Menaklukkan Hati Sang Cowok Arogan

Menaklukkan Hati Sang Cowok Arogan
Chapter 7


__ADS_3

Setelah beberapa menit , akhirnya


vania sampai di tempat yang dituju dan vano pun masih menunggu vania dalam


keadaan hujan. Kemudian vania pun memanggil vano yang masih berdiri di sana dan


akhirnya vano pun menoleh ke belakang dan menghadap ke vania yang sambil


memegang payung ditangannya


“vanoo… kenapa kamu masih berdiri


sana , nanti kamu sakit vano” teriak vania yang diujung sana


“karna aku masih menunggu kamu


dan aku kan tetap berdiri disini sampai kamu datang ke sini” jawab vano sambil


menggigil Karna hujan


“iyaa ini aku udah sampai kan ,


dan kamu yuk berteduh lah ini lagi hujan lebat nanti kamu bisa sakit” jawab


vania dan langsung menuju ke tempat vano dan memayungkan vano


“oke..oke kita pergi sekarang ya


, kita berteduh dulu baru kita cari makan ya” ucap vania


“iyaa ya” jawab vano yang tengah


menggigil.


-


-


Kemudian vania pun mengajak vano


pergi dari tempat itu dan mencari tempat untuk berteduh karna baju vano sudah


basah semua dan jika tidak berteduh maka dia akan sakit.


 Akhirnya vania pun menemukan tempat untuk


berteduh dan itu adalah toko yang kosong dan mengajak vano untuk duduk disana


dulu karna vano keliatannya sudah mulai sakit.


Dan akhirnya vania pun memberikan


jaket nya kepada vano agar vano merasa hangat. Tak lama kemudian vano pun


tertidur karna merasa badannya sudah tidak kuat dengan kedinginan.


 Vano tertidur di pangkuan vania dan vania pun


merasa iba kepada vano an memberikan belaian lembut agar vano tidur dengan


nyenyak.


Setelah beberapa menit mereka


tertidur dan hujan pun juga reda, akhirnya mereka berdua pun bangun dari


tidurnya tapi berbeda dengan vano yang malah menjadi demam,  karna berdiri lama di bawah hujan.


Dan vania pun panik karna bukan


ngedate malah membuat vano sakit karna kelamaan menunggu dia dan vania pun


merasa bersalah atas perilakunya kepada vano.


Kemudian vania pun membawa vano

__ADS_1


kerumahnya karna dia tidak tau dimana rumah vano berada dan mumpung ibu vania


pun sekarang tidak ada dirumah maka vania pun memutuskan membawa kerumahnya dan


merawatnya terlebih dulu agar demam nya turun.


“vano yuk aku bawa kamu kerumah


aku dulu ya karna demam  kamu makin


tinggi “ ucap vania ke vano


“iyaa” jawab vano dengan singkat.


Kemudian


vania pun memapah vano agar dia bisa membawa vano dalam kondisi sakit ini.


-


-


 Akhirnya vania pun bisa membawa vania


kerumahnya dan sekarang sudah sampai dirumah vania. Kemudian vania pun membawa


vano kedalam kamarnya dan menidurkan vano di ranjang milik vania gar vano bisa


tdur dengan nyenyak.


 Sementara itu vania pun mengambil air hangat


untuk mengompres kening vano agar demam vano turun. Dan setelah mengompres


kening vano, vania pun membuatkan minuman hangat agar tubuh vano menjadi hangat


lagi dan segera sembuh.


***


Setelah beberapa


memegang kepalanya karna efek demam tadi.


Vano pun


mencari keberadaan vania di rumah itu,setelah berkeliling akhirnya vano pun


melihat vania yang tengah sibuk masak didapur.


“vania,itu kamu kan?” Tanya vano


ke vania sambil memegang kepalanya yang masih terasa sakit


“eh vano, kamu udah bangun ya,


duduk sini dulu” jawab vania dan menuntun vano ke tempat meja makan


“apakah kamu yang membawa aku


kerumah mu dan merawatku tadi” ucap vano


“iya vano, kamu tadi Nampak udah


lesu dan badan mu udah mendingin jadi aku bawa kamu kerumah ku karna aku tak


tau rumah mu dimana” jawab vania dengan panjang lebar


“owh gitu,thanks ya udah merawat


gua tadi,gua gak nyangka ama lo masih tetap peduli ma gua walau gua tetap jahat


ama lo vania” jawab vano sambil sedih


“ah itu gak masalah vano,aku

__ADS_1


tetap gak tega ngeliat kamu mendingin kayak itu dan kamu tadi hampir pingsan


makanya aku langsung merawatmu disini” ucap vania dengan mengusap pipi vano


agar vano merasa tenang.


Kemudian vania pun membawakan


makanan yang udah ia masak dan memberikan kepada vano agar bisa dimakan karna


sejak tadi dia belum makan.


“oh ya vano , nih aku udah masak


makanan buat kamu yuk makan dulu dan perut kamu sejak tadi belum diisi , nanti


sakit lagi” ucap vania sambil meletakan makanan itu di meja makanan.


“oh oke makasih ya udah masakin


gua” jawab vano


Stelah itu mereka pun memakan


masakan vania dan mengobrol sebentar.


Setelah meyelesaikan makanannya ,


vano pun pamit untuk pulang dulu dan berterimakasih kepada vania serta mengajak


vania untuk pergi makan di restoran sepulang kuliah besok dan vano akan


menjemput vania.


“oh ya vania gua pamit pulang


dulu dan thanks udah merawat gua tadi “ ucap vano


“oh sama-sama vano dan jaga


kesehatan mu karna tubuh mu masih belum pulih” jawab vania


“dan juga vania gua mau ngajak lo


besok makan ke restoran sepulang kuliah besok ya dan nanti gua akan menjemput


lo, ini gua mohon banget kamu harus datang ya” ucao vano dengan memohon


“mmm okelah sepulang kuliah  kan , terus aku nunggu kamu dimana?”  Tanya vania ke vano


“kamu tunggu aku di parkiran


kampus nanti aku  jemput kamu pakai mobil


sip” jawab vano


“owh oke deh, kalo gitu kamu


hati-hati ya pulangnya” jawab vania dengan memberi perhatian kepada vano


“iya ,kalo gitu aku pulang dulu


ya ,sampai jumpa besok” ucap vano sambil melambaikan tangannya


“oke vano samapai jumpa besok


juga” jawab vania dengan senyumannya


Kemudain vano pun pergi Dari rumah


vania dan menuju rumahnya. Sepertinya vano mulai menyukai vania dala hatinya


dan merasa luluh terhadap perlakuan vania.


Bersambung..................

__ADS_1


__ADS_2