
mendengar ucapan temannya Rendi jadi berpikir 'apakah memang salah jika dirinya menginginkan Nisya apakah itu benar jika menginginkan Nisya hanya akan membuatnya tersiksa hah.. entahlah yang Rendi rasakan hanya dia tidak bisa melupakan gadis itu
setelah percakapan dengan teman temannya Rendi memulai aksinya yaitu mengamen di lampu merah setelah menyanyikan satu lagu yang enak didengar Rendi melepas topinya dan meminta santunan dari orang orang yang berkendara disana ,ketika dia mendekati satu mobil Pajero sport sang sopir memberikan uang 5000 rupiah tapi tiba-tiba kaca mobil dibelakang sopir itu terbuka dan
"Rendi ya" suara familiar dengan wajah manis wajah yang Rendi rindukan semalaman
*Nisya
DEG*!!!! Rendi terkaget-kaget bingung sekaligus sangat malu bertemu Nisya dalam keadaan sedang mengamen hal itu membuatnya tidak bisa membalas sapaan Nisya
Rendi kabur begitu saja, hal itu membuat Nisya ingin berteriak memanggilnya
"jangan coba memanggilnya" ucap ustadz Dedi tiba tiba
"kenapa" jawab Nisya
__ADS_1
"anak itu sepertinya malu bertemu denganmu dalam keadaan yang seperti itu kalau kamu berteriak memanggilnya kamu hanya akan menambah rasa malunya" ustadz Dedi menjelaskan
"kenapa harus malu mengamen memang bukan pekerjaan yang mulia tapi itu lebih baik daripada mencuri" jawab Nisya cemberut
"aduh anak bapak memang paling pinter kalau menjawab" ustadz Dedi tersenyum
Nisya memejamkan mata seperti berpikir
melihat hal itu membuat ustadz Dedi mengajukan pertanyaan yang tak terduga
"kalo misalkan jodoh Nisya adalah orang yang pekerjaannya seperti itu apa yang akan Nisya lakukan, apa Nisya akan ihklas?? "
"bukankah yang terpenting dari calon imam itu adalah agamanya seberapa besar iman dan ibadahnya pada Tuhan bukan seberapa besar rezeki yang dia miliki lagian menurutku selama seseorang rajin dan tidak malas Allah pasti akan memberi jalan usaha dan Nisya juga akan membantunya agar dia memiliki pekerjaan yang lebih layak dan baik" jawab Nisya jujur
"anak bapak bijak sekali kamu sudah tumbuh dewasa ya rasanya baru kemarin kamu merengek minta dibelikan mainan" ucap ustadz Dedi sambil mengelus sayang kepala putrinya
__ADS_1
"apa sih bapak" Nisya tertunduk malu karena dia jadi teringat masa kecilnya yang dikit dikit merengek kalo minta sesuatu pada orang tuanya
"hahaha" ustadz Dedi tertawa
@@@@
sementara disisi lain Rendi yang terus berlari akhirnya berhenti disalah satu pohon besar dia terengah engah
"ya ampun malu banget kenapa harus ketemu Nisya disaat gua lagi ngamen sih gua.. gua argh..." Rendi mengacak rambutnya merasa sangat malu sampai membuatnya frustasi mungkin ini adalah hal yang paling memalukan dalam hidupnya bertemu pujaan hati dalam keadaan seperti itu
Rendi menarik nafas panjang berusaha menenangkan diri sendiri dia lalu jongkok
"mobil pazero sport kesenjangan seperti apa ini huuhh... dilihat dari sudut manapun gua gak cocok sama dia dan gua gak akan bisa berjodoh sama dia ,pasti jodoh dia cowok yang keren juga bukan cowok ampas kayak gua" Rendi dari jongkok jadi terduduk lesu
"kini gua ngerti kenapa temen temen berkata menyukainya hanya akan membuat gua tersiksa karena ternyata gua menyukai seseorang yang sepertinya mustahil untuk gua miliki" entah mengapa Rendi merasa hidupnya menyedihkan
__ADS_1
"ok gua harus tau diri cukup hari ini aja merasa malu gua bakal menyerah dan gak akan berharap lagi" Rendi merasa putus asa
@@@@