Mendadak Menikah Dengan Bos Ganteng

Mendadak Menikah Dengan Bos Ganteng
bab 5


__ADS_3

kendaraan roda empat yang di kendarai oleh Julian pun melesat meninggalkan rumah yang tampak seperti istana itu.


Rania nampak sekali menikmati perjalanan itu, Julian yang melihat Rania ceria turut senang melihatnya.


"apa kamu mau membeli sesuatu nanti di depan aku akan berhenti di minimarket" ujar Julian.


"boleh,aku akan membeli cemilan untuk persediaan dalam perjalanan ini tuan"


Mereka menyusuri perjalanan dan menepi di sebuah minimarket, Julian yang setia mendampingi Rania untuk berbelanja nampak sesekali melihat ke wajah cantik Rania yang sedang memilih makanan ringan.


Rania yang menyadari dirinya yang sedang di tatap oleh Julian seketika jadi salah tingkah.


"mmm tuan, apa tuan masih ingin berbelanja yang lain kalau tidak mari kita kembali ke mobil tuan" ujar Rania yang berusaha mencairkan suasana hatinya.


"apa kamu mau memilih yang lain Rania"


"sudah tuan,ini sudah cukup untuk stok kita di dalam mobil"


"kalu begitu ayok kita ke kasir untuk membayar belanja kamu"


"iya tuan"


Mereka berdua berjalan beriringan dengan Julian yang tiba-tiba menggandeng tangan Rania membuat pasang mata tertuju pada mereka berdua.


Rania yang merasa risih di lirik banyak orang akibat ulah Julian seketika melepaskan pegangannya.


"kamu kenapa"tanya Julian


"ti_tidak tuan, saya hanya risih oleh pandangan orang-orang yang melihat ke arah kita" ujar Rania dengan gugup.


Setelah selesai membayar semua belanjaan Rania, mereka kini kembali masuk kedalam mobil sport milik Julian.


Rania hanya duduk mematung memikirkan perubahan Julian yang sangat drastis, yang tadinya dia tidak menerima Rania karena peran pengganti dan sekarang malah mendadak jadi romantis.


"apakah tuan tulus melakukan ini, atau jangan-jangan ini hanya sandiwara supaya aku jatuh cinta sama dia, terus kalau aku sudah cinta nanti malah di tinggal lagi" ujar Rania dalam hati.


Secara tidak sadar Rania malah menggelengkan kepalanya sambil memejamkan matanya,Karena membayangkan peristiwa yang menurut Rania sangat menyeramkan.


Tingkah Rania yang kadang-kadang masih seperti anak kecil itu tidak luput dari perhatian Julian.


"hey Rania are you oke" ujar Julian yang sedikit bingung dengan perbuatan Rania.

__ADS_1


"eh mmm iya tuan saya tidak apa-apa" ujar Rania sambil cengengesan


Setelah Rania menyatakan bahwa dirinya tidak kenapa-kenapa, Julian pun melajukan mobilnya kembali.


Perjalanan menuju rumah Rania sebenarnya tidak terlalu jauh hanya membutuhkan waktu 2 jam lamanya, akan tetapi Julian yang malah sengaja memilih jalur yang memutar supaya dia dan Rania lebih lama berduaan di dalam mobil.


Kini Rania terlihat sedang tertidur lelap, kebiasaan bagi Rania jika sedang naik kendaraan roda empat pasti dia akan tertidur pulas.


Julian yang sedang menyetir kini pandangannya tertuju pada Rania, Julian juga tidak tahu perasaan apa yang membuat dia ingin terus memandang wajah cantik yang Rania miliki.


Yang hanya Julian tau ada sebuah getaran yang tiba-tiba datang ketika dia sedang bersama dengan Rania.


"Julian sadar dia bukan gadis yang selama ini kamu cintai, hanya Nayla yang pantas untuk kamu cinta" ujar Julian dalam hati


Tidak terasa Julian dan Rania sudah sampai di rumah pak Firmansyah, Juliana pun segera membangunkan Rania yang sedang tertidur sangat pulas.


