
Setelah kembali dari kegiatan mahasiswa pencinta alam, Aisyah tidak pulang kerumahnya. Ia pergi kerumah Ellen dan menginap disana. Aisyah sengaja tidak pulang kerumah karena tidak mau bertemu dengan ibunya. Ibu Aisyah memang sering memarahinya, karena kelakuan Aisyah. Kini ayah dan ibunya sudah resmi berpisah. Namun, ayah dan ibunya masih sering ribut masalah pembagian harta dan rumah. Ibu Aisyah adalah seorang pengacara, yang sering pergi keluar kota untuk bekerja, hanya sesekali bertemu dengan Aisyah. Aisyah tidak pernah mendengarkan nasehat dari ibunya lagi, ia bertingkah semaunya. Aisyah berpikir bahwa ibunya yang menyebabkan masalah dalam keluarganya. Padahal ibunya sangat menyayanginya dan selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan Aisyah.
Dari tadi subuh ponsel Aisyah terus berdering, sebuah panggilan dari nomor yang tidak dikenal. Berkali-kali ponselnya berdering, Aisyah tidak mengangkatnya, ia tertidur pulas. Ellen menghampiri Aisyah dan membangunkannya.
“Ay, HP mu dari tadi bunyi terus, angkat gih, siapa tahu ada yang penting” sahut Ellen sambil membangunkan Aisyah.
“Nanti saja El, palingan itu hanya orang yang iseng saja” jawab Aisyah, kemudian melanjutkan tidurnya.
Aisyah terbangun pada jam 11.00 siang, ia berberes dan pamit pulang dari rumah Ellen. Aisyah sama sekali tidak melihat ponselnya, ia langsung menuju rumahnya. Sesampainya di rumah Ellen tidak bertemu siapapun. Ponselnya kembali berdering, kali ini Aisyah menjawab panggilan itu, seorang wanita berbicara didalam telfon.
“Assalamu’alaikum, ini Aisyah ya?” sahut wanita tersebut
“Wa’alaikumsalam, ini siapa ya?” Aisyah menjawab wanita tersebut
__ADS_1
“Ini Tante Mitra Ay, tante mau nagsih tau kalau mama kamu sekarang sedang dirawat dirumah sakit, mama Aisyah kemarin pingsan di kantor, segera jenguk ya” Jelas tante Mitra.
“Ba… baik Tante” sambung Aisyah
Setelah telepon ditutup, Aisyah bergegas menuju rumah sakit untuk menjenguk mamanya. Sesampainya dirumah sakit Aisyah memarkirkan motornya, kemudian menuju ruang resepsionis dan bertanya ruangan dimana ibunya dirawat.
Sesampainya didepan ruangan ibunya, Aisyah bertemu dengan dokter yang baru saja memeriksa ibu Aisyah.
“Maaf Dokter, sebenarnya ibu saya sakit apa ya?” Tanya Aisyah kepada dokter tersebut.
Mendengar perkataan dokter Aisyah merasa tertampar, ia tak pernah membayangkan satu-satunya orang yang peduli dengannya kini terbaring tak berdaya. Aisyah mengingat semua perlakuannya terhadap mamanya. Segera ia masuk keruangan rawat menghampiri mamanya. Perlahan dibukanya pintu, terlihat mamanya berbaring ditangannya sudah terpasang infus dan beberapa peralatan medis lainnya untuk memantau keadaan jantung. Mama Aisyah memang memiliki riwayat penyakit jantung, tapi selama ini selalu terawat dan tidak pernah kambuh. Mungkin saat ini karena memiliki banyak masalah dan pemikiran yang berat, sehingga jantungnya tidak terkontrol.
Didapati Aisyah mamanya sedang tertidur, Aisyah duduk di kursi yang disediakan untuk penunggu pasien yang berada disamping ranjang. Tak lama kemudian, terdengar suara sayu yang memanggil Aisyah.
__ADS_1
Mama : Ay….
Aisyah : Mama… mama sudah bangun? Ma,, maafin Aisyah ya ma, Aisyah nggak akan keras kepala lagi kok ma, Aisyah akan dengarkan kata-kata mama.
Aisyah langsung meminta maaf kepada mamanya seakan tidak ingin hilangnya kesempatan untuk meminta maaf kepada sosok yang selalu menyayaginya itu. Mamanya tersenyum penuh haru, lalu mengalir air mata dipipinya. Entah karena terharu mendengar permintaan maaf putri satu-satunya atau karena menahan rasa sakit yang diderita.
Mama : Iya sayang, mama peercya kok sama Aisyah. Ay, dengarin mama ya, apapun yang terjadi Aisyah harus tetap kuliah dan jadi orang sukses. Aisyah harus berubah menjadi wanita yang baik dan sholehah.
Tak terasa air mata mengalir dipipi Aisyah, sambil berkata
Aisyah : Iya ma, Aisyah akan turuti kata-kata mama
Mama : Ay, kalau mama nggak ada selalu do’akan mama ya.
__ADS_1
Aisyah : Mama jangan ngomong gitu, mama pasti sembuh kok.
Mereka saling berpelukan, momen yang sudah lama tidak dirasakan Aisyah. Seolah keadaan mamanya membaik malam itu. Mereka membicarakan banyak hal, menebus rindu yang selama ini tidak pernah diungkap mamanya. Hingga pagi menjelang Aisyah tidur disamping mamanya.