Mengejar Cinta Bidadari Surga

Mengejar Cinta Bidadari Surga
02 merasa kenal


__ADS_3

matahari pagi mulai memancarkan sinarnya memasuki jendela kontrakan kost-an tempat Rendi tinggal, sinar matahari yang jatuh tepat ke wajah Rendi membuat Rendi terbangun dari tidurnya, dia mengerenyitkan matanya


"huuh silau" ucap Rendi menggeliat


lalu dia duduk sambil mengumpulkan nyawa dan mengingat kejadian semalam yang menimpanya dia teringat sudah menubruk pak ustadz bahkan muntah ke pakaiannya


"aduuh ya ampun bego banget gua bisa bisanya nubruk orang sambil muntah udah gitu yang ditubruk ustadz lagi hadeeh tapi kok ustadz nya ramah banget ya udah gitu mukanya familiar seperti pernah lihat dimana gitu" Rendi mulai berpikir mengingat ingat lalu sekilas dia teringat dengan guru ngajinya yang dia juluki sendiri pak haji dan semakin diingat ingat Rendi jadi tersadar ternyata gurunya itu adalah orang yang sama dengan ustadz yang dia tubruk semalam


"ya ampun ustadz Dedi wah gua yakin yang kemarin gua tubruk ustadz Dedi aduuh dia ngenalin gua gak ya terus kok dia ada di Jakarta bukankah tinggalnya digarut ya ahhh kalo ngenalin gimana malu gua" Rendi pusing sendiri


siang menuju sore Rendi dan teman temannya mulai mengamen


menjelang magrib Rendi ke mesjid Istiqlal untuk numpang cuci muka dan cuci kaki setelah selesai Rendi keluar dari tempat tersebut dan


"assalamualaikum"


suara yang familiar wajah yang familiar


"wa wa wa alaikum salam pak ustadz" Rendi tergagap


"Rendi ya mau sholat Maghrib disini?" tanya pak ustadz Dedi


" sa sa saya..euh.." Rendi bingung mau jawab apa karena ternyata pas ustadz itu masih mengenalinya ditambah dia teringat kejadian semalam rasa malu membuatnya Sulit berbicara

__ADS_1


gawat ternyata dia Ngenalin gua


batin Rendi


"bapak" suara perempuan memanggil pak ustadz


ketika Rendi melihat kearah suara itu dia tertegun ternyata itu adalah suara Nisya wanita yang membuatnya klepek klepek saat pandangan pertama tapi


bapak dia manggil bapak apa itu artinya dia anak pak ustadz Dedi


batin Rendi


"bapak sebentar lagi adzan Maghrib" ucap Nisya pada ustadz Dedi


ustadz Dedi mengangguk


Rendi makin salah tingkah


Nisya langsung memberi isyarat salaman Dengan tangan di dadanya Rendi membalas melakukan yang sama


ustadz Dedi:"jadi Rendi mau sholat Maghrib disini?"


"iya" Rendi refleks menjawab cepat

__ADS_1


"bagus" ucap ustadz Dedi


ya elah kenapa gua jawab iya


batin Rendi


Rendi lalu mengikuti pak ustadz untuk berwudhu dan mengintili pak ustadz kedalam masjid


"Rendi ente adzan ya dulu waktu ente kecil kan suka adzan" pinta pak ustadz


Rendi mau menolak karena sudah lama dia tak adzan tapi menolak rasanya gak enak ditambah lagi ada Nisya yang pasti ada disana akhirnya dia pun mengiyakan


udah lama gak adzan ya Allah lindungilah aku yang mau adzan ini semoga tidak melakukan kesalahan


batin Rendi


diawali bismillah Rendi pun mengumandangkan adzan Maghrib


entah mengapa Rendi merasa sangat sedih saat mengumandangkan adzan tersebut mungkin karena sudah lama dia tidak sholat sehingga hatinya merasa sakit dan air matanya menetes mengingat panggilan Tuhan


orang orang disana juga merasakan kesedihan dalam adzan yang dikumandangkan Rendi mereka seakan tenggelam dalam kerinduan yang dalam kepada Tuhannya


sementara itu di jalan yang tak jauh dari mesjid Istiqlal ada seorang turis cantik Asia mengendarai mobil mewah dia merasa aneh dengan lantunan adzan tersebut

__ADS_1


"lantunan apa ini aku tidak mengerti bahasanya tapi terdengar sangat sedih(bahasa Korea)" ucap turis cantik yang berasal dari Korea tersebut penasaran dia lalu memarkirkan mobil mewahnya disekitar mesjid Istiqlal


"sepertinya berasal dari sini(bahasa korea)" turis cantik tersebut turun dari mobil mewahnya kulit bersih putih seperti susu tubuh ramping berisi bagai boneka Barbie rambut indahnya dicat warna silver keunguan sehingga menyempurnakan wajah cantiknya yang sangat menawan


__ADS_2