
Setelah mereka menjalanin hungan 1 tahu lamanya. Lisa dan keluarga mulai meningkat keuangan mereka . Herman ayahnya lisa , uda mendapatkan jabatan yang bagus di perusahaannya.
Dan bukan hanya itu ayu juga sudah mulai berkembang dengan usaha cateringnya.
Herman dan ayu berencana untuk mengoperasikan muka lisa. Sebab tabungan mereka uda cukup untuk mengoperasikan wajah lisa.
Walaupun lisa dan steven uda 1 tahun lama pacaran. Lisa tidak pernah menerimah uang untuk berobat wajahnya. Padahal steven uda sering kali bilang kalau mereka uda tunangan berarti dia uda tangungan steven.
Tapi lisa slalu menolaknya. Karna dia masi ingin berusaha apa lagi dia masi berpikir kalau mereka belum sah. So lisa tidak mau di pandang orang dengan sebelah mata.
Beberapa bulan kemudian, lisa akhirnya mintak ijin ke kampusnya kalau dia akan ambil cuti karna ada urusan penting yang dia lakukan.
Kampus pun akhirnya membagikan ijin untuk cuti 1 bulan. Itu membuat lisa sanggat lah bahagia. Tetapi tidak dengan steven. Steven malah keberatan dengan perihal cuti yang di ambil lisa.
Steven bukannya tidak senang kalau wajah lis kembali cantik seperti dulu lagi.
Tapi dia berat harus di tinggalkan lisa untuk 1 bulan. Apa lagi steven ingin ikud menemani lisa dan dia inggin orang yang pertama yang akan di lihat lisa adalah dirinya.
Tapi itu sulut di lakukan steven. Karna steven sekarang harus mengejar tamatan awal untuk bisa menjaga salah satu perusahaan orang tuanya.
Lisa pun susah berkata apa – apa lagi. Apalagi dia sekarang adalah status tunangan steven. Tapi lisa tidak menyerah dengan apa yang dia inginkan. Lisa pun menyakin kan pada steven kalau sampai di sana lisa akan sering video call bersama steven.
Bahkan lisa berkata ; kalau dia uda berubah dia akan video call steven supaya dia orang yang pertama yang akan lihat wajah lisa.
Dengan berat hati , steven pun akan setujuh dan dia pun berkata; Setelah kamu disana janggan pernah acam – macam dan kemana- kemana tampa sepengetahuan aku.
Ucap steven dengan tegas.
Lisa yang mendengarkannya pun langsung tertawa.
‘’ Hahaha, sayang aku mau kemana coba ? aku kan disana hanya untuk mengobatin wajah ku sayang.’’
Ucap lisa dengan nada manja.
‘’ Iya, aku tahu . Tapi kan setelah kamu disana pasti kamu akan mau jalan – jalan disana. Apa lagi disana banyak tempat – tempat yang indah , bahkan disana juga banyak yang ganteng.’’
Ucap steven dengan nada kesal.
‘’ Ya uda sayang aku janji pada kamu sampai disana aku hanya dirumah. Kalau pun aku kemana- kemana aku pasti video call kamu supaya kamu menemanin ku.’’
Ucap lisa dengan nada manja lagi.
‘’ Kamu janjikan tidak akan berubah pada aku walaupun wajah kamu akan berubah kembali ?’’ Tanya steven dengan nada takud.
‘’ Sayang aku janji. Lagianya walauoun wajah aku akan berubah atau ngaknya aku akan tetap bersama kamu dan mecintai kamu serta setia kepada kamu.’'
Ucap lisa dengan nada tulus.
‘’ Serius ya sayang ?’’ Tanya steven kembali ‘’ Iya aku serius sayang.’’
Ucap lisa .
Akhirya steven pun setujuh dengan apa yang dikatankan lisa kepadanya. Dan dia pun berkata kalau dia bisah pergi kesana jumpain lisa di saat dia membuka perbannya dia akan kesana.
Karna dia sanggat ingin sekali slalu mendapingin lisa di saat suka, senang dan duka.
Karna dia tidak mau setiap moment penting bersama lisa dia tidak ada.
Lisa pun akhirnya pergi bersama dengan kedua orang tuanya untuk ke amerika .
Lisa dan keluarganya berangkat siang dan steven pun yang akan mengatarkan mereka ke bandara.
Sampai di bandara pun akhirnya mereka berpisah dan saling berpelukan. Steven lama melepaskan pelukannya kepada lisa. Karna ini pertama kali mereka akan berpisah dan memakan waktu yang lama 1 bulan.
