Mencintaimu, Itulah Takdirku

Mencintaimu, Itulah Takdirku
saat orang dalam mulai bermain


__ADS_3

~malam๐ŸŒƒ


hanzol bersandar di atas ranjang dengan handphone yang ada di depannya. ia sibuk melihat beberapa postingan orang orang yang ada lewat di beranda sns nya


matanya kemudian terfokus pada satu akun dengan foto seorang wanita di sebuah pantai.


ia dengan cepat membuka akun itu, untung saja akun itu bukan tidak di privat oleh pemiliknya.


dengan serius ia melihat lihat beberapa foto yang wanita itu ambil yang membuatnya secara tidak sadar tersenyum.


"siapa ini? " tanyanya pada dirinya sendiri saat melihat wanita itu berfoto dengan pria lain.


"Just one more step and we'll be together"


" trnslate\=hanya butuh selangkah lagi dan kita akan selalu bersama"


tulis caption wanita itu


"mereka bertunangan? " tanyanya


hanzol kemudian menekan follow pada akun itu dan memperbaiki posisinya untuk tidur.


ditempat lain flora yang baru saja membersihkan dirinya. suara pintu Kemudia terbuka, menampilkan rey yang sedang membawa segelas susu hangat untuk fiona.


"ini, diminum" ucap rey meletakkan susu tersebut di atas meja.


"makasih" balas fiona dengan senyum. ia kemudian menyalakan ponselnnya dan sebuah notifikasi muncul.


"@hand_z0l_ mulai mengikuti anda"


fiona kemudian membuka notifikasi tersebut. matanya terbelalak melihat siapa yang baru saja mengikutinya. "apa pria ini gila" batin fiona.


"fiona kau tidak meminum susumu? " tanya rey tiba tiba membuat fiona tersadar


"ahh iya, "


fiona kemudian meminum susu tersebut lalu tidur di samping rey tanpa memerdulikan permintaan hanzol.


.


.


.


seorang pria berjalan menuju kamar hotelnya ia baru saja kembali dari luar negeri. ia segera membuka pintu kamar hotelnya dan menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur.


"huufft, lelahnya" keluhnya


ponselnya kemudian berbunyi, sebuah panggilan dengan nama carlos di layarnya.


"ada apa? " tanya pria itu setelah menerima telfon


"apa kau sudah sanpai hotel"


"iya, aku sudah istirahat sebelum kau mengangguku dengan panggilan masuk mu"


"baiklah aku tidak mengganggumu lagi. dan ingat besok kau ada pemotretan jam 09 pag__"


pria memutuskan panggilan secara sepihak. ia begitu lelah untuk mendengar ocehan schedule dari mulut carlos.


~pagi๐ŸŒ…


fiona tengah sibuk mengurus dirinya dan kebutuhan rey untuk ke kantor.


"oh iya rey, aku tidak melihat kak hayana kemarin. kemana dia? "tanya fiona di sambil mengurus jas yang ingin di kenakan rey.


"kemarin ia bilang ingin bertemu temannya di cafe."


"lalu kemana kak hayana? kenapa tidak pulang? " mulai memasang dasi kepada rey


"aku tidak tau, dia pun tidak mengabari ku"


"baiklah, aku akan menelfonnya nanti" ucap fiona yang selesai.


.

__ADS_1


.


.


"hanzol hari ini kau punya tiga lembar berkas yang harus di tanda tangani dan rapat kerja sama dengan pak joe" ucap remon sambil melihat buku catatan kecil di tangannya.


"atur jam ku untuk rapat dengan pak joe dulu" balas hanzol yang baru selesai memperbaiki dasinya.


pria itu kemudian mengambil ponselnya di atas meja lalu berjalan keluar kamarnya.


"wanita itu tidak mengikuti kembali" ucapnya pelan sambil menuruni tangga dan menuju ke arah dapur


"remon, apa kau sudah mencari tahu wanita yang aku maksud hari itu? " tanya hanzol saat di meja makan.


"wanita yang kau hari itu bernama fiona dia anak dari pemilik perusahaan di tempat ia bekerja, ibunya meninggal saat ia masih sma, sedangkan ayah nya menderita penyakit jantung ia juga punya seorang ibu tiri dan kakak tiri" jelas remon


"bagaimana dengan seorang pria? " tanya hanzol kemudian


"ahh, kabarnya dia sudah bertunangan dengan pria bernama rey, rey sendiri adalah direktur di salah satu cabang perusahaan milik keluarga JERRY"


"tidak mengenal keluarga jerry yah? "ucap hanzol yang mengingat fiona yang pernah mengatakan tidak mengenal jerry.


.


.


