
Jam sudah menunjukkan pukul 07.45 Aisyah segera memacu laju kendaraannya menuju kampus. Kelas pagi ini adalah pengumpulan tugas pratikum kepada Kak Fatih. Aisyah telah menyiapkan tugas tersebut dengan baik. Sesampainya dikampus Aisyah langsung menuju ke kelas tempat perkuliahan hari ini. Perkuliahan segera dimulai, Kak Fatih membuka perkuliahan dan meminta mahasiswa mengumpulkan tugas yang diberikan minggu lalu. Aisyah diminta mengumpulkan pertama dan mempresentasikan didepan kelas.
“Baiklah, pertama kita minta Aisyah untuk mempresentasikan tugas didepan kelas, Silahkan Aisyah jelaskan rangkaian apa yang telah dibuat” Sahut kak Fatih dari depan kelas.
Aisyah bergumam dalam hatinya mengapa harus ia yang dipilih pertama untuk menampilkan hasil karya, ia mengira kalau Alfatih menaruh dendam padanya. Aisyah menuju kedepan kelas sambil membawa hasil karyanya. Aisyah kemudian menjelaskan rangkaian yang dibuatnya, ia membuat rangkaian robotic dengan sensor otomatis yang dapat mendeteksi listrik untuk mencegah terjadinya korsleting listrik. Setelah menjelaskan kepada kelas hasil karyanya seisi kelas takjub dengan penjelasan Aisyah begitupun dengan Kak Fatih. Fatih tak menyangka bahwa Aisyah adalah mahasiswa berbakat dan cerdas. Aisyah bisa melakukan hal ini karena ia sudah terbiasa, dan sering berlatih. Setelah penampilan Aisyah, disusul dengan penampilan mahasiswa yang lain hingga kelaspun berakhir.
“Tadi penampilan kamu bagus banget lho Ay, aku lihat kak Fatih kagum dengan presentasimu” Ellen berkata kepada Aisyah sambil tersenyum.
“Ooo jelas dong, Aisyah” jawab Aisyah dengan sedikit menyombongkan diri didepan Ellen teman kelasnya yang sudah dekat dengan Aisyah.
“Ay, aku rasa dia mulai menyukaimu deh, aku lihat dari tatapan matanya” sambung Ellen kemudian. Aisyah pun menjawab Ellen
__ADS_1
“Aku rasa dia menaruh dendam kepadaku, sejak kita Ospek Mahasiswa baru”
“El, aku habis perkuliahan sore ini mau ke sekre Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) dulu ya” Aisyah menambahkan percakapannya kepada Ellen.
Sore hari setelah perkuliahan selesai Aisyah langsung menuju sekretariat Mapala, disana ia bertemu dengan rekan-rekannya yang tergabung dalam organisasi tersebut. Agenda sore ini adalah rapat untuk membahas kegiatan yang akan diadakan alam waktu dekat yaitu menjelajahi sebuah sungai yang letaknya tidak jauh dari kampus, kegiatan yang akan dilakukan disana adalah membersihkan sungai yang sudah cukup tercemar oleh aktivitas masyarakat sekitar, kemudian diikuti dengan kegiatan arung jeram. Aisyah sangat bersemangat untuk mengikuti kegiatan yang akan diadakan tersebut. Rapat tersebut dipimpin oleh ketua Mapala dan merupakan senior dari jurusan Psikologi, namanya Alif.
Alif juga membagi kelompok untuk pelaksanaan kegiatan tersebut, semua terdiri dari lima kelompok, satu kelompok akan beranggotakan tujuh orang. Nama kelompok akan diumumkan besok pagi. Setelah pembahasan keberangkatan selesai, rapat pun ditutup.
Aisyah sudah tidak sabar untuk menunggu pengumuman besok pagi, dengan siapa ia akan satu kelompok untuk kegiatan menjelajahi sungai tersebut. Saat akan menuju perjalanan untuk pulang tiba-tiba hujan turun dengan derasnya, hingga Aisyah tidak bisa melanjutkan perjalanan pulang, ia berteduh dihalaman musholla Fakultas Teknik. Ia melihat beberapa orang yang memakai hijab syar’i dan tergabung dalam kelompok kajian keislaman. Aisyah hanya melihat orang tersebut dari jendela, lalu seseorang datang menghampiri dan menyapa Aisyah,
“nggak usah, disini aja, aku nggak pakai jilbab soalnya” jawab Aisyah
__ADS_1
“Nggak apa apa, didalam ada mukenah juga kok” sambung gadis tersebut
Aisyah tidak dapat mengelak lagi, hujan diluar pun semakin deras, akhirnya ia memutuskan untuk berteduh di dalam musholla saja.
“O, iya nama kamu siapa?” Tanya gadis tersebut kepada Aisyah, sambil mengambilkan mukena dari dalam lemari dan menyodorkan kepada Aisyah. Aisyah menjawab,
“Aku Aisyah..” sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan gadis tersebut.
“Aku Reisya, aku juga tergabung dalam organisasi Mapala, tadi waktu rapat aku juga lihat kamu” sambung Reisya lagi
Aisyah juga berkenalan dengan teman-teman Reisya yang lainnya. Meskipun merasa asing dengan komunitas tersebut, Aisyah mencoba menyesuaikan dengan mereka, karena mereka ramah kepada Aisyah.
__ADS_1
Hujan pun akhirnya reda, Aisyah dan komunitas kajian Reisya pun akhirnya pulang ke rumah masing-masing.