
Setelah selesai mengusir andre dari loby, riska mulai berjalan ke arah 2 security yang sedang berjaga di depan pintu masuk.
"Kalian berdua ikuti segera ikuti saya menemui presdir"
sontak kata kata riska mengejutkan mereka berdua, ada apa gerangan sampai mereka di panggil oleh presdir, mereka hanya bisa berfikir positif saja akan panggilan tersebut.
"Baik Bu"
jawab kedua security itu kompak sambil mengekor di belakang riska menuju ke ruangan presdir.
Sesampainya di depan ruangan presdir, riska mengetuk pintu ruangan tersebut yang segera di jawab oleh aldi dari dalam mempersilahkan mereka masuk.
"Pak ini kedua security yang bapak suruh menghadap"
lapor riska kepada aldi, melihat aldi di meja presdir kedua security tersebut terkulai lemas karena sadar bahwa aldi yang mereka usir tadi merupakan presdir mereka sendiri.
mereka mulai meneteskan air mata sambil memohon maaf kepada aldi.
"pak mohon maafkan kami, kami yang buta tidak mengenali itu adalah anda pak"
mohon sang security yang sekarang bersujud di depan aldi, mereka tahu saat ini mereka dalam resiko di keluarkan dari pekerjaan mereka , makanya mereka akan melakukan apapun untuk memohon maaf kepada aldi.
"Jadi setelah kalian tahu bahwa aku presdir di sini baeu kalian meminta maaf? tidak bisa! sikap kalian yang menilai orang dari segi penampilan itu membahayakan perusahaan, bagaimana jika klien penting kita datang menggunakan pakaian biasa lalu kalian usir lagi?"
ucap aldi dengan nada yang tegas dan keras.
mendengar hal ini kedua security tersebut sangat menyesal dengan perilaku mereka tadi yang menilai aldi hanya dari penampilanya yang sangat biasa, mereka tetap bersujud dan memohon maaf pada aldi akan tetapi tidak di gubris oleh aldi.
"Riska tolong suruh mereka keluar dan kamu segera urus surat pemecatan mereka"
perintah aldi yang langsung di laksanakan oleh riska, kedua security itu hanya bisa berjalan keluar ruangan dengan lemas karena baru saja kehilangan pekerjaan mereka.
Di tempat lain di keluarga atmaja, andre telah sampai rumah dan segera mencari neneknya guna melapor tentang proposalnya.
"Wah cucu tersayangku sudah pulang, kok cepet sekali? apa sebegitu lamcarnya?"
sambut nenek neni saat melihat andre masuk kedalam rumah
"Sukses apanya nek! mereka bahkan tidak melihat isi proposalku dan bahkan langsung mengusirku"
__ADS_1
jelas andre kepada nenek neni
"Kamu di usir? bagaimana mungkin? jadi kontraknya gagal?"
"Yah gagal lah nek, malah cucumu ini di permalukan di sana, berani beraninya merek mempermalukan keluarga kita! apa tidak bisa kita balas perlakuan mereka nek?"
ujar andre karena kesal dengan pengusiran yang dia terima di sky blue tadi.
"Balas gundulmu!! di belakang sky blue ada keluarga wibowo yang sangat kaya dan misterius! kamu mau tiba tiba hilang dan tinggal nama doang hah?"
jawab nenek neni tidak kalah seriusnya, memang benar bagi keluarga wibowo menghancurkan semua keluarga atmaja yang notabenya keluarga tingkat 2 itu semudah membalikkan telapak tangan.
"Baiklah kalau begitu nanti malam kumpulkan semua anggota keluarga, kita akan bahas pengajuan proposal lagi nanti malam"
lanjut nenek neni yang segera di jawab andre
"Siap nek, segera aku akan mengabari mereka semua"
Malamnya semua anggota keluarga atmaja berkumpul, tampak rahma dan aldi juga hadir di sana.
"Semuanya tadi andre sudah datang ke sky blue untuk mengajukan kontrak kerjasama tapi hasilnya Nihil, apa ada dari kalian yang berani mencoba sekali lagi untuk mengajukan kontrak?"
tampak semua orang terdiam tidak ada yang menjawabnya, karena mereka semua berpikir kalau andre saja gagal apalagi dengan mereka, melihat hal ini nenek neni sedikit geram.
"apa kalian semua ini pengecut? kenapa tidak ada yang berani mengambil alih kontrak ini? begini saja deh, siapapun yang berhasil mengajukan kontrak ini akan aku tunjuk sebagai penerus dari perusahaan atmaja"
sontak kata kata nenek neni inipun membuat perkumpulan itu menjadi riuh, aldi pun segera berbisik kepada istrinya.
"Sayang kenapa kamu tidak coba saja tantangan dari nenek itu?"
bisik aldi kepada rahma yang berada di sampingnya.
"Hush.. ngawur aja kamu! andre aja gagal apalagi aku"
jawab rahama ringan dan tanpa ekspresi.
"Kan belum tentu juga kamu gagal, aku sarankan lebih baik kamu coba aja deh"
lanjut aldi mencoba meyakinkan istrinya, percakapan aldi dan istrinya ini cukup pelan akan tetapi andre dapat mendengar bisikan itu, dia segera tertawa keras memecah keributan yang timbul akibat statemen nenek neni tadi.
__ADS_1
"Hahahhaha.... aldi aldi, kamu menyuruh rahma mencoba mengajukan kontrak? dasar tidak berguna"
kata andre memecah keributan sehingga suasana menjadi diam kembali.
"apa yang salah dengan kata kataku? belum tentu istriku ini akan gagal seperti kamu"
jawab aldi dengan nada dingin
"aldi....aldi, percaya diri dan ***** itu beda tipis! baiklah kalau begitu bagaimana kalau kita bertaruh?"
"bertaruh? bertaruh apaan?"
"Begini kalau rahma gagal kamu harus sujud di depanku dan menggonggong seperti anjing 3 kali dan sebaliknya jika rahma berhasil maka aku yang akan melakukanya"
tantang andre, serentak suasana menjadi riuh kembali akibat ide andre tadi
"Siapa takut, oke saja kalau begitu, akan tetapi aku menambahkan kondisi jika aku yang menang selain bersujud kamu juga harus meminta maaf pada istriku dan mengakui kemampuanya, gimana berani nggak?"
balas aldi dengan kedua tanganya di taruh pinggulnya berpose seperti bos.
'Aldi kamu apa apaan sih? udah jangan terima tantanganya'
bisik rahma karena takut kalau aldi nantinya di permalukan, sebenarnya rahma tidak peduli jika aldi di permalukan akan tetapi efeknya nanti pasti berimbas padanya karena aldi adalah suaminya.
'tenang saja sayang kamu pasti bisa mendapatkan kontrak itu kok'
balas aldi masih dengan bisik bisik
"hahahhaa... oke siapa takut juga, deal ya aldi"
jawab andre menyambut syarat dari aldi.
"Oke , Deal!!! siapa yang ingkar maka berarti dia mendoakan nenek tidak panjang umur"
tambah aldi
"Oke"
perkumpulan malam itu pun berakhir dengan adanya pertaruhan tersebut, aldi sangat antusias dan tidak sabar menunggu untuk melihat andre bersujud dan menggonggong di depan istrinya.
__ADS_1