
Keesokan hari, vania seperti biasanya tengah bersiap siap
untuk pergi kekampusnya karna sekarang vania ada
jadwal perkuliahan sehingga dia pagi pagi sudah siap dan
tinggal pergi menuju kampusnya.
“Ah akhirnya aku udah siap, tinggal berangkat kekampus ni”
batin vania dan langsung mengunci pintu rumahnya.
Vania pun berjalan menuju halte bus dan menunggu bus untuk
pergi kekampus.
Tak lama kemudian datanglah Rendi dengan mobil sportnya dan
memanggil vania.
“Hei vania,kamu sedang apa?” panggil rendi kepada vania
“Oh rendi,iya ni aku lagi nunggu bus mau kekampus soalnya”
jawab vania dengan suara lantangnya
“Ohhh gitu mau berangkat bareng gak?” Tanya rendi lagi
kepada vania.
“Ehh gak usah deh ren,biar aku naik bus aja bentar lagi
nyampe kok busnya” tolak vania dengan halus
“Eh gak papa kok vania,biar kita sekalian nyampe dikampus
jadi kamu gak telat” ucap rendi lagi dan menawarkan tumpangannya
“Gimana ya ren,aku bingung nanti orang banyak gosipin aku
kalo pergi ama kamu terus” jawab vania dengan ragu ragu
“Alahh gak usah dipikirin omongan orang, yang penting kamu
nyampe dikampus dengan tepat waktu ,kalo masalah orang tu nanti
biar aku yang urus” jawab rendi lagi.
“Mm yaudah deh ren,aku pergi ama kamu” jawab vania lagi
“Gitu dong,oke yuk masuk ke mobil” jawab rendi lagi.
Kemudian vania pun memasuki mobil mewah rendi lagi karna ini
adalah kedua kalinya dia menaiki mobil rendi.
Rendi pun melajukan mobilnya dan menuju ke kampus. Sesampai
di kampus,vania dan rendi pun turun dari mobilnya.
Hingga para mahasiswa lain pun melihat mereka berdua turun
dari mobilnya rendi dan membuat vania digosip oleh semua mahasiswa di kampus
itu.
“Wahh itu bukannya vania yang anak baru itu ya” ucap salah
satu mahasiswa disana.
__ADS_1
“Iya woiii, gila sumpah gua gak nyangka si nak baru tu bisa
dekat dengan rendi” ucap temannya juga
“Nah iya kan ,secara kita aja yang udah lama kuliah disini
belum pernah tu dekat dengan geng avigator apalagi ama rendi” ucap mahasiswi
itu
“Entahlah kok bisa ya,udahlah gua males ngurus yang gak
penting mending kita masuk kelas yuk” jawab temannya dan pergi meninggalkan
vania dan rendi disana.
Kemudian vania dan rendi pun memasuki kelasnya masing
masing. Vania pun telah masuk dalam kelasnya dan duduk disamping teman dekatnya
seperti biasa.
Jovita dan felix pun duduk disamping vania dan menanyakan
kabar vania dan vano.
“Eh vania, gimana hubungan mu ama vano?” Tanya jovita
“Hah,gak ada sih kami hanya teman biasa kok” jawab vania dan
berbohon kepada temannya itu
“Hah masa,kemaren aja kami liat kamu ama vano kayak dekat
gitu,pasti ada sesuatu ya?” Tanya jovita lagi karna mereka memang tidak tahu
tentang hubungan vania dan vano
karna nanti kalo aku gak turutin permintaanya maka dia akan mencabut beasiswa
ku dikampus ini” jawab panjang lebar dari vania.
“Owhh gitu yaa,aku kirain vano suka ama kamu ternyata gak”
jawab jovita
“Ngak lah ,ada ada aja kamu mah vit” jawab singkat dari
vania dan memutuskan pembahasan tadi.
***
Waktu pun berlalu , kuliah pun berakhir dan vania pun pergi
menuju ke parkiran kaarna mengingat vano akan menjemputnya dan mengajak makan
di restoran.
Tak lama vania menunggu di parkiran, vano pun akhirnya
datang untuk menjemput vania dengan mobil mewahnya.
Vano pun memanggil vania dari dalam mobil untuk masuk ke dalam mobilnya.
“Heh vania,cepat
masuk ke dalam mobil” ucap vano yang memanggil vania.
“I-iya ,aku masuk” jawab vania singkat.
__ADS_1
Kemudian vania pun masuk kedalam mobilnya vano. Vano pun
melajukan mobilnya menuju restoran yang sudah dijanjikan kemaren dengan vania.
Selama perjalanan tidak ada satupun yang buka mulu untuk
mengobrol. Akhirnya vano pun buka mulut untuk berbicara dengan vania.
“Mm vania,gimana perkuliahan mu hari ini” Tanya vano ke
vania untuk basa basi.
“hah, gak ada sih biasa aja berjalan lancar kok” jawab vania
dengan ragu ragu
“owh gitu ya” jawab singkat dari vano.
Kemudian mereka pun sampai di restoran yang dituju dan
mereka pun masuk ke dalam restoran yang mewah itu dan vano pun meminta kepada
pelayan agar menyiapkan meja makan VIV.
Selah pelayan menyiapkan tempatnya ,mereka pun diantarkan
oleh pelayan itu ke tempat yang sudah dipesan tadi.
Berbeda dengan vano, vania yang kini sedang melongo dan
memperhatikan tiap sudut ruangan restoran itu karna dia belum pernah makan di
restoran semewah ini
“Vania,yuk kita masuk ke dalam” ucap vano dan memegang
tangan vania untuk masuk ke dalam.
“Hah oke oke” jawab vania singkat dan mengikuti vano kedalam
restoran.
Setelah itu mereka
pun duduk di kursi yang sudah disiapkan dan vano pun mengambil menu makanan dan
memesan makanannya, kemudian vano bertanya kepada vania untuk memesan makanannya.
“Vania,kamu pesanlah makananya” ucap vano dan memberi menu
makanannya kepada vania.
“Owh oke “ jawab vania dan membaca menunya
“Aduh makanan apaan sih ini,aku gak tau namanya dan harganya
pun mahal juga” batin vani yang tak mengerti dengan menu nya.
Kemudian vano pun melihat vania yang tengah bingung dengan
menunya.
Akhirnya vano pun memilihkan menu makanan yang enak
menurutnya untuk vania.
Dan drama untuk memesan makanan pun berakhir.
Tinggallah mereka berdua yang sibuk dengan pikirannya masing masing.
__ADS_1
BERSAMBUNG...