Menghapus Jejakmu

Menghapus Jejakmu
MJ - 5. First Time


__ADS_3

“Baik, yang bakal nemenin gue kali ini adalah.."


Beberapa detik hening.


“Anindita Saputri."


Semua orang melongo dan tidak menyangka. Dan satu lagi, mereka tidak mengenal siapa nama yang disebutkan tadi.


Merasa namanya dipanggil, Anin terpaku dan masih tak percaya disamping sang sahabat.


“Wah gila itu orang." Sumpah serapah Anin untuk orang yang memanggilnya tadi di depan Nindy.


“Ayo Anindita Saputri, silahkan naik ke panggung." Pinta sang pembawa acara.


Mendengar sang pembawa acara memanggil juga namanya, Anin masih membisu di tempatnya. Membiarkan begitu saja, karena merasa tidak menjadi urusannya.


“Buruan naik, biar nggak molor ini acara." Suruh Nindy.


“Ngapain gue naik, kan gue bukan pengisi acara juga." Cuek Anin.


“Mana nih yang namanya Anindita Saputri. Kita panggil bareng-bareng ya." Pinta sang pembawa acara kepada penonton.


“Ayo lah Nin, biar cepet selesai acaranya." Paksa Nindy dengan mendorong Anin untuk berjalan menuju panggung.


Anin berjalan terpaksa dengan perasaan tak karuan, kesel, kaget dan tentunya gerogi. Ya, gerogi. Karena Anin memang paling tidak suka menjadi pusat perhatian, apalagi ini yang menatapnya satu sekolah.


Sampai di atas panggung, Anin tidak tau apa yang harus dia lakukan. Dia hanya berdiri mematung dan menundukkan kepalanya. Sampai akhirnya..


“Anin." Panggilan inilah yang akhirnya membuat Anin menatap sang vokalis yang telah mengundangnya ke atas panggung.


Cowok di depannya mendekat, membuat Anin menundukkan kepala semakin dalam apalagi suara tidak suka dari para penonton.


“Lo cukup berdiri disini dan dengerin gue nyanyi sampe selesai." Bisikan tepat di telinga Anin.


“Ma, maksud kak Alex apa ?" Tanya Anin terbata dan masih berbisik.


Ya, vokalis ‘Daughter Band' adalah Alex, ketua kelas 12 IPS 1. Orang yang Anin benci sejak kejadian di lorong sekolah beberapa hari lalu.


Intro lagu mulai terdengar, semua orang terdiam, entah apa yang mereka pikirkan saat ini.


🎶 Aku suka dia


Riuh suara penonton makin menjadi setelah sang vokalis menyanyikan bait pertama lagu Jadian dari The Junas Band.


Sedangkan, orang yang ditatap Alex hanya bisa semakin dalam menundukkan kepalanya. Hingga sebuah jari mengangkat dagu Anin untuk menatap Alex.


🎶 Tapi ku tak tahu untuk

__ADS_1


🎶 Bilang kepadanya


🎶 Jika aku suka


🎶 Jatuh cinta kepadanya


🎶 Dia cinta yang pertama


🎶 Dia yang bisa membuat aku


🎶 Merasa deg-degan


🎶 Berdebar di dada


🎶 Diam saat mengingatnya


Setiap bait dinyanyikan begitu apik, mampu membuat semua orang terpaku akan ketampanan, suara merdu dan kepiawaiannya dalam memainkan gitar seorang Alex Putra Pratama. Namun tidak dengan gadis yang sedang berhadapan dengan sang vokalis.


Setelah lagu selesai dinyanyikan, Anin hendak berbalik badan. Namun, sebuah tangan menarik tangan Anin dan menahannya.


Anin terpaksa berbalik badan dan dia sedikit terkejut karena Alex berjongkok dihadapannya dengan setangkai mawar merah dihadapan.


Anin masih saja terdiam, dia bingung harus bersikap seperti apa.


“Anindita Saputri, aku tidak pandai dalam merangkai kata. Aku juga tak bisa jadi orang yang romantis. Namun, aku sudah meluapkan semua isi hatiku dengan lagu tadi."


