Mengubah Takdir Lisa

Mengubah Takdir Lisa
Bab 13. Perubahan lisa


__ADS_3

Setelah lisa dan steven dekat. Lisa pun uda mau menerima apa yang sudah terjadi padanya. Bahkan dia pun uda memaafkan semua kesalahan teman- teman nya padanya.


Bukan itu aja , perubahan lisa pun menjadi dratis sekali. Ya lisa sekarang uda menjadi dirinya sendiri .


Lisa sudah kembali seperti dulu lagi, sebelum dia mengalamin kecelakaan dan mengalamin cacat. Lisa sekarang menjadi ceriah dan mempunya banyak teman.


Dan lisa sekarang lebih banyak bersyukur. Bukan itu saja lisa sekarang uda banyak kegiatan dari kampus mau pun kegiatan berkumpul dengan teman – teman.


Dari semua masalah yang lisa hadapin selama ini. Mengajarkan lisa untuk tetap bersabar dan saling memaafkan. Karna orang yang benar dan iklhlas pasti akan di mudahkan jalan.(1)


KETUA KELOMPOK.


Setelah masalah semua nya selesai satu persatu. Lisa pun kini tidak sendiri di lagi di kelas. Bahkan lisa pun suda mempunya teman untuk kejar kelompok bila dosen menyuru mereka membuat tugas kelompok.


Bahkan lisa pun di pilih menjadi ketua kelompok di kelompok nya. Karna lisa selain ceria , enak di ajak bicara dan lisa pun di ketahui teman nya pandai di kelas.


Itu lah membuat lisa terpilih menjadi ketua kelompok. Awalnya lisa menolak dengan berbagai cara. Tapi lisa tetap tidak dapat menghindar menjadi ketua kelompok .


Dengan percaya dirinya. Lisa menerimah nya dirinya menjadi ketua kelompok. (2)


Tak di sangka menjadi ketua kelompok itu lelah tapi menyenangkan bagi lisa. karna dia bisa lebih dekat lagi dengan teman – teman satu kelompoknya.


Bahkan mereka pun sering keluar untuk mengejarkan tugas mereka. (3)


Bukan sampai disituh saja. Lisa pun uda jarang pulang kerumah dengan baju berantakan dan lisa pun sering mintak ijin pulang lambat bahkan keluar di saat tidak ada jawadwal kampus.


Perubahan lisa pun membuat orang tua nya bertanya- tanya. Ada apa yang terjadi pada lisa. Dan membuat kedua orang tuanya pun takud kalau lisa menjadi budak suruh teman-temannya.


LITRIK DARI KAMPUS.


Minggu depan kampus lisa pun mengadahkan litrik ke perdesaan untuk menambahkan ilmu mereka dan sekaliaan untuk membuat mahasiswi nya menjadi dekat satu samalaen.


Supaya kampus mereka terhindar dari bully sesama teman.


Lisa pun memintak ijin kepada mam dan papa nya untuk di ijinkan ikud serta dalam kegiatan kampus nya.


Malam hari nya seperti bisah setelah mereka siap makan . Keluarga lisa pun berkumpul di ruang tv. Sekali melihat siaran tv dan berbicara tentang kegiatan lisa.


Di tengah pembincangan mereka. Lisa pun akhirnya berkata kepada ayu dan hermanan untuk memintak ijin ikud dalam litrik kampus.


‘’ Mama, papa .” Seruh lisa.


‘’ Iya sayang .’’


Jawab ayu dan herman dengan serentak.


‘’ Mama, papa. Lisa mintak ijin ya ikud litrik dari kampus ?’’


Tanya lisa dengan nada pelan.


‘’ Ouwh, emank nya kemana sayang ?’’


Tanya ayu .


‘’ Ke sebuah desa mama, papa.’’


Jawab lisa.


Setelah lisa berkata seperti itu. Lisa pun mengasih surat pernyataan dari kampus kepada ayu dan herman.


Ayu dan herman pun akhirnya membaca dan sambil memikirkan lisa. Beberapa menit kemudia ayu pun berkata kepada lisa.


‘’ Sayang kamu yakin ikud ?’’


Tanya ayu dengan nada heran.


‘’ Yakin mama, papa.’’


Ucap lisa dengan nada percaya diri.


‘’ Tapi kamu tidak sedang di bully atau sedang berbohongkan sayang ?’’


Tanya ayu dengan tanda tanya penuh.


‘’ Tidak mama, papa. Lisa tidak berbohong kok. ‘’ Ucap lisa dengan menyakinkan ayu dan herman.


‘’ Ya uda kalau gitu kamu boleh ikud kok.’’


Ucap herman kepada lisa.


Sementara ayu masi merasah heran dan binggung dengan keinginan lisa. ayu takud kalua kejadian yang dulu terulang lagi kepada anak kesayangan nya.


‘’ Serius pa ??’’


Tanya lisa dengan nada senang .


‘’ Iya sayang.’’

__ADS_1


Jawab herman.


Sementara ayu masi diam dan masi bermain dengan pemikiran nya yang tidak – tidak. Karna sampai sekarang ayu belum bisa melupakan kejadiaan yang membuat hati nya sakit. (4)


Ya jelas lah ibu mana yang tegah melihat anak kesayangan nya di bully orang laen?


Ibu mana yang tak sakit hati dan trauma melihat anak nya di hina bahkan di tampar di depan mata nya?


Dan ibu mana yang tidak senang melihat anak nya bahagia ?(5)


Lagi asik dengan pikiran kacaunya. Tiba- tiba lisa pun memanggil ayu.


‘’ Mama .”


Panggilan lisa kepada ayu.


‘’ Iya sayang , kenapa ?’’


Tanya ayu kepada lisa dengan nada berat.


