Menangis Kepada Bulan

Menangis Kepada Bulan
MENGAGUMI SESEORANG


__ADS_3

Hari ini adalah hari Rabu saatnya pelajaran Olahraga. Kami semua memakai pakaian olahraga berwarna biru muda dan abu. Semua siswa berkumpul di lapangan menunggu kedatangan guru olahraga.


Aku sedang berdiri di lapangan dengan rambut panjangku yang terikat di belakang. Tiba-tiba Linda menabrakku dari belakang dan aku hampir jatuh. Dia hanya meminta maaf dengan tertawa yang menyebalkan. Aku hanya diam.


Guru olahraga pun datang dan memberi tahu kami untuk pergi ke lapangan olahraga yang berada di kota untuk balap lari. Kami semua berjalan menuju lapangan kota. Kami berkumpul disana dan mulai mengabsen satu persatu. Kami dibagi menjadi enam orang tiap kelompok dari empat puluh siswa.


Aku satu kelompok dengan Jack, Ivan dan keempat teman lainnya. Jack melirik padaku dengan sinis. Entah kenapa dia sangat membenciku aku juga tidak mengerti.

__ADS_1


Kami semua mulai berlari, aku berada di barisan ke dua setelah Ivan dan Jack berada dibelakangku. Dengan sengaja dia menabrakku dan akupun jatuh. Aku tertinggal oleh mereka. Aku tertinggal satu putaran karena kesakitan. Aku masih duduk disitu karena kesakitan. Lututku berdarah. Tiba-tiba Ivan mengulurkan tangannya padaku. Aku menolaknya karena aku kesakitan dan merasa malu. Dia menarik tanganku dan menuntunku ke pinggir lapangan.


"Terima kasih Ivan, kamu bisa tinggalkan aku disini sendiri. Ayo lanjutkan lagi larinya nanti kamu ketinggalan dan nilaimu jelek." ucapku sambil duduk di bangku dengan tertunduk.


"Tidak apa-apa Len, aku lapor dulu sama Pak Guru. Tunggu ya aku cari bantuan dulu." ucapnya sambil tesenyum.


Setelah kelompok kami selesai, Jack menghampiriku dan bertanya padaku apa saja yang Ivan bicarakan padaku.

__ADS_1


Aku melihat Ivan sedang berlari ke arahku, dan dia melihat Jack sedang mencengkram tanganku dengan kasar. Dia terlihat sangat kaget melihat Jack memperlakukanku seperti itu. Dia langsung menyuruh Jack melepaskan tanganku.


"Ada apa ini ? Lepaskan tangannya. Kenapa kamu memperlakukan perempuan seperti itu, ada masalah apa kamu dengan Lena ? Apa kamu tidak sadar dia tadi jatuh gara-gara kamu, lihat kakinya terluka karena kamu. Bukannya bantu dia kamu malah kasar." ucap Ivan sambil berusaha melepaskan tanganku.


"Ivan, kamu gak usah ikut campur, ini urusanku sama dia. Kamu pergi saja sana. Jangan mencampuri urusanku lagi." ucap Jack dengan marah.


"Apa-apaan sih kamu, jangan kayak gini dong. Kenapa kamu berani sama perempuan ? Lena salah apa sama kamu sampai kamu bisa berbuat seperti ini. Jack, apa kamu suka sama Lena? Kamu kan sudah punya Linda, gadis oriental yang dikagumi banyak orang. Apa perlu aku bilang sama Linda kamu dekati Lena?"

__ADS_1


Jack melepaskan tanganku. Dan dia berjalan pergi entah kemana. Tanganku sakit dan kakiku juga sakit. Benar-benar hari yang sial. Ivan merogoh sakunya dan mengeluarkan obat luka, dia langsung mengobatiku. Aku tidak menyangka Ivan peduli padaku, aku kira selama ini dia orang yang sangat pendiam. Dia orang yang paling pintar di kelas. Badannya yang tinggi dan kurus, hidungnya mancung, aku perhatikan dia cukup tampan.


Apakah aku mulai mengaguminya ? Aku tidak tahu.


__ADS_2