
Rendi akhirnya mengurungkan niatnya untuk pulang ke Garut ,dia menjalani aktivitas seperti biasa cuma bedanya dia sekarang berhati hati saat ngamen dilampu merah melihat mobil Pajero sport lebih teliti memastikan itu bukan mobil Nisya dan lagi dia tidak mau berkunjung ke mesjid Istiqlal untuk keperluan nya ke toilet dia akan akan mengunjungi pom bensin terdekat
sudah berhari hari waktu berlalu dan Rendi sudah mulai melupakan Nisya
hari ini Jakarta panas sekali Rendi pun mengunjungi toilet di pom bensin untuk mencuci muka menghilangkan gerah
saat akan melangkah ke toilet
"Rendi ya kita bertemu lagi" suara yang familiar suara yang ingin Rendi lupakan selama beberapa hari ini
saat melihat sosok itu
"nis Nisya apa kabar ?" ucap Rendi berusaha agar gak canggung
"Alhamdulillah baik kalo kamu?" tanyanya
Rendi:"sama ba baik juga"
"oh Alhamdulillah atuh" ucap Nisya lalu tersenyum manis
"i iya aku ke toilet dulu ya" ucap Rendi buru buru tapi mengarah ke sebaliknya
"eh.."Nisya heran Rendi bilang mau ke toilet tapi malah ke arah jalan raya kayak orang kabur
__ADS_1
(padahal iya sih kabur)
tapi saat Rendi baru beberapa langkah
"assalamualaikum" pak ustadz Dedi tiba tiba ada di depannya
"Wa waaalaikum salam pak ustadz" jawab Rendi terkaget
"ente mau kemana"
"mau ke toilet itu"
"toilet dibelakang ente kenapa jalannya kesini"
Nisya tertawa dengan menutupi bibirnya
@@@@
*kenapa gua ada disini bagaimana bisa gua disini ,gua udah berniat menjauh tapi sekarang malah disini
*batin Rendi yang sekarang berada dalam mobil pak ustadz
ternyata setelah Rendi selesai dari toilet pak ustadz Dedi mengajaknya makan bareng karena ada yang ingin dibicarakan, Rendi tak enak menolak jadi akhirnya ikut mobil pak ustadz
__ADS_1
tibalah mereka di suatu restoran sederhana namun suasananya sangat asri dan bersih
duduk disamping pak ustadz dan diseberang meja ada Nisya benar benar tak terbayang oleh Rendi tapi Rendi teringat masa lalu saat dia masih kecil dan mengaji pada pak ustadz setiap siang hari kalo bertemu pak ustadz slalu memberinya uang jajan dan bukan hanya pada Rendi tapi pada murid-muridnya yang lain juga
Rendi tersenyum mengingat kebaikan pak ustadz dimasa lalu dan sekarang beliau mengajaknya makan, kebaikannya ternyata tidak pernah berubah
"pesanlah yang ingin kamu makan nak dan ente juga pesanlah yang ingin ente makan" ucap ustadz Dedi pada Nisya dan Rendi
Nisya memesan nasi rendang sambal Cibiuk
sedangkan Rendi masih bingung ingin makan apa
"rendang daging sapi disini paling enak sambal terasi dan sambal Cibiuk nya juga enak apalagi tambah tahu tempe dan lalapan wah mantap" dengan tawa ramahnya pak ustadz Dedi tiba-tiba memberikan rekomendasi pada Rendi
"ya ya pak ustadz kalo gitu saya pesan itu saja"
"sipp" pak ustadz manggut-manggut dia lalu meminta Nisya untuk memesankan makanan tersebut
lama kelamaan Rendi mulai merasa nyaman berada diantara pak ustadz dan Nisya keramahan pak ustadz dan Nisya yang slalu tersenyum padanya membuat rasa canggung nya berkurang sedikit demi sedikit
setelah selesai makan tibalah pada pembicaraan yang penting
"Rendi ane ada tawaran untuk ente, ente berhak menolak kalo gak mau tapi ane berharap kalo ente terima tawaran ane" ucap ustadz Dedi serius
__ADS_1
@@@@@