‘’ Mama kok diam ?, dan mama setujuh tidak kalau aku ikud ?’’


Tanya lisa dengan nada berat.


‘’ Emmm , mama cuman lagi berpikir saja sayang. Karna kan kamu ini yang pertama pergi dari rumah dan walaupun 4 hari itu terasah lama sayang.’’


Ucap ayu dengan nada berat.(6)


‘’ Mama , janggan takud kalau aku bahkalan kenapa- kenapa disana.’’


Ucap lisa dengan nada menyakin kan.


‘’ Ya , uda kalau lisa disana baek – baek saja. Mama dan papa senang dengar nya.


Tapi lisa janji kalau ada apa- apa call mama dan papa.’’


Ucap ayu dengan tegas.(7)


‘’ Iya mama, papa ku sayang.’’


Ucap lisa dengan nada senang dan sambil memeluk herman dan ayu.


Mereka pun akhirnya selesai bicara dan kembali ke kamar masing- masing.


Setelah mereka di kamar masing – masing. Ayu masi saja diamdan binggung.


‘’ Mama , kamu kenapa ?’’


‘’ Aku hanya masi binggung dan heran saja dengan sifat anak kita sekarang papa.’’


Ucap ayu kepada herman.


‘’ Ya uda kita berdoa saja, supaya anak kita tidak apa-apa.’’


Ucap herman dengan menyakinkan ayu.


‘’ Amin lah papa.’’


Ucap ayu kepada herman.


KAMPUS.


Setelah sampai di kampus seperti biasah lisa di sambut dengan teman – teman nya.


‘’ Pagi lisa. ‘’


Ucap mereka kepada lisa.


‘’ Pagi semuanya.’’


Jawab lisa.


‘’ Ouwh , iya lisa bagaimana dengan litrik dari kampus apakah kamu uda dapat ijin ?’’


Tanya teman lisa.


‘’ Ouwh , pasal itu aku uda dapat.’’


Ucap lisa dengan senang hati


.


‘’ Serius ? ‘’


Tanya mereka dengan nada binggung.


‘’ Serius lho.’’

__ADS_1


Ucap lisa kembali.


Lagi asik- asik nya mereka berbicara. Tiba – tiba steven memanggil lisa.


‘’ Lisa .’’


Panggil steven


‘’ Iya kenapa ?’’


Tanya lisa kepada steven.


‘’ Gimana uda dapat ijin ?’’


Tanya steven dengan nda berhati –hati.


‘’ Hahaha , steven kamu telat deh. Kami uda bertanya tadi. Hahha ‘’


Ucap mereka sambil tertawa.


‘’ Ouewh, nama nya juga kan aku baru masuk.’’ Ucap steven dengan nada malu.


‘’ Ya uda , aku dikasih kok.’’


Ucap lisa dengan nada senang.


‘’ Yeyeye, akhirnya kita bisah pergi bersama.’’ Ucap mereka dengan semanggat.


‘’ lest go..’’


Ucap mereka kembali dengan nada.


Mereka asik – asik berbicara dan bercanda. Tampa di sadarin mereka dosen pun masuk ke ruangan mereka.


‘’ Duduk – duduk dosen uda masuk.’’


Ucap teman lisa.


‘’ Eh tak sadar kalau dosen uda masuk.’’


Ucap lisa dengan nada malu.


Mereka pun akhirnya mulai duduk di bangku maing- masing umtuk memulai belajar.


Pelajaran pun uda siap dan berakhir. Semua mahsiswa pun bergegas untuk pulang.


Tiba saat lisa mau keluar dari ruangan. Steven pn menghampirin lisa dan berkata kepada lisa.


‘’ Lisa boleh kah aku mengajak kamu untuk makan siang ?’’


Ucap steven kepada lisa.


‘’ Emmm, sebenarnya boleh sich tapi seperti biasah ya aku pamit kepada papa dan mama ku.’’ Ucap lisa kepada steven.


‘’ Ya uda, boleh kok. Kamu telpon dulu aja.’’


Ucap steven kembali.


Lisa pun akhirnya menelpon ayu dan berkata kepadanya ayu kalau dia bakalan lama pulang karna pergi bersama teman nya.


Setelah menelpon ayu, lisada steven pun akhirnya pergi ke sebuah café untuk makan siang bersama.


Sampai di café steven pun berbicara kepada lisa.


‘’ Lisa , saya senang bisah jalan bersama dengan dengan mu dan dekat dengan mu.’’


Ucap steven dengan nada bahagia.


‘’ Hahaha, kamu bisah saja steven.’’


Ucap lisa dengan nada malu.


‘’ Iya apa lagi sekarang kamu suda berubah dan aku senang aja kita bisa pergi kemana- mana bersama.’’


Ucap steven lagi.


‘’ Hahaha, itu berkat kamu juga steven. Karna kamu juga uda mau menjadi teman dan sekaligus mengubah aku. Terimah kasih banyak.’’


Ucap lisa dengan nada senang.(8)


‘’ Hahaha, ngak lah itu juga usaha kamu kok. Bukan karna aku.’’


Ucap steven kembali.(9)


Siapa sangka permusuhan mereka menjadi semakin hari semakin dekat. Di tambah lagi mereka slalu bersa dan menerima kekurangan satu sama laen . Tampa memandang fisik , harta dan tahta.(10)


Disini kita di ajarkan untuk tidak melihat fisik seseorang, kekurangan seseorang dan bahkan bibit bobot seseorang. Selama kita nyaman berteman dan bisa menerimah semua kekurangan satu sama laen.

__ADS_1


Itu uda bisah memberihkan kebahagiaan yang seutuhnya yang kita perluh kan.


Apa lagi dalam perteman atau pun persaudara harus ada kata tulus satu sama laen. (11)


__ADS_2