengan
tegas)
“mmm… oke deh, aku turutin permintaan
kamu” (jawab vania dengan hati-hati)
Setelah itu vano pun menyuruh vania
untuk keluar dari ruangan pribadinya dan sekaligus menyuruh pulang kerumahnya.
“oke vania berhubung permintaan gua
udah gua sampaikan tadi , So lo boleh pulang sekarang dan ingat besok jam 3
sore di taman kota ya” (ucap vano )
“oke vano aku ingat kok, baik aku
pulang dulu” ( jawab vania )
“mmm” (respon vano dengan dingin)
Setelah itu vania pun langsung keluar
dari ruangan pribadi vano dan menuju kerumahnya . kemudian vano pun langsung
menuju rumahnya karna pertama kalinya dia mengajak seorang cewek untuk ngedate
dengannya. Jadi disini vano walaupun pria yang tampan dan kaya tapi dia tidak
__ADS_1
cowok playboy hanya menjadi cowok dingin an suka ngebully orang miskin makanya
vano merasa gugup untuk ngedate pertamanya.
Sementara itu Rendi dan 2 temannya pun
sedang berada di rumah pribadi vano untuk menunggu vano pulang. Rendi pun
menyibukkan dirinya dengan bermain alat music yaitu piano yang ada di rumah
vano. Berbeda dengan dua temannya lagi yaitu alex dan haikal yang menyibukkan
diri dengan bermain kartu dirumah vano.
Tak lama kemudian vano pun tiba di
rumahnya dan langsung menuju ruangan pribadinya yang dimana tempat itu adalah
tempat nongkrong vano dan temannya. Setelah itu muncullah seorang pria tampan dibalik pintu yaitu vano.
Kemudian vano pun duduk dikursinya dan berbicara tentang rencananya untuk
ngedate dengan vania.
Kemudian semua temannya yang mendengar
pun terkejut dengan rencana vano karna jarang banget seorang vano yang ngedate
dengan seorang gadis. Dan vano pun menceritakan niatnya untuk mengajak vania
ngedate itulah adalah rencana untuk mengerjai vania hingga vania itu ketakutan.
membahayakan vania .
“lo gila ya vano, ngapain lo harus
ngedate sama vania” (ucap rendi karna tak suka dengan rencana vano)
“ya terserah gua dong, gua mau bikin
tu cewek jadi takut dan penurut ama gua ngerti lo” (jawab vano dengan cuek )
“tapi gak gini juga vano , rencana lo
itu bisa bikin vania bahaya nanti” (ucap rendi)
“ ah bodoamat gak akan bahaya kok ,
gua cuma pengen bikin lelah dengan permintaan gua itu aja” (jawab vano)
“yaudah terserah lo lah vano,awas
nanti lo cinta beneran ama vania ya” (ucap rendi)
“ah gak akan gua cinta ama tu cewek”
(ketus vano karna sudah muak dengan perkataan rendi)
Setelah perdebatan tadi,vano pun pergi
__ADS_1
ke kamarnya untuk membersihkan diri dan tidur karna besok dia akan pergi
ngedate sama vania.
-
-
Kemudian esok hari pun tiba dan
sekarang sudah menunjukan pukul setengah tiga sore menandakan sebentar lagi
vania harus datang ke tempat yang sudah mereka janjikan. Namun berbeda dengan
vania yang masih dirumah , dia masih takut dan ragu dengan rencana ngedate vano
ini karna nanti vano akan membuat dia menjadi pusing karna permintaannya itu.
“apakah aku harus pergi ke tempat itu
ya?” (batin vania)
“ihhhh mana sih vania nih, gua udah
nunggu lama disini mana hari bentar lagi
mau turun hujan” (batin vano)
“aduhh kayaknya bentar lagi mau turun
hujan deh, apakah vano masih menungguku disana ya?” (batin vania)
Kemudian vania pun mencoba menghubungi
vano dengan handphone nya karna bentar lagi akan turun hujan. Tetapi karna
baterai handphone vano habis makanya vania tidak bisa menghubungi vano dan
membuat vania khawatir dengan keadaan vano itu.
“apa aku coba telpon dia dulu ya biar
dibatalin aja acaranya” (batin vania yang tengah menelpon vano tapi tidak bisa)
“isshh kenapa gak bisa ya apa jangan-jangan
baterai hp nya habis ya” (batin vania)
“kalo gitu aku harus susul dia dulu
takutnya nanti dia masih menungguku di keadaan hujan begini” (batin vania dan
langsung pergi ke taman kota dengan membawa payungnya)
Kemudian vania pun pergi menyusul vano
ke taman kota yang tengah hujan lebat dengan payungnya. Berbeda dengan vano
yang masih menunggu vania di taman kota dengan berdiri dalam keadaan hujan itu.
__ADS_1
********