Mendadak Menikah Dengan Bos Ganteng

Mendadak Menikah Dengan Bos Ganteng
episode 6


__ADS_3

Pletaaak!!!


Julian menyentil dahi Rania yang sedang berteriak histeris.


"aauuuhh sakit tau gak sih" ujar Rania kesal


" ayok kita turun,apa kamu mau tetap berada di dalam mobil seperti ini Rania?" ujar Julian


Rania menggeleng bahwa dia tidak mau terus-menerus berada di dalam mobil,apa lagi di dalam kendaraan itu cuma ada mereka berdua, Rania takut jika Julian akan bermacam-macam ke pada dirinya.


Ceklek!!


Pintu mobil terbuka, Rania mengedarkan pandangannya sambil berjalan menuju pintu rumah dan mengetuknya.


Tok!!tok!!tok


"assalamualaikum pak, bapak Rania pulang"


Namun tidak ada jawaban salam dari dalam, Rania berjalan menuju pintu belakang dan mengetuknya kembali.


tok!!!tok


"assalamualaikum pak bapak"


Berkali-kali Rania mengetuk dan memanggil bahkan dia mengintip di balik jendela yang gordennya tersingkap sedikit, namun tetap tidak ada orang sama sekali.


"bapak ke mana ya tuan" ujar Rania


" lah mana saya tau" ujar Julian "coba kamu tanyakan kepada saudara atau tetangga sekitar,barang kali mereka melihat bapak mu pergi" sambungnya lagi.


Rania berjalan yang di ikuti oleh Julian menuju rumah tetangga sekaligus saudar dari pak Firmansyah.


Tok!!!tok


"assalamualaikum paman,bibi" ujar Rania


ceklek!!! Pintu terbuka terlihat gadis cantik yang membukakan pintu tersebut, gadis itu menatap Julian dengan lekat dari atas hingga bawah.


Gadis cantik itu namanya Rumi dia adik sepupunya Rania, usianya hanya beda satu tahun dengan Rania.


"wa'alaikum salam, Rania kamu sudah pulang? Dia siapa?" ujar wanita itu


"iya Rumi, kalau soal itu nanti aku jelaskan sekarang aku mau tanya,kamu melihat bapak ku tidak soalnya aku ketuk pintu dari tadi tidak ada yang membukanya" jelas Rania

__ADS_1


"oh pak firman lagi ada di rumah pak Usman, dia mendapatkan pekerjaan untuk membersihkan halaman rumahnya " ujar Rumi


"oh ya udah,aku pamit untuk menemui bapak ku dulu ya" pamit Rania yang menarik lengan Julian dengan mendadak sehingga si empunya terkesiap kaget.


"ta_tapi Rania,iiih malah langsung pergi kan aku belum sempat kenalan sama cowok ganteng tadi" ujar Rumi yang diam-diam nampak mengagumi ketampanan yang Julian miliki.


sedangkan Rania terus menarik Julian untuk menjauh dari Rumi, rupanya Rania punya feeling kalau sepupunya itu menyukai Julian yang kini sudah menjadi suaminya, walaupun Julian dan Rania menikah karena terpaksa, Rania tidak mau kalau suaminya di rebut sama orang lain termasuk sepupunya itu.


"hey berhenti Rania!!!" ujar Julian agak sedikit meninggikan nada bicara.


Rania yang mendengar sedikit bentakan dari Julian kini terhenti dan melepaskan genggamannya.


Julian yang melihat perubahan sikap dari Rania kini menjadi merasa bersalah sudah meninggikan nada bicaranya.


"maaf aku tidak bermaksud untuk membentak kamu Rania,aku hanya terkejut saat kamu menari lengan ku secara tiba-tiba" ujar Julian


"aku yang harusnya minta maaf tuan, karena aku sudah lancang memegang dan menarik lengan tuan tanpa adanya persetujuan dari tuan, sekali lagi aku minta maaf" ujar Rania sambil merunduk karena merasa bersalah.


"tidak apa-apa Rania kan kita sudah menikah jadi kamu bebas memegang setiap inci dari tubuh ku" jelas Julian dengan gombalnya.