"Rania sudah sampai ayo bangun" ujar Julian yang menggoyangkan tubuh Rania.


Namun yang di bangunkan hanya menggeliat saja, Rania tidak sama sekali membuka matanya.


"ini bocah tidur kaya orang yang meninggal saja, susah banget buat bangunnya" gumam Julian.


"Rania bangun, kalau kamu tidak mau bangun aku akan mencium bibir mu sampai susah untuk bernafas" bisik Julian.


yang seketika membuat Rania terduduk dengan tegap meskipun matanya belum sepenuhnya untuk terbuka.


"bisa tidak sih kalau ngebangunin orang itu tidak harus dengan mengancam" ujar Rania yang kesal


"tidak bisa, Karena saya suka dengan kata-kata mengancam" ujar Julian


Perkataan yang di lontarkan oleh Julian seketika membuat Rania terpelongo tidak menyangka.


"hahaha aku baru tau kalau ternyata tuan itu aneh" ujar Rania yang kini menatap wajah Julian


"aneh,aneh kenapa?" tanya Julian dengan polosnya.


"ya aneh, kebanyakan orang itu sukanya sama kata-kata mutiara, kata-kata romantis lah tuan suka sama kata-kata yang mengancam hahah" ujar Rania yang tertawa terpingkal-pingkal.


Julian pun menatap Rania dengan tajam, Rania yang tadinya tertawa kini berubah menjadi terdiam.


"mmm m_maaf tuan saya hanya bercanda jangan marah ya tuan" ujar Rania yang terlihat takut oleh tatapan Julian.

__ADS_1


Kini Julian menggeser posisi duduknya lebih dekat dengan Rania, Rania yang melihat perubahan Julian seketika nampak berubah menjadi tegang.


kini wajah Julian nampak mendekat ke wajah Rania, sehingga hembusan nafas Julian terasa menyapu di wajah cantik Rania yang membuat bulu kuduk Rania tampak meremang seketika.


"t_tuan,tuan mau apa" ujar Rania yang nampak pasrah karena wajah rupawan yang Julian miliki semakin mendekat.


Tanpa di komando kini Rania memejamkan matanya dan..


Ceklek!!!! Tangan Julian akhirnya berhasil menyentuh dan membuka sabuk pengaman yang ada di samping Rania.


"Rania kamu kenapa, buka mata mu" ujar Julian karena melihat Rania yang sejak tadi memejamkan matanya.


Rania yang mendengarkan ucapan Julian seketika membuka matanya dan menyentuh bibirnya.


"tuan tidak jadi" tanya Rania dengan polosnya.


"tidak jadi apa Rania" jawab Julian yang tidak mengerti dengan perkataan dari Rania.


"bukannya tadi tuan mau mencium saya"


Jawab Rania seketika membuat Julian melongo, rupanya Rania salah paham dengan Julian yang mendekat ke arahnya.


"tidak usah menghayal terlalu tinggi Rania, saya tidak akan mencium kamu" ujar Julian yang kesal.


"saya tidak sedang menghayal tuan, bukannya tadi tuan mendekati saya dan tuan mau__" ucapan Rania terpotong karena tangan Julian membekap mulutnya.


"tidak usah Ge'er kamu ya, saya mendekat ke arah kamu bukan ingin mencium bibir kamu tetapi saya hanya ingin melepaskan sabuk pengaman yang ada di tubuh kamu untuk segera bisa turun dari mobil saya" ujar Julian dengan panjang lebar.


Seketika raut wajah Rania berubah menjadi merah karena Rania malu dengan tingkah absurd yang dia miliki.


"maaf tuan saya tidak tau" ujar Rania sambil menggaruk kepalanya.


"apa jangan-jangan kamu mau saya cium" kini Julian yang balik menjahili Rania.


Kini Julian mendekat ke arah Rania dan mengukung tubuh Rania oleh lengan kekarnya.


"jangan tuan,tuan mau apa" ujar Rania yang takut-takut


"seperti tadi kamu bilang,saya mau mencium bibir kamu yang nampak menggoda itu"


"tidaaaaak!!"

__ADS_1


__ADS_2