
Desember 2013.
Hari ini, hari minggu..
Hari libur untuk semua orang, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa selalu berlibur pada saat weekend.
Namun, tidak bagi seorang gadis yang sebentar lagi berusia 17 tahun. Baginya, hari minggu adalah waktunya untuk beristirahat dari semua aktivitas selama seminggu. Istirahat dirumah, lebih tepatnya dikamar dan tidak bepergian.
“Sayang.." Panggilan seseorang dari belakang pintu.
“Iya, Ma." Panggilan dari Mamanya lah yang memaksa gadis tersebut untuk membuka mata.
“Ayo bangun, sayang. Sudah jam berapa ini ?" Ucap Mama halus.
“Iya, Ma, 5 menit deh."
“Enggak ada 5 menit lagi, 5 menit sekarang sudah sama lamanya 30 menit ya ?" Tanya sang Mama.
Karena tidak ada jawaban, sang Mama lantas masuk kamar dan menarik selimut sang anak serta berteriak “ANINDITA SAPUTRIIII !!!"
Ya, gadis tersebut Anindita Saputri, gadis cantik dengan tinggi 160 cm itu memang malas sekali untuk bangun pagi, apalagi di hari libur seperti ini.
...****************...
Hari senin, hari dimana semua orang masih terbawa suasana hari libur. Masih malas untuk beraktivitas, apalagi hari senin semua siswa diwajibkan mengikuti upacara.
__ADS_1
Begitupun dengan Anin -sapaan akrab Anindita- masih berlapis dengan selimut kesayangannya, padahal jam di meja samping tempat tidurnya sudah menunjukkan pukul 06.15.
“Anin sayang, kamu mau berangkat sekolah jam berapa ? Ini sudah jam setengah tujuh." Lagi, panggilan sang Mama untuk kesekian kali karena Anin masih saja memejamkan matanya.
Mendengar kata ‘setengah tujuh’ membuat Anin terkejut hingga membulatkan matanya dan langsung berlari ke kamar mandi.
Melihat kelakuan sang anak, Mama Anin hanya bisa geleng-geleng “Mau sampai kapan kamu begini terus, sayang."
...****************...
Setelah turun dari bus, Anin terus melihat jam di tangan karena hampir terlambat.
Anin harus menyeberang jalan untuk masuk gerbang sekolah, karena sekolah Anin di seberang jalan posisi Anin sekarang.
Tiiittiiitiiiiitttttt...
“Aaaaaaaaaa....."
Teriakan Anin, suara kelakson dan decitan rem motor menambah ramainya jalanan kota pagi ini.
Anin masih memejamkan matanya dengan posisi jongkok dan menutup kedua telinganya. Sampai hampir 5 menit Anin masih dengan posisi yang sama. Hingga ada tangan terulur didepan mata Anin.
Karena masih saja belum ada respon, pemilik tangan menarik tangannya kembali dan menyadarkan Anin dengan menepuk pundaknya.
“Are you OK ?" Suara berat khas laki-laki menanyakan keadaan Anin setelah Anin mulai membuka matanya.
__ADS_1
Masih dengan diamnya, Anin berdiri dan membersihkan rok yang dikenakannya.
“Sorry, tadi aku terburu-buru."
“Aduh terlambat jadinya." Ucap Anin dengan memegang jidatnya. Anin langsung berlari ke gerbang sekolah dan tak lupa menengok kanan kiri sebelum menyeberang.
“Kita belum kenalan." Teriak sang lelaki dengan lambaian tangan, namun tidak sampai ke telinga Anin.
Setelah menyeberang dengan berlari, Anin berhenti tepat didepan gerbang yang tertutup dengan napas tidak beraturan.
Setelah gerbang dibuka, Anin masih harus berlari lagi karena upacara sudah dimulai. Anin tidak bisa baris sesuai kelasnya, karena peraturan sekolah mengharuskan siswa yang terlambat harus baris dibarisan sendiri.
Usai upacara, semua siswa dan guru kembali ke ruangan mereka masing-masing, tapi tidak bagi Anin dan teman-temannya yang terlambat. Mereka masih harus menyelesaikan tugasnya dengan membersihkan sampah yang ada di lapangan.
...****************...
Kira-kira siapa ya yang menyalakan kalson itu ?
Lalu bagaimana ya keadaan Anin ?
......................
Gimana nih BAB 1-nya, jangan lupa berikan selalu dukungan kalian, karena aku tau semua orang itu baik dan menghargai sesama :)
Selalu aku tunggu Like, Vote dan Comment dari kalian. Virtual hug 🤗
__ADS_1