"iiih tuan mesum, udah lah ayok kita segera menemui bapak dan menjelaskan semuanya"ujar Rania


Rania terus berjalan kaki bersama Julian, berhubung rumah pak Usman itu tidak terlalu jauh jadi Rania memutuskan untuk berjalan, itung-itung olahraga siang.


"bapaaak" teriak Rania yang nampak girang.


pak Firmansyah yang mendengar teriakkan dari Rania nampak menengok dan tersenyum bahwa putrinya yang dia tunggu-tunggu sejak kemarin sudah datang menghampirinya.


Rania terus berjalan menghampiri pak firman yang sedang melihat ke arah Rania dan Julian, nampak ada raut wajah kebingungan ketika Rania pulang bersama seorang pria tampan dan gagah.


"assalamualaikum bapak" ucap Rania yang mencium tangan pak firman yang di ikuti oleh Julian.


"wa'alaikum salam nak, kenapa kamu baru pulang? Semalaman bapak tidak bisa tidur menunggu kamu, bapak takut terjadi sesuatu sama kamu Rania" ujar pak Firmansyah yang kini memeluk tubuh mungil anaknya itu.


Rania yang mendengar perkataan pak Firmansyah langsung merasa bersalah, dan meneteskan airmata.


"maafkan Rania pak, sudah membuat bapak khawatir tapi tenang saja Rania tidak apa-apa, Rania baik-baik saja"


"tapi nak pria itu siapa?" ujar pak Firmansyah yang bertanya


Tanpa di suruh Julian memperkenalkan diri sebagai suami dari Rania.


"perkenalkan pak, nama saya Julian Hutabarat yang kini menjadi suami dari putri bapak" ujar Julian yang langsung mendapatkan pelototan dari Rania.

__ADS_1


Pak Firmansyah tidak percaya dengan semua ini, dia meminta penjelasan dari Rania.


"nak pria ini sedang bercanda kan"


Rania yang bingung memilih bungkam dan mengajak bapaknya segera untuk pulang.


"pak nanti Rania jelaskan, sekarang kita pulang dulu bapak sudah selesai kan"


Kini mereka bertiga pulang ke rumahnya pak Firmansyah.


Di setiap perjalanan pak Firmansyah tidak henti-hentinya memperhatikan Julian, Julian yang sadar dirinya sedang di perhatikan oleh mertuanya kini jadi salah tingkah.


Rania yang melihat itu hanya mampu tertawa dari dalam hati, melihat ekspresi dari Julian yang nampak tegang menjadi hiburan tersendiri bagi dirinya.


10 menit kemudian mereka sampai di kediaman Rania.


"Alhamdulillah udah sampai" ujar Rania.


pak Firmansyah langsung membuka pintu yang terkunci.


Ceklek!!!


"ayo tuan kita masuk,maaf ya rumah saya tidak besar seperti rumah yang tuan miliki"


Rumah Rania tidak terbilang besar, tetapi mampu membuat sangpemiliknya nyaman tinggal di sini.


Rumah yang sederhana yang memiliki 2 kamar tidur itu, memiliki aura yang sangat Bagus dan mampu menenangkan hati Julian.


"kenapa aku tiba-tiba jadi ingin tinggal di sini, walaupun terlihat sederhana tapi tempatnya cukup membuat ku nyaman" ujar Julian dalam hati.


Rania yang melihat Julian berdiri sejak tadi di depan pintu kini dia mempunyai ide jahil untuk mengagetkan Julian.


Kini Rania berdiri di samping Julian dan agak sedikit berjinjit untuk mendekat ke arah telinga Julian, dalam waktu itungan ke tiga Rania sudah siap untuk melancarkan aksinya.


1 2 3


"tuuaaaan" teriak Rania yang berada pas di telinga Julian.


Seketika Julian pun terkejut dan reflek mendorong tubuh Rania, beruntung Julian yang segera sadar langsung menangkap tubuh mungil Rania yang hampir jatuh ke langit.


Pandangan mereka bertemu, kedua pasangan pengantin baru itu merasakan debaran jantung yang mereka berdua tidak mengerti, Rania hanya menatap Julian ketika tubuhnya yang sedang di peluk Julian mendadak tidak berkutik samasekali.


Tiba-tiba..

__ADS_1


"ekhem"


__ADS_2