Mendadak Menikah Dengan Bos Ganteng

Mendadak Menikah Dengan Bos Ganteng
bab 4


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 8 malam,pak Firmansyah masih setia menunggu kedatangan putri semata wayangnya.


"apa Rania mengambil lembur ya, tapi kalau memang dia mengambil lembur kenapa Rania tidak memberi tahu aku" ujar pak Firmansyah


sedangkan di kediaman Julian, Rania sedang menikmati makan malam bersama dengan keluarga barunya.


"ya Allah bagaimana ini aku lupa tidak memberi tahu bapak tentang pernikahan ku ini,ya Allah aku harus menjelaskan apa sama bapak nanti" ujar Rania dalam hati.


Wajah ceria Rania tiba-tiba nampak murung, mendadak nafsu makannya menghilang karena dia teringat dengan pak Firmansyah.


"maaf mam,aku ijin ke kamar ya aku sudah kenyang" ujar Rania yang berlalu pergi menaiki anak tangga untuk ke kamar Julian.


Julian yang sedang menikmati makan malamnya pun merasa terganggu oleh sikap Rania yang berubah, Julian segera menyusul Rania ke atas.


"mam aku ke atas dulu ya" ujar Julian


"iya nak"


Julian segera menyusul Rania ketika Julian sudah sampai di ambang pintu, terdengar suara Isak tangisan Rania, Julian segera membuka pintu dan masuk.


Ceklek!!! terdengar suara gagang pintu yang mulai terbuka buru-buru Rania mengusap air mata dengan kedua tangannya.


"Rania kamu menangis"tanya Julian


Yang di tanya hanya menggelengkan kepalanya, Julian menghampiri Rania yang sedang duduk di tepi ranjang.


"ada apa coba bilang jujur sama aku" Julian nampak khawatir melihat keadaan Rania yang seperti ini.


"aku hanya ingat bapak,aku mau pulang" ujar Rania yang kini menangis tersedu-sedu


"besok sebelum kita kepuncak,aku akan ajak kamu bertemu dengan bapak kamu" ujar Julian


Rania seketika nampak kegirangan saat mendengar Julian akan membawanya bertemu dengan pak Firmansyah, sampai-sampai Rania tidak sadar bahwa dia sekarang sedang memeluk tubuh Julian dengan erat.


"serius tuan akan membawa saya bertemu dengan bapak saya?" tanya Rania


Julian hanya menjawab dengan anggukan kepala saja, dan secara tidak sadar Julian menyunggingkan senyumnya saat mendapati Rania memeluknya.

__ADS_1


"ekhem, Rania saya sesak nafas bisakah kamu melepaskan pelukannya sebentar" ujar Julian yang berhasil membuat Rania tersipu malu.


"eh mmm maaf tuan aku tidak bermaksud untuk membuat mu sesak nafas,aku hanya kegirangan saja tuan maafkan saya"


"ya sudah tidak apa-apa, saya mau ke kamar mandi dulu silahkan kamu bisa tidur duluan "


Julian pun pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi, saat Julian meninggalkan Rania sendiri. Rania hanya tersenyum malu tentang tingkahnya yang memeluk Julian secara refleks.


"duuuh Rania kok kamu bisa-bisanya mengambil kesempatan itu sih, tapi gapapa sih rejeki nomplok itu namanya" ujar Rania sambil tertawa renyah.


Tiba-tiba Rania terbengong saat mengingat bahwa di kamar Julian hanya ada 1 tempat tidur dan 1 sofa yang lumayan besar.


"tunggu-tunggu tadi dia menyuruhku untuk tidur duluan tapi,aku harus tidur di mana masa iya tidur berdua sama tuan sih" ujar Rania.


Ceklek!!


Pintu terbuka terlihat Julian yang sudah selesai dalam ritualnya, dia melangkah menghampiri Rania yang sedang kebingungan.


