
Setelah beberapa menit , akhirnya
vania sampai di tempat yang dituju dan vano pun masih menunggu vania dalam
keadaan hujan. Kemudian vania pun memanggil vano yang masih berdiri di sana dan
akhirnya vano pun menoleh ke belakang dan menghadap ke vania yang sambil
memegang payung ditangannya
“vanoo… kenapa kamu masih berdiri
sana , nanti kamu sakit vano” teriak vania yang diujung sana
“karna aku masih menunggu kamu
dan aku kan tetap berdiri disini sampai kamu datang ke sini” jawab vano sambil
menggigil Karna hujan
“iyaa ini aku udah sampai kan ,
dan kamu yuk berteduh lah ini lagi hujan lebat nanti kamu bisa sakit” jawab
vania dan langsung menuju ke tempat vano dan memayungkan vano
“oke..oke kita pergi sekarang ya
, kita berteduh dulu baru kita cari makan ya” ucap vania
“iyaa ya” jawab vano yang tengah
menggigil.
-
-
Kemudian vania pun mengajak vano
pergi dari tempat itu dan mencari tempat untuk berteduh karna baju vano sudah
basah semua dan jika tidak berteduh maka dia akan sakit.
Akhirnya vania pun menemukan tempat untuk
berteduh dan itu adalah toko yang kosong dan mengajak vano untuk duduk disana
dulu karna vano keliatannya sudah mulai sakit.
Dan akhirnya vania pun memberikan
jaket nya kepada vano agar vano merasa hangat. Tak lama kemudian vano pun
tertidur karna merasa badannya sudah tidak kuat dengan kedinginan.
Vano tertidur di pangkuan vania dan vania pun
merasa iba kepada vano an memberikan belaian lembut agar vano tidur dengan
nyenyak.
Setelah beberapa menit mereka
tertidur dan hujan pun juga reda, akhirnya mereka berdua pun bangun dari
tidurnya tapi berbeda dengan vano yang malah menjadi demam, karna berdiri lama di bawah hujan.
Dan vania pun panik karna bukan
ngedate malah membuat vano sakit karna kelamaan menunggu dia dan vania pun
merasa bersalah atas perilakunya kepada vano.
Kemudian vania pun membawa vano
__ADS_1
kerumahnya karna dia tidak tau dimana rumah vano berada dan mumpung ibu vania
pun sekarang tidak ada dirumah maka vania pun memutuskan membawa kerumahnya dan
merawatnya terlebih dulu agar demam nya turun.
“vano yuk aku bawa kamu kerumah
aku dulu ya karna demam kamu makin
tinggi “ ucap vania ke vano
“iyaa” jawab vano dengan singkat.
Kemudian
vania pun memapah vano agar dia bisa membawa vano dalam kondisi sakit ini.
-
-
Akhirnya vania pun bisa membawa vania
kerumahnya dan sekarang sudah sampai dirumah vania. Kemudian vania pun membawa
vano kedalam kamarnya dan menidurkan vano di ranjang milik vania gar vano bisa
tdur dengan nyenyak.
Sementara itu vania pun mengambil air hangat
untuk mengompres kening vano agar demam vano turun. Dan setelah mengompres
kening vano, vania pun membuatkan minuman hangat agar tubuh vano menjadi hangat
lagi dan segera sembuh.
***
Setelah beberapa
memegang kepalanya karna efek demam tadi.
Vano pun
mencari keberadaan vania di rumah itu,setelah berkeliling akhirnya vano pun
melihat vania yang tengah sibuk masak didapur.
“vania,itu kamu kan?” Tanya vano
ke vania sambil memegang kepalanya yang masih terasa sakit
“eh vano, kamu udah bangun ya,
duduk sini dulu” jawab vania dan menuntun vano ke tempat meja makan
“apakah kamu yang membawa aku
kerumah mu dan merawatku tadi” ucap vano
“iya vano, kamu tadi Nampak udah
lesu dan badan mu udah mendingin jadi aku bawa kamu kerumah ku karna aku tak
tau rumah mu dimana” jawab vania dengan panjang lebar
“owh gitu,thanks ya udah merawat
gua tadi,gua gak nyangka ama lo masih tetap peduli ma gua walau gua tetap jahat
ama lo vania” jawab vano sambil sedih
“ah itu gak masalah vano,aku
__ADS_1
tetap gak tega ngeliat kamu mendingin kayak itu dan kamu tadi hampir pingsan
makanya aku langsung merawatmu disini” ucap vania dengan mengusap pipi vano
agar vano merasa tenang.
Kemudian vania pun membawakan
makanan yang udah ia masak dan memberikan kepada vano agar bisa dimakan karna
sejak tadi dia belum makan.
“oh ya vano , nih aku udah masak
makanan buat kamu yuk makan dulu dan perut kamu sejak tadi belum diisi , nanti
sakit lagi” ucap vania sambil meletakan makanan itu di meja makanan.
“oh oke makasih ya udah masakin
gua” jawab vano
Stelah itu mereka pun memakan
masakan vania dan mengobrol sebentar.
Setelah meyelesaikan makanannya ,
vano pun pamit untuk pulang dulu dan berterimakasih kepada vania serta mengajak
vania untuk pergi makan di restoran sepulang kuliah besok dan vano akan
menjemput vania.
“oh ya vania gua pamit pulang
dulu dan thanks udah merawat gua tadi “ ucap vano
“oh sama-sama vano dan jaga
kesehatan mu karna tubuh mu masih belum pulih” jawab vania
“dan juga vania gua mau ngajak lo
besok makan ke restoran sepulang kuliah besok ya dan nanti gua akan menjemput
lo, ini gua mohon banget kamu harus datang ya” ucao vano dengan memohon
“mmm okelah sepulang kuliah kan , terus aku nunggu kamu dimana?” Tanya vania ke vano
“kamu tunggu aku di parkiran
kampus nanti aku jemput kamu pakai mobil
sip” jawab vano
“owh oke deh, kalo gitu kamu
hati-hati ya pulangnya” jawab vania dengan memberi perhatian kepada vano
“iya ,kalo gitu aku pulang dulu
ya ,sampai jumpa besok” ucap vano sambil melambaikan tangannya
“oke vano samapai jumpa besok
juga” jawab vania dengan senyumannya
Kemudain vano pun pergi Dari rumah
vania dan menuju rumahnya. Sepertinya vano mulai menyukai vania dala hatinya
dan merasa luluh terhadap perlakuan vania.
Bersambung..................
__ADS_1