Sampai mama ayu pun berkata kepada steven;
‘’ Steven , uda saatnya kami akan pergi.’’
Ucap ayu dengan nada berhati –hati.
‘’ Maaf tante, aku belum puas peluk lisa.’’
Ucap steven dengan nada sedih.
‘’ Iya tante tahu kok. Tapi kalau kamu tidak lepaskan pelukannya kami akan terlambat.’’ Ucap ayu dengan tegas.
‘’ Iya tante maaf aku akan lepaskan kok .’’
Ucap steven dengan berat hati.
Steven pun akhirnya melepaskan pelukannya kepada steve. Dan lisa dan keluargapun akhinya berangkat ke amerika.
Setelah mereka berpisah, steven pun langsung uring- uringan. Padahal mereka baru saja berpisah, tapi dia merasahkan seakan 1 tahun lamanya. Ya jelaslah steven suda menjadi bucin kepada lisa.
Tampa terasah 2 minggu kemudian pun berlalu setelah kepergiaan lisa ke amerika.
__ADS_1
Steven sibuk dengan materi sidangnya di kampus. Walaupun mereka sama masuk kuliah.
Tapi karna kepintara steven membuatnya dia menjadi cepat tamat.
Selama kesibukan steven membuat materi skripsinya . Steven pun tidak pernah mengelu lelah atau hal laennya. Karna lisa menempatin janjinya akan slalu call steven dan lisa pun slalu menemani steven untuk membuat skripsinya.
SKEJUL OPERASI LISA.
Hari ini saat yang di tunggu oleh lisa, steven dan keluarganya. Dimana hari ini lisa akan operasi kan mukanya. Hati lisa dan keluarga pun sanggat lah tidak tenang.
Sementara di rumah steven pun uda tidak tenang dengan perasaannya.
Steven pun langsung berangkat ke amerika untuk menemui lisa dan keluarganya.
Di perjalanan steven slalu berdoa dan berharap operasi lisa berjalan dengan lancar.
Memakan waktu berjam – berjam akhirnya steven pun sampai di rumah sakit yang merawat lisa.
Steven pun masuk keruangan lisa , dan berjumpa dengan lisa dan keluarganya.
‘’ Om , tante siang.’’
Sapaan steven kepada ayu dan herman.
‘’ Siang juga. Syukurlah kalau kamu uda sampai.’’ Ucap ayu kempada steven.
‘’ Iya tante , om. Aku kesini mau lihat lisa.’’
Ucap steven dengan nada cemas.
‘’ Lisa sedang tidur dan dia pun belum bisa di buka perbannya. Mungkin tunggu 3 hari.’’
Ucap ayu kembali.
‘’ Ouwh , ya uda tante dan om kita tunggu aja.’’ Ucap seteven dengan nada masi tidak sabar.
‘’ Tapi kamu tidak apa- apa kalau disini ?’’
Tanya herman .
‘’ Tidak apa – apa om, tante. Aku uda bilang ma papa dan mama.’’
Ucap steven.
Ucap ayu kepada steven.
‘’ Tidak masalah kok tante, om. Lagianya kita uda satu keluarga. Sory mungkin saatnya saya panggil papa, dan mama dunks.’’
Ucap steven dengan nada bahagia.
‘’ Oh iya, kita kan uda keluarga. So steven boleh panggil ayah dan mama kok.’’
Ucap herman kembali.
‘’ Makasih papa , mama. ‘’
Ucap steven dengan nada bahagia.
‘’ Ya uda steven istirahat aja dulu. Nanti kalau lisa uda bangun ayah bangunin pun.’’
Ucap herman.
‘’ Tidak apa – apa kok papa. Aku mau nunggu lisa saja sampai bangun saja. Papa apakah aku boleh duduk di samping lisa ?’’
Tanya steven dengan nada segan.
‘’ Hahaha, steven – steven. Ya tentu saja steven kan suaminya lisa. Betulkan papa?’’
Tanya ayu dengan terseyum.
‘’ Iya mama. Steven kan bentar lagi jadi suaminya lisa ya boleh lah duduk di samping lisa.’’
Ucap herman lagi.
‘’ Makasih papa, mama.’’
Ucap steven kembali.
Steven pun akhirnya pergi mendekat kepada lisa. Steven langsung memengang tanggan dan pipi lisa. Steven rasahnya suda tidak sabar untuk berbicara pada lisa.
