Menaklukkan Hati Sang Cowok Arogan

Menaklukkan Hati Sang Cowok Arogan
Chapter 8


__ADS_3

Keesokan hari, vania seperti biasanya tengah bersiap siap


untuk pergi kekampusnya karna sekarang  vania ada


jadwal perkuliahan sehingga dia pagi pagi sudah siap dan


tinggal pergi menuju kampusnya.


“Ah akhirnya aku udah siap, tinggal berangkat kekampus ni”


batin vania dan langsung mengunci pintu rumahnya.


Vania pun berjalan menuju halte bus dan menunggu bus untuk


pergi kekampus.


Tak lama kemudian datanglah Rendi dengan mobil sportnya dan


memanggil vania.


“Hei vania,kamu sedang apa?” panggil rendi kepada vania


“Oh rendi,iya ni aku lagi nunggu bus mau kekampus soalnya”


jawab vania dengan suara lantangnya


“Ohhh gitu mau berangkat bareng gak?” Tanya rendi lagi


kepada vania.


“Ehh gak usah deh ren,biar aku naik bus aja bentar lagi


nyampe kok busnya” tolak vania dengan halus


“Eh gak papa kok vania,biar kita sekalian nyampe dikampus


jadi kamu gak telat” ucap rendi lagi dan menawarkan tumpangannya


“Gimana ya ren,aku bingung nanti orang banyak gosipin aku


kalo pergi ama kamu terus” jawab vania dengan ragu ragu


“Alahh gak usah dipikirin omongan orang, yang penting kamu


nyampe dikampus dengan tepat waktu ,kalo masalah orang tu nanti


biar aku yang urus” jawab rendi lagi.


“Mm yaudah deh ren,aku pergi ama kamu” jawab vania lagi


“Gitu dong,oke yuk masuk ke mobil” jawab rendi lagi.


Kemudian vania pun memasuki mobil mewah rendi lagi karna ini


adalah kedua kalinya dia menaiki mobil rendi.


Rendi pun melajukan mobilnya dan menuju ke kampus. Sesampai


di kampus,vania dan rendi pun turun dari mobilnya.


Hingga para mahasiswa lain pun melihat mereka berdua turun


dari mobilnya rendi dan membuat vania digosip oleh semua mahasiswa di kampus


itu.


“Wahh itu bukannya vania yang anak baru itu ya” ucap salah


satu mahasiswa disana.

__ADS_1


“Iya woiii, gila sumpah gua gak nyangka si nak baru tu bisa


dekat dengan rendi” ucap temannya juga


“Nah iya kan ,secara kita aja yang udah lama kuliah disini


belum pernah tu dekat dengan geng avigator apalagi ama rendi” ucap mahasiswi


itu


“Entahlah kok bisa ya,udahlah gua males ngurus yang gak


penting mending kita masuk kelas yuk” jawab temannya dan pergi meninggalkan


vania dan rendi disana.


Kemudian vania dan rendi pun memasuki kelasnya masing


masing. Vania pun telah masuk dalam kelasnya dan duduk disamping teman dekatnya


seperti biasa.


Jovita dan felix pun duduk disamping vania dan menanyakan


kabar vania dan vano.


“Eh vania, gimana hubungan mu ama vano?” Tanya jovita


“Hah,gak ada sih kami hanya teman biasa kok” jawab vania dan


berbohon kepada temannya itu


“Hah masa,kemaren aja kami liat kamu ama vano kayak dekat


gitu,pasti ada sesuatu ya?” Tanya jovita lagi karna mereka memang tidak tahu


tentang hubungan vania dan vano


karna nanti kalo aku gak turutin permintaanya maka dia akan mencabut beasiswa


ku dikampus ini” jawab panjang lebar dari vania.


“Owhh gitu yaa,aku kirain vano suka ama kamu ternyata gak”


jawab jovita


“Ngak lah ,ada ada aja kamu mah vit” jawab singkat dari


vania dan memutuskan pembahasan tadi.


***


Waktu pun berlalu , kuliah pun berakhir dan vania pun pergi


menuju ke parkiran kaarna mengingat vano akan menjemputnya dan mengajak makan


di restoran.


Tak lama vania menunggu di parkiran, vano pun akhirnya


datang untuk menjemput vania dengan mobil mewahnya.


Vano pun memanggil  vania dari dalam mobil untuk masuk ke dalam mobilnya.


“Heh  vania,cepat


masuk ke dalam mobil” ucap vano yang memanggil vania.


“I-iya ,aku masuk” jawab vania singkat.

__ADS_1


Kemudian vania pun masuk kedalam mobilnya vano. Vano pun


melajukan mobilnya menuju restoran yang sudah dijanjikan kemaren dengan vania.


Selama perjalanan tidak ada satupun yang buka mulu untuk


mengobrol. Akhirnya vano pun buka mulut untuk berbicara dengan vania.


“Mm vania,gimana perkuliahan mu hari ini” Tanya vano ke


vania untuk basa basi.


“hah, gak ada sih biasa aja berjalan lancar kok” jawab vania


dengan ragu ragu


“owh gitu ya” jawab singkat dari vano.


Kemudian mereka pun sampai di restoran yang dituju dan


mereka pun masuk ke dalam restoran yang mewah itu dan vano pun meminta kepada


pelayan agar menyiapkan meja makan VIV.


Selah pelayan menyiapkan tempatnya ,mereka pun diantarkan


oleh pelayan itu ke tempat yang sudah dipesan tadi.


Berbeda dengan vano, vania yang kini sedang melongo dan


memperhatikan tiap sudut ruangan restoran itu karna dia belum pernah makan di


restoran semewah ini


“Vania,yuk kita masuk ke dalam” ucap vano dan memegang


tangan vania untuk masuk ke dalam.


“Hah oke oke” jawab vania singkat dan mengikuti vano kedalam


restoran.


Setelah  itu mereka


pun duduk di kursi yang sudah disiapkan dan vano pun mengambil menu makanan dan


memesan makanannya, kemudian vano bertanya kepada vania untuk memesan makanannya.


“Vania,kamu pesanlah makananya” ucap vano dan memberi menu


makanannya kepada vania.


“Owh oke “ jawab vania dan membaca menunya


“Aduh makanan apaan sih ini,aku gak tau namanya dan harganya


pun mahal juga” batin vani yang tak mengerti dengan menu nya.


Kemudian vano pun melihat vania yang tengah bingung dengan


menunya.


Akhirnya vano pun memilihkan menu makanan yang enak


menurutnya untuk vania.


Dan drama untuk memesan makanan pun berakhir.


Tinggallah mereka berdua yang sibuk dengan pikirannya masing masing.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2