Semua orang terdiam dan dibuat iri.


Satu detik.


Dua detik.


Tiga detik.


Tidak ada jawaban, Anin berbalik badan dan berlari meninggalkan panggung.


Saat berlari, sayup-sayup Anin mendengar suara tidak suka dari penggemar Alex. Ya, Alex memang sudah seterkenal itu di kalangan sekolahnya.


“Siapa sih dia, sok cantik banget."


“Ih sok cantik banget, kasihan kan kak Alex dicuekin."


Tak mau semakin mendengar, Anin mempercepat larinya ke dalam kelasnya.


“Apaan coba maksudnya, tiba-tiba gitu diatas panggung. Nggak jelas banget." Gerutu Anin ditengah jalan cepatnya.


Disela jalannya, Anin masih saja menggerutu tidak jelas. Sampai ada seorang yang menepuk pundaknya dan menghentikan langkahnya.

__ADS_1


...****************...


Usai menyelesaikan semua lagu yang mereka nyanyikan, Alex dan sohibnya beristirahat di belakang panggung.


“Wah bentar lagi ada yang udah move on dari si Cindy nih. Padahal mah baru dua hari jomblo. Gue yang seumur hidup jomblo kok belom ketemu jodoh ya." Oceh Steven tak jelas entah untuk siapa.


Sedangkan Nino hanya duduk memainkan handphone miliknya disamping Steven dan tak menghiraukan ocehan dari temannya itu.


Orang yang menjadi topik pembicaraan Steven juga tak menghiraukan, dia hanya memainkan handphone untuk mendengarkan musik dengan earphone sudah bertengger di telinganya.


“Kacang sekarang mahal yak." Tambah Steven merasa tak dihiraukan.


“Berisik lo." Siapa lagi kalo bukan Alex yang berhasil menutup mulut Steven.


Mendengar Alex berucap demikian, Steven mengunci mulutnya dengan tangan dan seolah-olah membuang kunci ke sembarang arah.


...****************...


Semua acara hari ini berakhir, seluruh siswa mulai pulang ada yang langsung ke rumah dan ada juga yang jalan dengan teman atau pacar mereka.


Namun tidak bagi panitia acara, termasuk Anin-panitia dadakan-. Mereka harus berkumpul di ruang OSIS untuk melakukan evaluasi acara hari ini.


Selesai evaluasi, seluruh panitia keluar dari ruangan. Anin jalan bersama Nindy belakangan. Namun saat sampai di pintu, ternyata seseorang telah menunggu mereka berdua, lebih tepatnya Anin.


“Ciiiii." Belum sempat selesai berbicara, Nindy sudah mendapat pelototan mata Anin.


“Sorry. Gue balik dulu ya."


Belum berjalan, Anin menahan tangan Nindy dan membuat Nindy tetap berada disamping Anin.


“Bisa bicara sebentar ?" Tanya Alex. Ya, orang yang menunggu Anin adalah Alex.


“Memang masih ada yang perlu dibicarakan ?" Ketus Anin.


“Sebentar saja. Di taman sekolah ya."


Mereka bertiga berjalan, dengan Alex didepan memimpin jalan mereka. Setelah memasuki taman, Alex menghentikan langkahnya dan berlalik ara menghadap Anin dan Nindy.


“Bisa nggak kita bicara berdua, Anin ?" Tanya Alex lembut.


“Gue ke kantin bentar ya, haus gue. Kalo udah kelar langsung ke kantin aja Nin." Pamit Nindy ke sahabatnya.


Anin hanya terdiam dan langsung duduk di kursi taman. Alex menyusul duduk disamping Anin.


Anin masih membisu, bahkan tidak memandang Alex dari tadi.


......................

__ADS_1


Gimana ya kelanjutan kisah duo A ini gais ? Jangan lupa komentar dan tinggalkan jejak ya gais. BAB ini lebih panjang dari BAB yang lain gais 🤭


Selalu aku tunggu Like, Vote dan Comment dari kalian. Virtual hug 🤗


__ADS_2