
Rendi terdiam memikirkan ajakan seperti apakah yang ditawarkan pak ustadz, namun tiba tiba hapenya berdering
"angkatlah hapenya dulu siapa tau itu penting" ucap pak ustadz Dedi
"iya baik pak" jawab Rendi
"Nisya pesankan bapak kopi hitam sepertinya bapak gak bisa ngobrol kalo belum minum kopi"
"ingat bapak punya maag kopi hitam gak baik buat lambung" jawab Nisya
"kan sudah makan nasi" ucap pak ustadz Dedi sambil terkekeh
Nisya mencemberutkan muka lalu dia pun beranjak memesankan kopi
dan Rendi mengangkat telponnya
"oi"
"oi kampret Lo Dimana gua sama Raffa nyariin" Kiki langsung sewot
"gua di ajak makan sama pak ustadz sama Nisya "jawab Rendi
"sama siapa!! sama Nisya maksudnya Nisya yang cantik itu" Kiki terkejut
"iya"
"wah halu Lo gak percaya gua" ucap Kiki
__ADS_1
tuuut Rendi menutup telponnya karna merasa pembicaraannya gak akan ada akhir, Rendi lalu meng sear located dan mengirim pesan pada kiki
'nih lokasinya kalo Lo gak percaya ' send
'waduh' balasan Kiki
Rendi jadi nyengir nyengir sendiri
tak lama kemudian Nisya membawakan kopi pesanan bapaknya dia juga membawa kopi susu dingin untuk Rendi
Nisya meletakan kopi susu dingin di hadapan Rendi sambil tersenyum, Rendi langsung malu malu embe
"nah bener minum kopi dulu hehe" ucap ustadz Dedi terkekeh
"nih pak sekalian aku pesenin roti buat di celupin ke kopi" ucap Nisya
tak lama setelah itu pak ustadz Dedi mau mengambil proposal dalam tasnya namun ternyata tertinggal di mobil,,dia pun lalu menyuruh Nisya untuk mengambilkannya
"ane ada tawaran untuk ente, nanti ente lihat dulu proposal nya supaya ente yakin atau enggak "
"iya pak ustadz " ucap Rendi
tak lama setelah itu datanglah Nisya sambil membawa proposal
setelah Nisya duduk dikursinya
"nah Nis kasih proposalnya ke Rendi" ucap pak ustadz
__ADS_1
Rendi pun menerima proposal itu dan mulai membacanya, ternyata isi proposal itu adalah IBMG(Ikatan Barber Modern Garut) yang merupakan lembaga milik pak ustadz Dedi yang usaha barber nya sudah ada beberapa cabang
Rendi terlihat bingung membaca proposal tersebut
"tawaran ane sesuai proposal itu, ente mau gak gabung ke lembaga ane lalu buka usaha Barber?"
"tapi saya gak bisa nyukur orang" Rendi jujur
"ente gak langsung nyukur tapi belajar dulu nanti ente akan dilatih sampai benar benar bisa kalo ente sungguh sungguh pasti bakal bisa"
"kenapa pak ustadz bisa seyakin itu" ucap Rendi
"ane emang gak yakin sama kemampuan ente tapi ane yakin man Jadda wa Jadda barang siapa bersungguh sungguh maka dia akan berhasil, ente cukup bersungguh sungguh aja dulu bisa atau gak bisanya biar Allah yang menentukan" ucap pak ustadz
Rendi tampak berpikir
"setiap jam 8 pagi ada jatah sarapan,jam 1ada jatah makan siang, jam 7 ada jatah makan malem deh, dan kalo mau tempat istirahat bisa tinggal di loteng barber tempatnya nyaman ada AC nya udah gitu jam latihannya bebas suka suka ente yakin masih gak mau?"
"mau pak ustadz" dua kampret yang tak di undang menyahut yang bukan lain Kiki dan Raffa
"astagfirullah" pak ustadz terkejut mendengar suara tak di undang tersebut
"apaan sih bikin kaget aja udah kayak makhluk astral aja tiba tiba muncul" Rendi kesal
Nisya tertawa dengan menutupi mulutnya, entah mengapa bagi Nisya omongan Rendi terdengar lucu
@@@@@@@@
__ADS_1