
Hari ini adalah hari pertama Aisyah menginjakkan kaki ditempat asing itu. Tempat yang sebenarnya tidak ia inginkan, namun ia harus tetap menjalaninya. Tempat ini akan menjadi titik awal perjuangan panjang Aisyah menemukan jati diri yang sesungguhnya. Kampus ini bukan kampus pilihan Aisyah, tapi kedua orangtuanya ingin ia berkuliah di daerah tempat tinggalnya saja. sementara itu Aisyah ingin melanjutkan pendidikannya keluar kota. Namun Aisyah tidak bisa menolak keputusan orang tuanya.
***
Hari ini Aisyah telah menjadi mahasiswa baru di salah satu universitas yang dekat dengan rumah nya, tepatnya di kota Padang, Sumatera Barat. Marhaban adalah kegiatan penyambutan bagi mahasiswa baru dikampus tersebut.
Pukul 07.00 WIB Aisyah sudah berada dikampus, pagi pagi sekali ia sudah berangkat dari rumahnya, karena ia tak ingin terlambat. Suasana kampus pagi ini terasa sejuk sekaligus asing baginya.
Semua mahasiswa baru berkumpul di lapangan, dan dibagi berdasarkan fakultas yang dipilih. Aisyah akan berkuliah di Fakultas Teknik, Fakultas dimana kaum wanita menjadi minoritas disana. Aisyah memilih jurusan tersebut karena sudah menyukai bidang teknik sejak ia duduk di bangku SMA. Walaupun orang tuanya lagi-lagi tidak setuju dengan keputusan Aisyah, namun ia tetap kekeh dengan keputusan nya. Jelas saja Aisyah banyak diatur oleh orang tuanya, karena ia adalah anak satu-satunya dan orang tuanya hanya menaruh harapan besar padanya. Aisyah adalah sosok yang berbeda dengan namanya yang feminim, ia adalah anak yang tomboy dan keras kepala. Apa kemauannya harus dituruti kedua orangtuanya, tapi tidak kali ini.
Pada saat perkumpulan mahasiswa baru di lapangan tiba-tiba,
__ADS_1
"Tidak baca peraturan ya???" ucap salah seorang senior dari samping nya. Aisyah lantas kaget dengan pertanyaan itu, ia hanya terdiam dan mukanya mulai memerah.
"Itu sepatunya kok warna putih, diperaturan kan udah dijelasin pakai sepatu hitam!" tegas senior tersebut
"Ma... maaf kak..." jawab Aisyah dengan ketakutan
"Maju kedepan, dan kamu dihukum" tutur senior tersebut
"Mau dihukum apa?" tanya salah seorang senior yang perempuan kepadanya.
Dengan kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik dan pandai dalam story telling. Aisyah memilih hukuman story telling dihadapan seluruh mahasiswa baru dan senior di fakultas Teknik dan memperkenalkan dirinya dihadapan semua orang, tak lupa Aisyah juga memperkenalkan dirinya berasal dari jurusan teknik elektro.
__ADS_1
Tiga hari telah berlalu, penyambutan dan ospek mahasiswa pun sudah berakhir. Semua mahasiswa baru akan memulai perkuliahan dikelas. Pembagian kelas belajar dan jadwal kelas pun sudah didapatkan Aisyah.
Hari ini adalah jadwal pertama Aisyah untuk memulai perkuliahan, ia berangkat. ke kampus dengan motor kesayangan nya, motor yang jarang sekali kaum perempuan memakainya, motor gede atau motor yang biasa dipakai pembalap MotoGP.
Sesampainya dikampus Aisyah langsung menuju kekelas yang telah ditentukan, disana ia bertemu dan berkenalan dengan teman-teman baru yang berasal dari SMA, bahkan dari daerah yang berbeda. Dikelasnya hanya ada tiga orang perempuan, Ellen, Risha, dan Aisyah.
Aisyah menjalani perkuliahan nya dengan serius, karena jurusan yang dipilihnya memang sesuai dengan minat Aisyah.
Hari ini adalah pertemuan mahasiswa baru Teknik Elektro, senior memberi penjelasan tentang organisasi yang ada dikampus dan fakultas teknik.
Seorang senior berdiri didepan, memeberi penjelasan seputar organisasi bagi mahasiswa dan teknis pendaftaran organisasi. Senior itu adalah orang yang memberikan hukuman kepada Aisyah pada saat ospek fakultas teknik. Tenyata ia juga mahasiswa teknik elektro. sebelumnya ia sudah memperkenalkan diri dan namanya Muhammad Alfatih, panggilan nya Fatih.
__ADS_1