Karna steven uda sanggat rinduh pada lisa.
Asik dengan memandangin wajah lisa dan memengang tanggan lisa. Akhirnya steven pun tertidur dengan sambil memegang erat tanggan lisa.
Herman dan ayu pun tertawa melihat sikap steven yang begituh penyanyang dan bucin pada lisa.
__ADS_1
Herman dan ayu pun tidak menyesal memberihkan anak kesayanganya kepada steven.
Seteleh melihat mereka tertidur dengan pulas. Ayu dan herman pergi keluar untuk menimatin makan siang bersama. Karna mereka belum juga makan , karna memdapingin lisa.
Beberapa jam kemudian , lisa pun akhirnya sadar dan dia pun mendapatkan steven di samping.
‘’ Sayang , kamu uda datang ?’’
Tanya lisa dengan nada pelan.
Steven pun belum juga banggun. Mungkin karna dia capek di perjalana jadi dia pun terlelap banggat tidur.
1 jam telah berlalu, steven pun akhirnya banggun dan melihat lisa yang suda banggun dan menatap steven dari tadi.
‘’ Sayang suda banggun ?’’
Tanya steven kepada lisa.
‘’ Suda lama banggun sayang. Kamu saja yang terlalu lelap tidur jadi aku tidak sampai hati bangun kan kamu.’’
Ucap lisa dengan sambil terseyum.
‘’ Maaf sayang, aku ke capeak tadi.’’
Ucap steven dengan nada bersalah.
‘’ Tidak apa – apa kok sayang.’’
Ucap lisa dengan terseyum.
Meraka pun langsung bertanya kabar dan sambil bercanda – bercanda.
3 hari kemudian , perban lisa pun akhirnya di buka. Steven dan laenya pun tidak sabar dengan melihat wajah lisa. Steven pun uda siap, kalau apa pun terjadi dia akan slalu ada di samping lisa dan mencintai lisa apa adanya.
Dengan rasah dek , dekan perban terakhir pun di buka dan mereka pun langsung diam dan syok sambil melihat lisa. Tampa di sadari mereka air mata mereka pun jatuh di pipi mereka.
Lisa yang melihatnya pun herna dan takud serta lisa pun berkata pada mama, papa dan steven.
‘’ Papa, mama, steven kaliaan kenapa kok mennaggis ?’’
Tanya lisa dengan nada takud.
Tapi sayang mereka pun tidak menjawabnya. Karna mereka masi syok dan memadangin wajah lisa.
‘’ Papa, mama, steven kaliaan kenapa ? janggan buat aku takud.’’
Ucap lisa dengan nada tegas.
Mereka pun akhirnya sadar dari pandanganya mereka dan berkata pada lisa;
‘’ sayang , kamu cantik banget.’’
Ucap mereka ber3 dengan sesama.
‘’ Cantik ?, tapi kenapa kaliaan menanggis ?’’ Tanya lisa dengan nada takud.
‘’ Kami menanggis karna bahagia sayang.’’
Ucap mereka ber3 lagi.
‘’ Docter aku tidak mau kecewa lagi. Aku imgin melihat wajah ku sekarang. Boleh docter ?’’ Tanya lisa kepada docter.
‘’ Boleh kok.’’
Ucap docter .
Docter pun akhirnya memberihkan kaca kepada lisa. Lisa yang takud – takud pun akhirnya melihat wajah nya.
Setelah melihat wajah lisa pun berkata kepada mama, papa dan steven kalau dia sanggat bahagia .
Karna wajahnya yang dulu suda kembali. Lisa pun akhirnya mengucap syukur dan sambil memeluk ayu , herman dan steven dengan nada bahagia.
Wajah yang barunya membuat dia bahagia dan semakin pedeh kemana – mana .
Setelah 1 minggu selepas dia membuka perbanya .
Lisa mengajak ayu, herman dan steven untuk keliling amerika. Karna mereka akan kembali ke Indonesia dalam waktu 2 hari.
Tampa terasah cuti lisa pun berakhir dan dia pun kembali ke indinesia untuk melanjudkan kuliah yang tetundah.
Sementara steven pun harus mengejar sidangnya untuk bisa wisuda bulan depan.
Mereka pun di sibukan dengan kegiatan mereka masing – masing.
Tapi itu pun tidak membuat mereka semakin jauh. Malah mereka slalu bersama – sama untuk menyeselesaikannya mata kuliah mereka bersama – sama.
__ADS_1