Mencintaimu, Itulah Takdirku

Mencintaimu, Itulah Takdirku
kacang kecil


__ADS_3

"dari mana kamu dapat foto ini? " tanya fiona penasaran


"suruhan dari pria yang kamu temani tidur itu"


mata fiona terbelalak, ia kanget mendengar ucapan rey. "rey rey, ini ngak seperti yang kamu pikirin. aku itu di jebak sama laki laki itu. kamu percaya aku kan?"


"ya aku percaya, seandainya dari awal kamu cerita sama aku. tapi dari awal kamu sendiri yang senbunyiin ini fiona. apa aku bisa percaya?" ucap rey dengan nada tingginya membuat fiona takut.


rey kemudian berjalan ke arah pintu, menjauh dari fiona.


"aku melihat mu seperti kacang kecil yang lucu, sehingga aku bisa menyimpanmu di saku dan bersama mu setiap saat. tapi sepertinya aku tidak seperti itu dimatamu"ucap rey kemudian keluar dari kamar mereka. fiona hanya menangis sejadi jadinya.



~siang


"hanzol, aku sudah mendapatkan alamat dari fiona" ucap remon yang baru masuk ke ruangan hanzol


"oke setelah ini selesai, antar aku ke sana"


"baik"


.


.


.


seorang pria tengah bersantai di depan tv dengan setoples cemilan. pintu kemudian terbuka menampilkan seseorang dengan tas belanjaan di tangannya.


"dari mana kau? " tanya keanu saat melihat siro, teman keanu tanpa memalingkan wajahnya dari tv.


"aku dari supermarket, membeli daging **** dan beberapa makanan untuk isi kulkas" jelas siro


"kau tidak membeli bir?"


"ada banyak bir di gudang, kau tidak usah khawatir" ucap siro yang diangguki oleh keanu.


"bagaimana dengan pemotretan mu" tanya siro kemudian sambil memasukkan belanjaannya ke dalam kulkas.


"seperti biasa, tidak ada yang spesial"


"bagaimana dengan wanita?"


"mereka semua sama"singkat keanu.


"kau sudah lama tidak kencan, pergilah mencari wanita di luar"


"nanti saja" jawab keanu berjalan ke arah siro.


"dagingnya tampak segar" ucapnya melihat daging **** di dalam plastik


"yah, mereka baru saja ingin memajangnya. kau ingin bbq? sekalian untuk acara penyambutanmu dirumahku"


"boleh" jawab keanu singkat


"baiklah, aku akan menyiapkan panggangannya diatas" ucap siro berjalan menuju tangga.


.


.


.


tak banyak suara disana, fiona hanya duduk terdiam di sudut ranjangnya. sejak kemarin ia hanya melamun memikirkan betapa kecewanya rey dengan dirinya.


semalam rey pun tidak tidur di sampingnya, pria itu lebih memilih tidur di kamar tamu. bagaimana pun, rey sama sekali tidak bersalah.


ponselnya kemudian berdering. kak xixian tertulis di layarnya.


"halo kak"


"halo fiona, apa kau jadi kesini? "tanya wanita di seberang telfon.

__ADS_1


"entah lah kak, aku tak yakin"


"kau kenapa? apa kau ada masalah?"


"mmm, begitulah"


"datanglah kesini, kau punya aku dan yu tian yang bisa mendengarmu"


"hm, baiklah"


"cepatlah kami menunggumu" ucap xixian pelan


"hmm" jawab fiona kemudian memutuskan sambungan telfon


"aku akan meminta izin pada rey dahulu"


fiona kemudian beranjak dari duduknya menuju ruang kerja rey.


hari ini pria itu tidak berangkat ke kantor, ia hanya mengerjakan pekerjaan di ruang kerjanya saja.


perlahan fiona membuka pintu ruangan itu.


rey yang berada di dalam sontak melihat kearah pintu.


"rey" sahut fiona setelah berada di dalam


"ada apa? "jawab rey dingin, pria itu sama sekali tidak melihat ke arah fiona. melainkan sibuk dengan berkas berkas di hadapannya.


"mmm, aku ingin memberi tahu mu. kau ingat? aku pernah mengatakan aku ingin ke rumah ibu kandung ku"


"lalu"


"aku ingin mengingatkan mu, jika hari ini aku pergi. apa kau mengizinkanku?" fiona yang hati hati dalam setiap kalimatnya.


"pergilah, terserah dirimu" jawab rey santai namun menusuk fiona.


fiona yang mendengar ucapan rey hanya bisa menunduk. suara pintu kemudian kembali terbuka, menampilkan hayana dengan segelas kopi di tangannya.


"rey, aku membuatkan mu kopi" ucap hayana saat akan masuk. "ehh, fiona" lanjutnya


"kau kenapa fiona?" tanya hayana kemudian. fiona hanya menatap ke arah hayana.


