
"bagaimana? apa kau sudah memastikan ****** itu sudah mabuk?" ucap seorang wanita di telfon.
"tenang saja, aku sudah memastikannya, sebentar lagi obat itu akan bekerja padanya"
"kerja bagus"
"jangan lupa dengan bayaran ku"
"tenang saja, bahkan aku akan memberikan mu lebih dari janji ku jika hasilnya sangat memuaskan" jawab wanita itu licik
"aku memegang kata kata mu"
sedangkan ditempat lain seorang housekeeping baru saja keluar dari salah satu kamar hotel dengan peralatan kebersihan di tangannya.
bruuk~
seorang wanita terjatuh di lorong. melihat itu, housekeeping tersebut segera menghampiri wanita itu yang tanpa sadar gagang sapu di tangannya tidak sengaja membalik nomor kamar hotel yang sudah longgar.
"anda tidak apa apa? "tanyanya
wanita tersebut hanya mengayunkan tangannya sebagai jawaban ia tidak apa apa.
pelayan tersebut segera membantu wanita itu berdiri dan membantunya berjalan.
"kamar anda nomor berapa?"
"06"
mendengar itu pelayan tersebut segera membantu gadis itu ke kamarnya.
"ini kamar anda"ucap housekeeping tersebut, wanita itu hanya mengangguk dan mencari kartu di tasnya untuk membuka pintu tapi tidak ia temukan.
"kamarnya sejak tadi tidak terkunci bu saya baru saja keluar dari sini." jelas pelayan tersebut mengerti
"ahh, baiklah terima" ucapnya dengan keadaan setengah sadar.
ia segera masuk ke dalam kamar dan menutup kembali pintu, ia berjalan menuju tempat tidurnya sambil membuka pakaian yang ia kenakan.
"hmmm" gumamnya naik di atas ranjang yang tanpa sadar ada seorang pria di sana. menyadari ada sebuah gerakan, pria tersebut berbalik dan tangannya memeluk wanita tersebut.
tanpa meronta, wanita tersebut semakin tenggelam di dalam pelukan pria itu.
.
.
.
"sudah jam berapa ini? kenapa fiona belum pulang?" batin rey yang sejak tadi hanya mondar mandir di ruang tamu.
melihat itu, hayana berjalan mendekati rey.
"sudah lah rey, kau tidak usah khawatir pada fiona. mungkin saja dia masih ada urusan di luar"
"urusan apa di jam begini? menjadi wanita penghibur?" ucap rey dengan emosi
"aku akan menghubungi, tapi sebelum itu lebih baik kau membersihkan diri mu. ini sudah larut malam, aku kan menyiapkan air untuk kau mandi" ucap hayana meraba bahu pria di hadapannya.
"mmmm baiklah. terima kasih"
"tidak usah sungkan, kau adalah calon adik ipar ku" ucap hayana dengan senyum nakalnya menuntun rey kembali ke kamarnya
"baiklah" ucap rey mengikuti langkah wanita itu.
__ADS_1
.
.
.
pagi pun tiba, sinar matahari masuk lewat cela jendela besar di kamar hotel tersebut.
"ahh..........." teriak wanita tersebut dan segera melepas pelukan itu membuat seseorang di sampingnya seketika terbangun,
"ahhhhh..... " teriak itu kemudian setelah menyadari sesuatu.
"siapa kau?" tanya hanzol
"aku yang harusnya bertanya, siapa kau? kenapa kau ada di kamar ku?"
"hahaha, apa kau gila? lihat ini kamar ku" ucap hanzol membuat fiona melihat di setiap sudut kamar dan membuatnya terkejut.
"kenapa? masih bilang kamar mu?" ucap hanzol "ah atau jangan jangan kau orang suruhan dari keluarga jerry? " lanjutny sambil menujuk wanita itu
"jerry siapa? aku tidak mengenalnya"
"hah, kau hanya ingin melindungi bos mu"
"hei aku benar benar tidak mengenalnya, aku disini karna dijebak seseorang. dan, dan ya, semalam biarpun aku mabuk aku dengan jelas melihat nomor kamar ini nomor kamar ku" jelas fiona dengan suara tinggi
"sial, kenapa bisa begini?"batin fiona sambil mengingat ingat kejadian semalam "ada yang ngak beres sama minuman itu. ahhh... gimana kalo rey tau hal ini" gumamnya yang di dengar oleh hanzol
hanzol hanya menatap tajam ke arah fiona.
