
Usai menyelesaikan semua pelajaran hari ini, Anin bergegas keluar dari gerbang untuk menunggu bus. Jika dia terlambat pasti akan kemalaman sampai rumah, karena ini jam pulang kerja, saat ini sudah pukul 17.03.
Memang Anin selalu pulang senja seperti ini, karena kebijakan dari pemerintah yang menerapkan sistem pembelajaran 5 hari saja, senin sampai jum'at.
Titt
Lambaian tangan dan senyum tipis tercipta di wajah Anin setelah melihat siapa yang menyapanya tadi. Nindy dan sepupunya.
Sudah hampir lima menit Anin menunggu bus, namun tak kunjung datang. Hingga seseorang duduk disampingnya.
Karena dirasa tidak penting, Anin tak menghiraukan orang yang duduk disampingnya. Dia kembali fokus pada handphone untuk membaca novel di salah satu aplikasi novel gratis.
“Halo Anin."
Merasa namanya terpanggil, Anin mendongak dan melihat siapa yang telah menyapanya.
“Tau nama gue dari mana lo ?" Heran Anin, pasalnya dia tidak pernah memperkenalkan namanya ke orang disampingnya itu.
“Apa sih nggak gue tau tentang orang cantik tapi galak kayak lo ini."
Anin membelalakkan matanya.
“Canda deh." Ucapnya dengan menunjukkan dua jari membentuk huruf V. “Oh iya, kenalin nama gue Alex." Perkenalan Alex dengan mengulurkan tangannya.
Tanpa memperdulikan uluran dan perkenalan dari kakak kelasnya, Anin langsung masuk ke dalam bus yang baru saja berhenti.
Karena merasa tidak dipedulikan, Alex mengepalkan tangannya dan menatap nanar ke arah bus yang dinaiki Anin. Di situ juga muncul senyuman itu lagi.
__ADS_1
...****************...
Di dalam kamar berukuran 3 x 4 meter dengan nuansa monokrom inilah Anin beristirahat.
Sekarang dia sedang berbaring di tempat tidur dengan handphone di depan wajahnya menyala, kebiasaan yang selalu Anin lakukan setelah semua tugasnya selesai.
Seperti biasa, Anin sedang menikmati cerita di aplikasi novel gratis yang sudah update jika semua novel yang dia punya sudah terbaca semua.
Di tengah asyik membaca, ada panggilan vidio masuk untuk Anin.
Abang Calling...
Sebelum menjawab panggilan vidio tersebut, Anin mendudukkan dirinya dan bersandar pada tembok di belakang tempat tidurnya.
“Hallo, Abang." Jawab Anin dengan lambaian tangan dan senyum merekah di wajahnya.
“Waalaikumussalam, Abang. Hehe maaf Anin lupa." Cengiran khas Anin tak tertinggal.
“Gimana sekolah kamu Anin ?" Tanya sang Abang.
“Kalo sekolah Anin sih lancar, Bang."
“Kok pake kata ‘sih' ?"
“Ya gitu, tadi pagi Anin hampir ketabrak motor pas nyebrang di depan sekolah." Cerita Anin mengingat kejadian pagi ini.
“Astaghfirullah." Jawab sang Abang terkejut. “Terus kamu sekarang gimana keadaannya ?"
__ADS_1
“Alhamdulillah Anin aman. Tapi pas istirahat ada cowok nyebelin banget."
“Sudah enggak usah ngomongin orang, apalagi cowok. Inget kata Papa sama Mama kan kamu ?"
“Iya, Bang. Anin enggak boleh pacaran sampai lulus SMA kan ?" Jawab Anin dengan diakhiri cemberutan.
“Anak pinter. Sudah dulu ya Nin, Abang masih ada kegiatan disini."
“Iya, Bang. Anin kangen sama Abang. Abang disana jaga makan dan jangan lupa jaga mata ya Bang hehe." Canda Anin kepada sang Abang.
“Assalamualaikum, Anin"
“Waalaikumussalam, Abang."
Usai menerima panggilan vidio dari sang Abang, Anin tidak melanjutkan membaca. Handphone miliknya dia taruh di meja dekat tempat tidurnya. Anin membaringkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamarnya.
Perlahan, Anin mulai memejamkan matanya untuk beristirahat. Setelah Anin tertidur, handphone Anin kembali menyala. Ternyata ada pesan masuk dari nomor tidak di kenal.
+62 89627xxxxxx
Malam Anin.
***
Menurut kalian BAB 3 ini gimana gais ? Seru gak ? Jangan lupa komentar dan tinggalkan jejak ya gais.
Selalu aku tunggu Like, Vote dan Comment dari kalian. Virtual hug 🤗
__ADS_1