"ada apa, menatap ku seperti itu?" tanya hayana lagi. fiona kemudian memalingkan wajahnya ke sisi lain. melihat hal itu hayana hanya tersenyum sinis


"rey ada yang bisa ku bantu?" hayana berjalan ke samping rey, melihat berkas yang pria itu perhatikan. sesekali mereka saling bertukar pendapat tentang berkas tersebut.


fiona hanya terdiam memerhatikan kakak tirinya dan tunangannya yang sibuk berbincang, seperti tidak menganggap kehadiran dirinya.


"bukan kah kau ingin pergi? kenapa masih berdiri di sana?" tanya rey kemudian.


"mmm? ya, aku akan pergi"jawab fiona dengan mata yang mulai berkaca kaca. seseorang hanya bisa tersenyum menyeringai karena apa yang ia inginkan akhirnya terwujud.


fiona kemudian berbalik berjalan menuju pintu.


"ahh iya, aku sudah memikirkan ini semalaman. dan sepertinya, kita tidak bisa melanjutkan ini semua" ucap rey kemudian menghentikan langkah fiona.


perkataan rey seperti pisau tajam yang sedang menusuknya dalam dalam. air mata yang sejak tadi ia tahan kini terjun dengan bebas membasahi pipi wanita itu.


"aku mengerti perasaan mu, kau hanya tidak berpikir jernih saja rey. selama aku pergi mungkin kau bisa menjernihkan pikiranmu. aku hanya akan menganggap ucapan mu kali ini sebagai angin lalu" balas fiona yang masih membelakangi pria itu, ia tak ingin rey melihat air matanya.


beberapa kali fiona mengatur nafasnya. dadanya terasa sesak karena isakan yang ia tahan. sedangkan rey hanya melihat punggung fiona yang bergetar, ia tahu wanita itu sedang menahan tangisnya.


wanita itu kemudian meninggalkan rey dan hayana di dalam.


"heh, akhirnya. tinggal selangkah lagi, aku akan mendapatkan rey" batin hayana sambil tersenyum sinis menatap fiona di balik pintu.


.


.


.


" biar aku yang memanggang dagingnya, kau siapkan beberapa sayurnya saja" ucap keanu

__ADS_1


mereka sudah berada di balkon atas rumah mereka.


"kau sudah mengambil beberapa minuman kan?" tanya siro


"kau tidak perlu mengingatkan ku tentang itu"


"yah, aku lupa didalam kepalamu hanya ada bir dan anggur" ejek siro. mendengar ucapan temannya keanu hanya tertawa. memang benar ia tidak bisa tanpa bir dan anggur di sampingnya.


"bagaimana dengan galeri seni yang kau maksud? apa sudah beres?" tanya siro kemudian


"tinggal 10% lagi dan semuanya beres" jawab keanu yang di balas anggukan oleh siro.


"mmm, kenapa wanita itu"sahut keanu melihat seorang wanita yang berjalan menarik koper sambil menangis.


"ada apa?" tanya siro


"ahh? tidak apa apa"


"heh, kau terlihat aneh" ucap siro yang sibuk memotong sayuran.


keanu hanya memerhatikan wanita itu berjalan semakin jauh hingga tidak nampak lagi.


.


.


.


"apa masih jauh? " tanya hanzol pada remon


"sebentar lagi kita sampai" jawab remon


hanzol dan remon tengah menuju rumah fiona yang mereka dapat dari anak buah remon.


"sudah sampai"ucap remon memberitahu


"tunggu aku disini" perintah hanzol. ia kemudian turun dari mobil dan masuk ke dalam area rumah fiona.


hanzol menekan bel beberapa kali hingga seseorang wanita membuka pintu tersebut.


"mmm, anda cari siapa yah?" tanya hayana saat membuka pintu dan melihat seorang pria asing baginya.


"apa ini rumah fiona?" tanya hanzol kemudian.


"ya benar, tapi fiona sedang pergi"


"kapan wanita itu kembali?"


"entah lah, dia tidak memberitahukan" jawab hanya


"kakak, siapa yang datang? " teriak rey dari dalam.


"kalau begitu saya permisi dulu" pamit hanzol kemudian lalu meninggalkan rumah itu.


"kak" sahut rey dari belakang.


"ah iya" kaget hayana


"siapa yang datang? "


"orang tanya alamat saja" bohong hayana


"ohh" jawab rey. hayana kemudian menutup kembali pintu tersebut.


"dia sudah pergi" ucap hanzol memberitahu remon. "wanita licik itu sepertinya tahu aku akan mencarinya dan segera kabur" lanjutnya.


remon kemudian menyalakan mobil dan kembali menuju rumah.


\=


\=


\=

__ADS_1


jalan lupa tinggalkan jejaknya readers 🙏😇


__ADS_2