"berhentilah memasang muka seperti itu, seakan hanya kau yang di rugikan." ucap hanzol
"berhentilah bicara omong kosong dan cepat pergi, aku ingin memakai baju ku kembali" bentak fiona
mereka saling melempar tatapan kebencian, segera hanzol berdiri di samping ranjang. ia lupa jika kini ia hanya memakai dalaman saja.
"ahhhhhh........ "teriak fiona lagi dan spontan menutup matanya dengan selimut "kau, dasar mesum"
"hei, kau yang menyuruhku berdiri dan sekarang kau yang marah"
"cepat kau ke kamar mandi" perintah fiona membuat hanzol berlari menuju bilik. fiona segera memungut pakaiannya satu persatu dan memakainya.
fiona menghela nafasnya "siapa yang melakukan ini padaku? "batinnya.
.
.
.
"rey, ada apa?" tanya hayana menghampiri rey
"tidak apa apa, aku hanya memikirkan fiona dia sekarang dimana"
"kau tidak perlu memikirkannya rey, sebentar lagi dia pasti pulang"
"hmmm"
"makan lah dulu, aku menyiapkannya untuk mu" ucap hayana menggandeng tangan rey. tanpa keberatan rey mengikuti langkah hayana.
.
.
__ADS_1
.
"fiona segera pergi dari kamar itu menuju kamarnya, tidak lupa ia meninggalkan sebuah kartu kredit dan sebuah catatan kecil di atas meja pria tersebut.
ia hanya singgah di kamarnya untuk membersihkan dirinya dan setelah itu pulang ke rumah.
hanzol yang baru selesai mengganti bajunya, segera membereskan tempatnya dan melihat sebuah kartu kredit di bawah selembar kertas
"di dalam kartu ini ada uang sekitar 50 juta, aku harap kau lupa dengan kejadian semalam. itu hanya kesalah pahaman, aku pergi dulu. dan yah, jika uang itu kurang kau bisa mencari ku di perusahaan h. aku akan memberimu tambahannya"
"apa aku bisa dibeli uang receh seperti ini?" ucapnya.
hanzol segera meraih ponselnya untuk menghubungan sekretarisnya.
"remon, temui aku di hotel yuzei. sekarang" perintahnya lalu memutuskan sambungan telfon tersebut.
.
.
.
"hahahaha, rey kau bisa saja" ucap hayana memukul pelan dada rey
"berhenti lah, kau membuat dada ku sakit" canda rey
"ahh benar kah, dimana yang sakit? " tanya hayana yang mulai meraba dada rey.
suara pintu utama yang terbuka membuat hayana berhenti melakukan aksinya dan melihat ke arah datangnya suara.
"dari mana saja kamu semalaman? " tanya rey saat melihat fiona yang datang
"aku, aku bermalam di rumah mia (sahabat fiona)" bohong fiona
"kenapa tidak mengangkat telfon ku? "
"ah, mungkin kau menelfon ku saat aku mencharger hp ku"
rey menghela nafasnya berat,
"sudah lah, bersihkan dirimu dan segera makan" ucap rey yang dibalas anggukan oleh fiona yang segera menaiki tangga. hayana hanya menatap benci pada fiona.
"dasar ****** kecil" batin hayana.
.
.
.
"remon, aku mau kau mencari tahu tentang seseorang, aku curiga dia orng suruhan keluarga jerri." ucap hanzol
"baik tuan"
"cari dengan detail, aku tidak mau satu info tentang dia terlewatkan"
"baik" ucap remos yang segera meninggalkan kamar hanzol
"hei aku benar benar tidak mengenalnya, aku disini karna dijebak seseorang. dan, dan ya, semalam biarpun aku mabuk aku dengan jelas melihat nomor kamar ini nomor kamar ku" jelas fiona dengan suara tinggi
hanzol mengingat ucapan fiona,
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1