"ada apa lagi Rania, kenapa kamu belum juga tidur"


"maaf tuan, tapi tempat tidurnya cuma ada satu kalu misalkan saya tidur di situ nanti tuan tidur dimana?"ujar Rania


Rania pun segera naik ke atas tempat tidur, dan membenamkan tubuhnya di bawah selimut, terdengar suara dengkuran halus dari bibir Julian.


Rania yang belum bisa tidur pun terbangun menghampiri Julian yang tidur di sofa. Dia membawakan selimut untuk Julian dan memasangkannya pada tubuh kekar Julian.


Rania memandangi wajah tampan sangsuami sambil tersenyum, dapat di rasakan oleh Rania bahwa debaran jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.


"ternyata kalau di lihat dari jarak dekat kamu nampak tampan sekali ya mas" ujar Rania yang kini kembali keatas tempat tidur dan memejamkan matanya.


********


Jam menunjukkan pukul 6 pagi, Julian yang sudah rapih dengan pakaiannya pun kini membangunkan Rania.


"Rania bangun, sudah pagi apa kamu tidak mau berangkat dan bertemu dengan bapak kamu" ujar Julian


Rania masih bergeming dan kini Julian malah mendengar suara dengkuran keras yang berasal dari bibir tipis Rania.

__ADS_1


"lah cantik-cantik kok ngorok sih" ujar Julian yang kini mengambil ponsel yang ada di atas nakas, seketika ide jail Julian pun bermunculan.


Sebelum membangunkan Rania untuk yang kedua kalinya, Julian malah sibuk memvideokan Rania yang lagi tertidur sambil ngorok.


"hahah ada cewek yang kaya gini, Rania bangun woy nanti kita kesiangan" ujar Julian lagi sambil mengguncangkan tubuh mungilnya.


Nampak Rania kini sedang menggeliat dan menyipitkan matanya, ketika matanya sudah mulai terbuka tiba-tiba Rania menjerit histeris.


"aaaaarrgghh, apa yang sedang tuan lakukan di sini" ujar Rania


Seketika Julian terbengong mendengar ucapan yang keluar dari mulut Rania.


"hey apa-apaan sih, enggak usah pake teriak segala berisik tau gak"


"jelaskan dulu sama saya,tuan sedang apa berapa di dalam kamar saya atau jangan-jangan tuan mau macam-macam sama saya arrrrghh"


"hey gadis ingusan apa kau lupa bahwa kemarin kita sudah melakukan akad nikah,dan apa tadi kamu bilang ini itu kamar saya bukan kamar kamu!!!" ujar Julian kesal karena Rania lupa bahwa sekarang dia sudah menjadi istri sah Julian.


Seketika Rania mematung dan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal, Rania mengedarkan pandangannya ke sekeliling penjuru ruangan itu, ingin memastikan bahwa perkataan Julian memang benar.


"ayok cepetan mandi aku tunggu kamu di bawah" ujar Julian yang berjalan meninggalkan Rania yang masih terduduk di atas tempat tidur.


"kok bisa-bisanya aku sempat melupakan acara kemarin,malu banget udah teriak-teriak segala lagi duuh" ujar Rania yang kini menuju kamar mandi.


5 menit kemudian Rania sudah menyelesaikan mandinya,kini Rania memilih dress selutut berwarna dusty untuk dia kenakan, rambut hitam panjang miliknya dia biarkan untuk tetap tergerai menambahkan kesan kecantikan pada Rania.


Kemudian Rania pun menuruni anak tangga untuk menghampiri Julian, terlihat bahwa Julian sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


Ketika Rania sudah berada di hadapannya seketika Julian terbengong melihat ke cantikan yang Rania pancarkan.


"ayok tuan aku sudah siap" ujar Rania yang mengajak Julian


Tetapi yang di ajaknya malah masih terdiam dan melihat ke arah Rania sampai-sampai tidak mengedipkan matanya.


"tuan hello Tuan" ujar Rania yang mengibas-ngibaskan tangan nya kearah muka Julian


"cantik" ujar Julian tanpa sadar

__ADS_1


"apa tuan" ujar Rania yang memang mendengar ucapan dari mulut Julian.


__ADS_2