.


suara pintu kemudian terbuka, fiona dan rey yang siap untuk pergi bekerja spontan melihat ke arah pintu masuk


"kakak" "kakak ipar" ucap fiona dan rey


bersamaan, mereka kaget saat melihat hayana datang dengan keadaan yang tidak wajar. baju yang robek, memar di pelipis dan lecet yang ada di sudut bibirnya memperlihatkan bahwa ia sudah di siksa. fiona dan rey kemudian menghampiri hayana


"kak, kakak kenapa? " tanya fiona khawatir.


"kita bawa ke dokter yah" tawar rey


"aku gak apa apa, kalian gak usah khawatir"


"kakak ngak kenal dia fiona, kakak sendiri kaget" ucap hayana dengan mata berkaca kaca. "fiona maafin kakak yah, kakak ngak bisa lindungin kamu"


"maksud kakak apa? " khawatir fiona. "rey, rey bantu aku gendong kak hayana ke kamarnya" pinta fiona yang di angguki rey.


rey dengan cepat menggendong hayana menuju kamar wanita itu sedang fiona pergi mengambil kain kecil dan wadah yang beisi air hangat lalu kembali ke kamar hayana


"kak, kenapa bisa begini?" tanya fiona, rey dengan setia berdiri di samping fiona. hayana hanya terdiam, mata nya kemudian mulai berkaca kaca.


"lebih baik kita jangan tanya tanya kak hayana dulu, dia masih syok sama kejadian itu" ucap rey kemudian.


"tapi rey"


"rey benar fiona, nanti kakak akan cerita kalau sudah saatnya"


"yasudah, tapi kak hayana harus janji " ucap fiona yang di angguki hayana.


"kalian pergi lah kerja, aku tidak mau merepotkan kalian"


"tapi kak siapa yang jagain kak hayana?"


"aku bisa sendiri kok fiona, kamu jangan khawatir" balas fiona.


fiona menghela nafasnya "baik, tapi jika terjadi sesuatu telfon aku atau rey"


"baik lah"


"kami pergi dulu kak"pamit hayana meninggalkan kamar kakaknya.


"kakak ipar kami pergi dulu"pamit rey. setelah menarik selimut untuk wanita itu.tidak melewatkan kesempatan hayana memegang tangan rey sekilas


"hati hati" ucap hayana, rey kemudian pergi meninggalkan kamar hayana.


.


.

__ADS_1


.


"kau kenapa? "tanya remon memperhatikan hanzol yang sedang melamun


"tidak apa apa?" jawab hanzol datar


"apa kau yakin? "


hanzol menghela nafasnya "ya "singkatnya


"10 menit lagi pak joe akan datang. aku harap kau bisa fokus" ucap remon. ia merasa ada yang tidak beres dengan bos sekaligus sahabatnya itu. ia berpikir mungkin karna informasi yang tadi pagi ia berikan pada hanzol. tapi pikiran itu segera ia bantah, hanzol tidak mungkin menyukai wanita lain selain lusi.


"mungkin ia memikirkan keadaan lusi yang sama sekali tidak ada perubahan sedangkan ia sudah di desak untuk menikah oleh keluarga yang" batin remon yang sesekali memerhatikan hanzol.


10 menit berlalu


telepon kantor yang berada di meja kerja remon berbunyi.


"ya" sahut remon setelah mengangkatnya


"baiklah, antarkan pak joe ke ruang rapat. 3 menit lagi pak hanzol akan menemuinya"


ucap remon yang kemudian menutup telepon itu dan segera masuk ke ruangan hanzol


"hanzol, pak joe sudah ada di ruang rapat"


"ya" jawab hanzol yang mulai bersiap siap menuju ruang rapat


.


.


.


rey sedang mencari sesuatu di ruang kerjanya. beberapa kali ia membongkar laci di meja kerjanya.


"dimana aku meletakkannya? "tanyanya


ia mengecek di lemari kecil juga tidak ia temukan. "dimana dia? "


pintu kemudian terbuka, seorang wanita masuk dengan beberapa berkas di tangannya.


"bapak cari apa? " tanya jenny sekretarisnya


"aku mencari kunci berangkas, apa kamu liat?" ucap rey.


"berangkas yang mana pak? "


"berangkas yang isinya dokumen kerja sama "


"ohh, saya tidak melihatnya pak. mungkin bapak membawanya pulang ke rumah"


rey kemudian menghentikan pencariannya lalu duduk bersandar di kursi.


"apa ada yang saya urus siang ini? "tanya rey


"tidak ada pak" jawab jenny, rey segera berdiri dari dudukny dan mengambil kunci mobilnya


"bapak mau kemana?"


"saya mau pulang dulu" singkat rey meninggalkan ruangannya. jenny kemudian mengambil ponselnya di saku dan menelfon di seseorang


"halo, pak rey sudah jalan menuju pulang" ucap jenny.


\=


\=


\=


jangan lupa


Like ๐Ÿ‘


dan komennya ๐Ÿ’ฌ

__ADS_1


readers ๐Ÿ‘ซ


__ADS_2