
Keesokkan Harinya setelah aldi membereskan semua pekerjaan rutin paginya, dia langsung pergi ke perusahaan sky blue karena ada beberapa dokumen yang terkait dengan mega proyek hotel bintang 6 harus dia tanda tangani.
Sesampainya di sana dia lantas segera memarkir motor maticnya di depan lobi perusahaan, belum sempat aldi masuk ke lobi sebuah sedan BMW lewat dan berhenti tepat di depanya.
Andre turun dari mobil tersebut dengan setelan jas yang rapi dan juga membawa sebuah dokumen yang isinya pastilah penawaran kontrak kerjasama yang akan di sodorkan ke presdir perusahaan sky blue.
"Ahhhh... siapa ini di sini? bukanya ini si sampah yang hanya bisa nebeng hidup dengan istri"
cibir andre sambil berjalan mendekat setelah melihat keberadaan aldi yang baru selesai memarkir motornya.
"heloooo.... kok bisa kamu ada di sini? mau melamar kerja jadi satpam ya? atau jadi OB?"
lanjut cerocos andre kepada aldi.
"emang kenapa kalau aku ada di sini? mau lamar kerja jadi satpam kek, jadi OB kek, suka suka aku dong!"
jawab aldi dengan nada dingin dan penuh penekanan.
"hemm... udah mulai berani ya mulutmu itu, untung aku lagi dalam mood yang baik karena mau tanda tangan kontrak, kalau tidak udah aku habisin tuh mulut"
lanjut andre yang mulai naik pitam mendengar jawaban aldi.
"Sekarang kamu mending pergi deh dari sini sebelum aku panggilin security untuk mengusir kamu, pakk... pak security di sini ada sampah masyarakat yang perlu di usir nih!"
teriak andre memanggil security dan tidak lama datang 2 orang security yang menghampiri mereka.
"Mohon maaf, Ada apa ya pak?"
tanya salah satu security kepada andre
"ini nih ada orang yang tidak tau malu bikin ribut aja, kayanya mau lamar kerja di sini jadi satpam"
kedua security tersebut melihat penampilan aldi yang cuma menggunakan kaos oblong biasa dengan celana yang tidak bermerek di tambah memakai sendal swalow, setelah melihat penampilan aldi yang sangat biasa itu mereka yakin bahwa di sini yang membuat kerusuhan pasti aldi.
__ADS_1
"Kamu mau ngelamar jadi satpam di sini? kebetulan aku adalah kepala satpam di sini dan aku putuskan untuk kamu pergi sekarang dan tidak usah melamar kerja di sini"
ujar salah satu security yang di ikuti dengan tindakan mendorong aldi oleh security yang satunya.
"Apa apaan kalian ini? memang siapa kalian bisa menentukan saya di terima atau tidak"
jawab aldi kesal, bagaimana tidak dia sebenarnya adalah presdir di perusahaan ini tapi sekarang dia malah di usir oleh 2 security perusahaannya sendiri
'benar benar harus di kasih pelajaran orang ini'
batin aldi
"Siapa saya? kan sudah kubilang saya kepala security dan saya tidak butuh anak buah baru kayak kamu gini! sekarang juga pergi dari sini atau aku seret kamu keluar"
bentak sang security yang mulai emosi kepada aldi.
"Oke saya pergi! tapi awas kalian nanti"
tunjuk aldi pada dua orang security tersebut sambil berlalu pergi, aldi sebenarnya tidak pergi akan tetapi dia memutar dan masuk dari pintu belakang.
"selamat pagi mbak, saya andre dari perusahaan atmaja mau bertemu pak presdir bisa?"
sapa andre setelah tiba di depan resepsionis perusahaan sky blue.
"Tunggu sebentar ya pak andre saya akan telfonkan dulu bu riska sekretarisnya pak presdir"
jawab sang reseptionis dengan sopan.
di lain sisi aldi sudah berada di ruanganya saat ini, setelah beberapa saat pintu ruanganya di ketuk dan masuklah riska membawa beberapa dokumen yang harus di tandatangani oleh aldi.
"permisi pak aldi, ini beberapa dokumen yang harus bapak tandatangani"
ucap riska dengan sopan pada aldi
__ADS_1
"emm baiklah bawa ke sini, riska bila nanti ada perwakilan dari perusahaan atmaja yang mengajukan kontrak kesini LANGSUNG SURUH PULANG"
kata aldi pada riska dengan penekanan pada kata yang terakhir.
"Baik pak presdir akan saya lakukan sesuai perintah bapak"
jawab riska dengan sepontan, karena kata kata aldi adalah titah bagi riska jadi harus di laksanakan sesuai perintahnya.
"Ahhh.. hampir lupa! panggil kedua security yang sedang berjaga di pintu masuk sekarang juga"
"baik pak"
jawab riska dengan sedikit bingung kenapa aldi menyuruhnya memanggil para security itu.
Baru juga keluar dari ruangan aldi riska mendapat telfon dari loby bahwa pak andre dari keluarga atmaja datang untuk bertemu presdir.
"oke ... kamu suruh pak andre menunggu di lobi dulu, saya akan segera turun"
kata riska pada reseptionis melalui telefon.
tak perlu waktu lama eiska sudah muncul di lobi dan berjalan mendekati andre.
"Halloo.. pak andre ya? saya riska sekretaris pribadi dari pak presdir, mohon maaf sekali pak andre, presdir kami sedang ada kesibukan lain di liar jadi hari ini ga bisa datang ke kantor, ada perlu apa ya?"
sapa riska dengan sopan kepada andre, andre sendiri tahu siapa riska, karena wanita tersebut juga cukup terkenal di pergaulan tingkat atas dengan prestasi wanita karir suksesnya itu.
"Gini bu riska saya datang kesini untuk menawarkan kontrak kerjasama yang....."
sebelum andre selesai berbicara terdengar suara riska yang memotong kata katanya.
"Mohon maaf lagi pak andre, pak presdir berpesan bahwa beliau menolak semua proposal yang datang jadi silahkan pak andre pulang saja hari ini"
andre kaget dengan omongan riska barusan, bagaimana dia bisa menolak proposalnya tanpa melihat terlebih dahulu isi proposal tersebut, andre merasa di permalukan dan di sepelekan di sini, tampak samar bahwa riska sekarang sedang menusirnya dengan cara yang halus.
__ADS_1
Tanpa bosa basi lagi andre langsung mengambil langkah balik kanan dan pergi pulang dengan perasaan yang campur aduk ....