Mendadak Menikah Dengan Bos Ganteng

Mendadak Menikah Dengan Bos Ganteng
bab2


__ADS_3

Julian pun berjabat tangan dengan pak penghulu, dengan sekali ucap saja Rania sudah sah menjadi istrinya.


"saya nikahkan dan kawinkan engkau, ananda Julian Hutabarat bin Thomas Hutabarat dengan Rania Nurrahmi binti Firmansyah , dengan mas kawin uang senilai 10.000$ di bayar tunai"


"saya terima nikah dan kawinnya Rania Nurrahmi binti Firmansyah dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ucap Julian


"bagaimana para saksi SAH" ujar pak penghulu


SAH!!!!


Ucap serempak para tamu undangan dan para saksi,kini saatnya acara tukar cincin antara Julian dan juga Rania.


Julian dengan tatapan kosong memasukkan cincin ke jari manisnya Rania,dan sebaliknya Rania juga memasukan cincin ke tangan Julian.


Ketika Rania mencium tangan Julian, seketika Julian pun membisikkan sesuatu yang membuat mata Rania melotot tercengang.


"kamu akan mendapatkan sesuatu yang tidak akan pernah kamu bayangkan seumur hidup" ujar Julian


Rania yang tiba-tiba mendengar sebuah ancaman dari Julian hanya tersenyum simpul, dia tidak akan pernah gentar oleh ancaman apapun.


"apa tuan sedang mengancam saya" ujar Rania yang sedang menetralisir perasaannya.


"kurang lebih begitu, karena kamu sudah lancang menerima tawaran dari mama saya,oh ya satu lagi walaupun kamu sudah menjadi istri sah saya, saya tidak akan pernah mencintai anda" ujar Julian yang berlalu pergi ke kamarnya.


"oke, akan ku buat kau mencintai ku, karena aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup" lalu Rania pun mengikuti langkah kaki Julian yang memasuki kamar.


Ketika Rania membuka pintu kamar tersebut, seketika Rania menatap kagum oleh ruangan yang nampak luas itu, dengan cat dinding yang berwarna gold nampak menambah kesan orang yang pertama kali melihatnya.


Terdengar suara gemericik air di dalam kamar mandi, mungkin Julian sedang membersihkan tubuhnya.


sambil menunggu Julian selesai mandi, Rania merebahkan diri untuk beristirahat di atas tempat tidur Julian yang berukuran king size.


"hey, bangun ini kamar saya silahkan kamu keluar dari kamar ini" ujar Julian yang sedikit meninggikan suaranya, sehingga Rania pun terkejut mendengar suara Julian.

__ADS_1


"hey berisik,kuping saya tidak Bud*k ya, bisa kan anda mengecilkan suara anda agar lebih pelan sedikit" ujar Rania


"kalau anda tidak tuli, kenapa anda tidak segera bangun dan keluar dari kamar saya"


Rania masih saja memejamkan matanya walaupun Julian sudah berteriak untuk menyuruh Rania keluar.


Tiba-tiba Julian menarik lengan Rania dan tidak sengaja Rania memegang perut Julian yang seperti roti sobek, Rania pun meraba perut itu dan membuka matanya.


Aaaaarrgghh!!!! Teriak Rania yang melihat Julian hanya menggunankan sebuah handuk di pinggang.


Rania segera menutup matanya dengan kedua tangannya, Julian hanya tersenyum melihat tingkah Rania yang sedang berdiri sambil menutup matanya.


"tuan sekarang kau cepat pergi dan pakailah bajumu segera" ujar Rania


"apa! Siapa kau yang berani memerintah seorang Julian Hutabarat" ujar Julian yang berjalan maju.


"Anda lupa saya kan sekarang sudah sah jadi istri anda tuan" ujar Rania.


ketika Rania berucap seperti itu, tiba-tiba Julian mendapatkan sebuah ide untuk mengerjai Rania, Julian semakin melangkah maju dan Rania memundurkan tubuhnya, kini Rania sudah mentok ke dinding kamar Julian.


Kini Julian mengukung tubuh Rania ke dinding oleh kedua tangan Julian.


"kan kamu tadi bilang, kalau kamu sudah menjadi istri sah saya, jadi saya berhak atas apapun terhadap diri kamu" ujar Julian yang membisikkan tepat di telinga Rania, seketika Rania merasakan sebuah desiran aneh yang merayap di tubuhnya.


"apa iya dia mau meminta haknya sekarang" ujar Rania dalam hati.


Ahhh tidak, tidak mau jangan sekarang!!! Pikiran Rania melanglang buana kemana-mana, secara tidak sadar Rania menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.


Julian yang melihat tingkah Rania pun hanya tersenyum geli, dan terus menatapnya dan semakin menjahili Rania.


lalu Julian mendekat kan wajahnya kepada Rania, hembusan nafas Julian pun menyapu seluruh wajah cantik Rania, jantung Rania berdegup kencang tidak dapat terkendali.


ketika wajah Julian mendekatkan ke wajah Rania, lalu Rania pun memejamkan matanya seakan dia sudah tahu bahwa Julian akan memulai permainan nya.

__ADS_1


Julian yang melihat itu langsung meniup wajah Rania dan tertawa keras, Rania yang tau bahwa Julian hanya menjahilinya membuat semburat merah di pipi mulusnya itu bermunculan.


Huuuuuhhh!!!!!


"hahaha kenapa, kau pikir aku akan mencium mu" ujar Julian yang tertawa.


"minggir kau,aku akan mandi" ucap Rania yang lari ke dalam kamar mandi.


" iiih Rania kenapa kau b**doh sekali, bisa-bisanya kau ini berpikir mesum seperti tadi" ujar Rania yang merutuki dirinya sendiri.


Tidak butuh waktu lama Rania segera membersihkan tubuhnya yang lengket, Karena seharian ini dirinya memakai gaun pengantin.


Setelah selesai mandi Rania pun merutuki dirinya lagi, karena dia lupa membawa handuk dan juga baju gantinya.


"si**L kenapa aku jadi seceroboh ini sih,aduuuh gimana dong" ujar Rania.


Julian yang sudah mengenakan pakaian rapih pun,kini sedang duduk di sofa yang berada di dalam kamarnya, sambil menunggu Rania keluar dari kamar mandi Julian mengambil ponsel nya di atas nakas,dia hanya melihat dan berharap bahwa Nayla akan memberikan kabar lewat ponselnya itu.


Tapi, hanya kekecewaan yang Julian rasakan saat ini, sakit hati sudah pasti acara yang dia nantikan selama ini hancur begitu saja.


"kenapa kamu begitu tega meninggalkan aku nay" ujar Julian sambil mengepalkan tangannya.


Sudah 5 menit Julian menunggu Rania di kamar mandi,tapi wanita itu masih belum keluar juga, Julian yang menunggu Rania lama tiba-tiba merasakan khawatir karena takut terjadi apa-apa pada dirinya.


"Rania apa kau belum selesai mandinya, ayok cepat kita sudah di tunggu di ruang tamu untuk segera makan" teriak Julian


Rania yang mengetahui bahwa Julian masih ada di dalam kamar mendadak gugup,dia mau minta tolong tapi malu dan tersadar bahwa lelaki yang kini menikahinya adalah mantan bosnya.


" mmmm ak_aku belum selesai, silahkan tuan duluan saja nanti saya akan menyusul" ujar Rania yang kini masih bertahan berada di dalam kamar mandi.


"tidak,aku akan tetap menunggu mu di sini" Keukeh Julian


"tapi tuan"

__ADS_1


"tidak ada tapi-tapian cepat aku tunggu"


"aduuuh bagaimana ini,masa iya aku pakai lagi gaun ini lagian kan gaunnya sudah basah, tapi kalau aku gak pakai ini masa iya aku berjalan dari kamar mandi tidak menggunakan pakaian sama sekali. Arrrrghh aku harus apa" ujar Rania yang nampak kesal oleh tingkahnya sendiri.


__ADS_2